-->

Rabu, 22 Januari 2020

Gubernur Sulsel : Wajo Akan Lari Kencang Karena Bupati dan Wakil Bupatinya Kompak


Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Acara penandatanganan MoU dukungan berubah bentuk Institut Agama Islam As, Adiyah Sengkang menjadi Islamic University of Asadiyah Sengkang dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan beberapa Kabupaten, Pimpinan PTN, PKIN/ PTKIS di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu 22 Januari 2020.

Rektor IAI As'adiyah Sengkang H. Yunus Pasanreseng Andi Padi yang mengatakan bahwa acara ini merupakan penandatanganan MoU sebagai pertanda dukungan terbentuknyanya Islamic University of as'adiyah hari ini.

"Kami tidak dipersyaratkan berat, karena sudah mendapatkan kuota dari Kementerian Agama, adapun persyaratan yang kami hadapi adalah 5 fakultas serta 10 Prodi harus berada di bawah payung Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan itu sudah siap 8 Prodi kami terbangkan bersama Permohonan perubahan bentuk yang akan dikawal oleh MoU yang akan ditandatangani pada hari ini," kata H.Yunus Pasanreseng Andi Padi.


Sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan terima kasih atas support penuh oleh Gubernur Sulawesi Selatan, juga dalam hal ini jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo senantiasa terus memiliki semangat, spirit yang luar biasa sehingga sepatutnya menyambut ini untuk terus berkarya, berbuat untuk menghadirkan wadah tempat untuk membina generasi generasi yang memang sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah, generasi yang akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

"Hari ini kita berkumpul untuk memberi dukungan kepada IAI as'adiyah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, apa yang menjadi gaung Presiden Republik Indonesia untuk mencapai Visi 2045, menjadi 3 besar bangsa kita adalah bagaimana membangun dan mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju," terang Bupati Wajo.

"Kehadiran kita hari ini, untuk mencoba meramu dan mengambil peran secara kongkrit untuk memberikan dukungan penuh kepada IAI as'adiyah yang sudah berkiprah cukup lama," Bupati Wajo menambahkan.


Bupati Wajo juga katakan kalau Asadiyah adalah sebuah pondok pesantren tertua di Sulawesi Selatan dan memiliki perguruan tinggi, dan sudah 55 tahun mencetak generasi-generasi yang sudah tersebar, bukan hanya di nusantara tetapi di penjuru dunia dan tentu tidak ada salahnya kalau pemerintah punya kewajiban untuk berkontribusi besar kepada perguruan yang sudah luar biasa berkorban dengan segala pengorbanannya.


Lanjut dikatakan kalau Asadiyah juga membantu mencetak anak-anak bangsa, olehnya itu dia ucapkan jazakumullah Khairan katsiran dan kepada Bapak Gubernur dan seluruh Bupati yang telah mensupport, memberi dukungan penuh untuk menghantarkan IAI Asadiyah Sengkang menjadi Islamic University of Asadiyah, sehingga bisa menjadi lembaga pendidikan terpandang dan membanggakan buat masyarakat Sulawesi Selatan.

"Saya optimis jejaring alumni alumni Asadiyah akan ikut mengambil peran, untuk bersama sama mengawal perguruan kita ini, sehingga betul-betul bisa mewujudkan harapan Kita, olehnya itu atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan atas terluangnya waktunya bahkan segala support yang diberikan," ungkap Dr. H. Amran Mahmud.

Dikatakan kalau Provinsi juga akan memberikan perhatian dalam bentuk bantuan di tahun ini, dan Pemerintah Kabupaten Wajo telah anggarkan dana hibah untuk pondok pesantren As'adiyah sebanyak 1,9 miliar dan 600 juta di dalamnya itu diperuntukkan untuk perguruan tingginya untuk tahun ini.

"Ini upaya kita untuk memberi dukungan penuh kepada perguruan kita ini, untuk mencetak anak-anak bangsa kita, dimana kami juga sudah adakan MoU setelah hari jadi Wajo tanggal 29 Maret 2019 lalu, dengan mengutus setiap desa untuk dididik secara khusus menjadi tokoh agama, tokoh ulama untuk mengawal program Gemantik di Kabupaten Wajo," kata Dr. H. Amran Mahmud diakhir sambutannya.


Selanjutnya diadakan penandatanganan MoU dengan beberapa Direktur unit usaha diantaranya ketua pengurus Catering pondok pesantren as'adiyah, ketua pengurus koperasi pondok pesantren as'adiyah, BMT asadiyah pimpinan BNI cabang Sengkang, pimpinan BRI cabang Sengkang, pimpinan PT. Bank Sulselbar cabang Sengkang, pimpinan PT. BSM cabang Sengkang.

Selanjutnya juga dengan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 15 perguruan tinggi, juga dilanjutkan dari Bupati dan Walikota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan serta dari Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Sambutan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Prof. HM. Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa pada pagi ini semua hadir merupakan wujud dukungan untuk wujudkan kesyukuran atas rencana yang sangat mulia bagi IAI As'adiyah menuju Islamic University of As'adiyah Sengkang.

Juga katakan kalau sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Wajo yang dia lihat dukungannya yang kuat serta Sinergi yang terbangun, dan ini modal untuk Wajo semakin maju ke depan.

"Dari dulu ketika saya datang ke Wajo, setelah Bapak Dr. H. Amran Mahmud Mahmud jadi Bupati memang beliau merangkul yang namanya lembaga pendidikan, karena memang berlatar belakang pendidikan, saya kira ini sebuah energi menuju Islamic University apalagi semangat Rektornya ini semangat 45 kuncinya ada pada semangat, sehingga kita menjadi optimis," ungkap Prof. HM. Nurdin Abdullah.

"Saya optimis Wajo akan lari kencang karena memiliki Bupati dan Wakil Bupati yang kompak  dan ini jarang, kemana-mana kelihatan seperti saudara kembar, kedua dia memiliki visi yang kuat dan yang ketiga memiliki perguruan tinggi yang banyak di Kabupaten Wajo," tambah Prof. HM. Nurdin Abdullah.

Dikatakan kalau potensi bukan jaminan untuk sejahtera, tetapi yang menjamin kesejahteraan adalah sumber daya manusia, SDM bukan hanya cerdas, tetapi memiliki akhlak yang baik moral yang baik, memiliki itikat yang baik ditambah lagi pemimpin yang mempunyai jejaring yang luas dan itu yang dimiliki pemimpin yang ada di Kabupaten Wajo dan juga memiliki forkompinda yang bersinergi serta kompak.

"Saya juga sampaikan kalau Wajo ini punya potensi yang luar biasa, hamparan lahannya luas, memiliki Danau Tempe serta punya sejarah panjang sebagai penghasil Sutra dan hampir semua potensi yang dimiliki dibutuhkan masyarakat dunia," kata Prof. HM. Nurdin Abdullah.

Diakhir sambutannya juga dikatakan kalau bagaimana perguruan tinggi di Wajo bisa kelola potensi sumber daya alam dengan menciptakan manusia manusia unggul yang menguasai teknologi, yang memiliki skill dan untuk peningkatan status ke University harus dibarengi dengan loncatan yaitu penyiapan SDM yang unggul, dengan membuat Program Studi sesuai dengan kebutuhan pasar.

( Humas Pemkab Wajo )

Senin, 14 Oktober 2019

Kepala Perpustakaan Nasional RI Nobatkan Lies F Nurdin Sebagai Bunda Baca Provinsi Sulsel


Portalrakyat.com, Makassar - Dalam rangka menyambut hari jadi Sulawesi Selatan yang ke-350 tahun pada Sabtu 19 Oktober 2019 mendatang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pekan Perpustakaan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Senin (14/10).

Pada kesempatan ini, Lies F. Nurdin dinobatkan sebagai Bunda Baca Provinsi Sulawesi Selatan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muh. Syarif Bando.

"Iya setelah dilantik hari ini menjadi Bunda Baca Provinsi Sulawesi Selatan, saya kira ini amanah yang berat ya tetapi berkahnya besar. Jadi harus dijalankan dengan baik," terang Lies F. Nurdin yang juga merupakan Ketua TP PKK Prov. Sulsel.

Setelah dilantik menjadi Bunda Baca Prov. Sulsel, Lies (panggilan akrab dari istri Nurdin Abdullah) sudah siap dengan berbagai program-program yang akan ia jalankan demi meningkatkan kesadaran minat membaca masyarakat Sulawesi Selatan.

"Langkah yang kita ambil ke depan yaitu kita sudah membuat beberapa Perpustakaan Lorong. Sementara ini di kota Makassar dahulu, karena memang Makassar merupakan kota madya yang menjadi pintu dan gambaran Sulsel. Tahun ini kita bikin 10 Perpustakaan Lorong yang merupakan bantuan dari PT. Askrindo. Insya Allah tahun depan kita membuat lagi Perpustakaan Lorong dengan bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulsel," ungkap Lies.

Dengan adanya Perpustakaan Lorong, diharapkan dapat lebih mendekatkan masyarakat dengan buku. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, nantinya diharapkan bisa gemar membaca buku dan mengurangi adiktif terhadap gadget.

Selain Perpustakaan Lorong, Lies bersama stakeholder terkait juga sudah merancang sebuah perpustakaan untuk ibu dan anak, serta disabilitas dan lansia untuk lebih menunjang minat baca masyarakat.(*)

"Insya Allah tahun depan akan terbentuk Perpustakaan ibu dan anak, serta disabilitas dan lansia di samping Mall Ratu Indah, Makassar. Tahun depan juga kita mendapat bantuan dari pusat untuk pembuatan perpustakaan serupa di tujuh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan," jelas Lies.

Pada momen ini Lies juga berkesempatan untuk berkunjung ke stand-stand pameran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/ Kota yang ada di Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah stand-standnya banyak berisikan karta penulis lokal. Hal itu sangat menggembirakan bagi saya, karena merekalah yang tahu apa yang harus mereka bicarakan tentang daerahnya," katanya.

Lies pun menambahkan bahwa ia ingin sekali bisa bertemu dengan penulis-penulis lokal untuk meminta mereka membuatkan buku-buku yang membangun karakter, moral dan sopan-santun untuk anak-anak.

Pentingnya peran perpustakaan di antara masyarakat juga disampaikan oleh Muh. Syarif Bando selaku Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

"Perpustakaan hadir sebagai urusan wajib mendasar di setiap Kabupaten/ Kota. Saya lihat semua Perpustakaan di Sulawesi Selatan sudah mulai berkembang. Insya Allah komitmen kita untuk bagaimana mengelola perpustakaan secara bertransformasi bisa diwujudkan sesuai dengan visi dan misi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan," ungkap Syarif Bando.(*)

Selasa, 08 Oktober 2019

Sambut HUT Sulsel Ke 350 Tahun, Pemprov Gelar Rapat


PORTALRAKYAT.COM, Makassar (Sulsel) - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke-350, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat teknis persiapan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat saat memimpin rapat menjelaskan perihal waktu pelaksanaan kegiatan HUT Sulsel.
"Sebelumnya harus sudah kita sepakati dari awal bahwa proses ini tanggal 19 Oktober, namun ada pertimbangan situasional, bahwa berdasarkan arahan pak Gubernur, sebaiknya kegiatan-kegiatan sentral seperti ini ditunda dulu sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden," kata Abdul Hayat.
Abdul Hayat melanjutkan, kegiatan hari Jadi Sulawesi Selatan tersebut rencananya akan digabungkan dengan Pameran Pembangunan.
"Tetapi saya kira akan ada pengaturan-pengaturan nanti oleh ketua panitia, sehingga kita bisa mencapai target dari dua kegiatan tersebut, Hari Jadi Sulawesi Selatan dan Pameran Pembangunan," jelas Abdul Hayat.
Lebih lanjut, Abdul Hayat menjelaskan terkait anggaran dana pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan secara efisien dan rinci.
"Apa yang kita harapkan di sini adalah sesuai dengan pesan pak Gubernur, efisiensi dan keseragaman" tambahnya.
Menutup arahannya, Abdul Hayat berharap publikasi kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan dapat diberitakan dengan baik.
"Tinggal bagaimana ini diakomodir semua, dengan langkah-langkah yang sistematis, pastikan di media diberitakan dengan baik, saya kira itu cukup menggembirakan untuk Sulawesi Selatan," tutupnya.
Hadir dalam rapat tersebut Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, serta perwakilan OPD yang tergabung dalam kepanitiaan acara.(*). 

Senin, 07 Oktober 2019

Sambut HUT Sulsel Ke 350 Tahun, Pemprov Gelar Rapat


PORTALRAKYAT.COM, Makassar (Sulsel) - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke-350, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat teknis persiapan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat saat memimpin rapat menjelaskan perihal waktu pelaksanaan kegiatan HUT Sulsel.
"Sebelumnya harus sudah kita sepakati dari awal bahwa proses ini tanggal 19 Oktober, namun ada pertimbangan situasional, bahwa berdasarkan arahan pak Gubernur, sebaiknya kegiatan-kegiatan sentral seperti ini ditunda dulu sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden," kata Abdul Hayat.
Abdul Hayat melanjutkan, kegiatan hari Jadi Sulawesi Selatan tersebut rencananya akan digabungkan dengan Pameran Pembangunan.
"Tetapi saya kira akan ada pengaturan-pengaturan nanti oleh ketua panitia, sehingga kita bisa mencapai target dari dua kegiatan tersebut, Hari Jadi Sulawesi Selatan dan Pameran Pembangunan," jelas Abdul Hayat.
Lebih lanjut, Abdul Hayat menjelaskan terkait anggaran dana pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan secara efisien dan rinci.
"Apa yang kita harapkan di sini adalah sesuai dengan pesan pak Gubernur, efisiensi dan keseragaman" tambahnya.
Menutup arahannya, Abdul Hayat berharap publikasi kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan dapat diberitakan dengan baik.
"Tinggal bagaimana ini diakomodir semua, dengan langkah-langkah yang sistematis, pastikan di media diberitakan dengan baik, saya kira itu cukup menggembirakan untuk Sulawesi Selatan," tutupnya.
Hadir dalam rapat tersebut Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, serta perwakilan OPD yang tergabung dalam kepanitiaan acara.(*). 

Senin, 22 Maret 2021

Dalam Pidato Puncak Hari Jadi Soppeng Ke-760,Bupati Soppeng Sampaikan Hal Penting


Portalrakyat.com-Puncak Hari Jadi Soppeng yang Ke-760 di gelar di Ruang paripurna Kantor DPRD Kabupaten Soppeng, Jalan Salotungo,Kecamatan Lalabata, dengan sederhana Selasa, (23/3/2021).

Rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Soppeng dihadiri oleh sekertaris Provinsi Sulawesi - Selatan (Sekprov) Abdul Hayat Gani, Serta para tamu undangan yang hadir diantaranya,Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Unsur Forkopimda Soppeng, Para Kepala SKPD lingkup Kabupaten Soppeng, serta tamu undangan lainnya.


Mengawali Pidato Bupati Soppeng, di awali dengan pembacaan sejarah singkat Kabupaten Soppeng oleh sekertaris daerah kabupaten Soppeng HA.Tenri Sessu, kemudian di lanjutkan dengan Pidato Bupati Soppeng.


Dalam pidatonya,Bupati Kaswadi menyampaikan
“Bahwa membangun soppeng dengan berpegang teguh pada prinsip bugis yaitu Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, Sitiroang Deceng, Tessitiroang Ja (Saling Menghormati, Saling Menghargai, Saling Mengingatkan, Bersama-sama dalam Kebaikan, Menghindari Keburukan).

Selain itu,Bupati Kaswadi juga mengatakan , Bahwa Soppeng memberikan tanda bahwa meskipun sebagai daerah yang kecil ,tetapi terkadang menjadi menentu,Kata Kaswadi.

Menurut para peneliti yang pernah di temuiya di Bandung bahwa daratan pertama di muka bumi ini adalah Soppeng dan benua Afrika.“ Ujar kaswadi

Dan memang fakta di lapangan membuktikan lanjut kaswadi , dengan adanya sungai walenna itu lembah purba, fosil yang ada di villa Yuliana yang berumur jutaan tahun serta Soppeng memiliki hewan purba endemik yaitu babi rusa ” Ujar Kaswadi .

Bupati Kaswadi juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung upaya-upaya dalam memajukan Kabupaten Soppeng. serta apresiasi kepada Rektor Universitas Hasanuddin yang mana akan membangun tempat perkuliahan di kabupaten Soppeng.

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya yang di bacakan oleh Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani

“Mengapresiasi kemajuan di Kabupaten Soppeng, terutama penataan kota yang dulunya sepi, kini telah berubah dan menjadi sangat ramai, termasuk Pertumbuhan ekonomi yang diatas rata-rata provinsi ”.

Bapak Plt Gubernur juga menyampaikan rencana-rencana ke depan membangun Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Soppeng. dan merupakan salah satu lumbung pangan Nasional, sehingga sektor pertanian ini harus terus dikembangkan dan diarahkan mendukung pariwisata” imbuhnya.

Beliau mencontohkan kawasan wisata Lejja, yang menurutnya adalah permandian air panas terbaik di Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia, dengan kualitas air panasnya yang tidak berbau dan tidak pernah menurun debitnya.” Ujarnya,Andi Kamal

Minggu, 15 Maret 2020

Ratusan Rider Ramaikan Road Race A'Kio di Malino


Portalrakyat.com, HUMASGOWA----Sebanyak 320 rider ikut meramaikan Road Race A'Kio di Sirkuit Kota Bunga Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Minggu (15/3). Ratusan rider tersebut berasal dari berbagai daerah  di Sulawesi.

"Ada 320 starter dari berbagai daerah diantaranya Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan pastinya Sulawesi Selatan," kata Direktur Gowa Otomotif Club, Andi Kasim Alwi (Acing) yang juga Ketua Panitia Pelaksana.

Walaupun hanya turnamen lokal, namun Acing menyebutkan bahwa event tersebut terasa seperti event Nasional. Pasalnya selain diikuti rider dari beberapa provinsi, kegiatan ini juga diikuti beberapa rider Nasional.

Ia juga mengaku bersyukur kegiatan yang bertujuan untuk mencari bibit-bibit pembalap ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gowa khususnya Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Camat Tinggimoncong dan beliau berharap acara ini bisa dilaksanakan sebagai event tahunan. Jadi ini menjadi PR Kami sebagai penyelenggara untuk bisa melaksanakan setiap tahunnya di Kota Malino," jelasnya.

Olehnya itu iya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya untuk menyalurkan bakat dan hobi para pembalap Sulawesi Selatan khususnya yang ada di Kabupaten Gowa.

"Dari pada mereka balapan liar, memang sasarannya di event resmi. Jadi ini sudah PR dari kita selaku penyelenggara dan Pemerintah bagaimama memikirkan adik-adik kita yang memang hobinya di otomatif khusunya di Road Race," tambahnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz MK yang mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan seperti ini, dimana malino sebagai  salah satu destinasi wisata sangat cocok dilaksanakan event-event seperti ini.

"Event ini sangat cocok dilaksanakan di Malino, dimana tentunya bisa memperkenalkan secara luas Malino sebagai destinasi wisata nasional dan wisata kebanggaan Gowa, juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat kami dengan hadirnya peserta-peserta dari luar Gowa dan tentunya bisa melahirkan atlit-atlit lokal Malino untuk bisa lebih baik lagi ke depan," kata Andry.

Camat Tinggimoncong berharap Road Race seperti ini tidak hanya me jadi agenda tahunan tetapi juga dapat ditingkatkan menjadi seri nasional bahkan internasional.(JN)

Senin, 04 November 2019

Wagub Sulsel Hadiri Event Jejak Alam Kahu Cross Country Adventure Bike

Portalrakyat.com, Bone (Sulsel) - Usai menghadiri Hari Pangan Sedunia ke-39 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11), Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bertolak ke Kabupaten Bone untuk menghadiri kegiatan Jejak Alam Kahu Cross Country Adventure Bike pada Minggu, 3 November 2019.

Event yang kali pertama digelar di Bumi Arung Palakka ini, diselenggarakan oleh Komunitas Passapeda Kahu (Kompak) yang bertujuan memperkenalkan keindahan alam dan destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, event ini sangat bermanfaat karena bisa menyambung silaturahmi antar sesama.

“Passapeda (bersepeda), selain ramah lingkungan juga membantu menjaga kesehatan dan ke depan bisa pengganti motor atau mobil untuk kendaraan ramah lingkungan ke tempat kerja,” tuturnya.

Andi Sudirman Sulaiman juga menambahkan, dirinya akan selalu mensupport berbagai kegiataan positif seperti pada event ini.

“Bagaimana mengedepankan solidaritas yang tinggi dan silaturahmi yang terus terjaga," tambah Andi Sudirman Sulaiman.

Acara ini diikuti 78 club dengan jumlah lebih dari 1.300 pesepeda dari berbagai daerah. Peserta di antaranya berasal dari luar Sulawesi Selatan yakni dari Polewali Mandar, Sulawesi Tengah.

Peserta akan menempuh rute sepanjang 30 kilometer, start dari Kelurahan Palattae menuju Desa Maggenrang, Desa Cakkela, Desa Matajang, Desa Bonto Padang, Bonto Desa Sanrego, dan kembali finish di Desa Palattae.(*)

Minggu, 3 November 2019
Biro Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Gubernur Sulsel Pertemukan Stakeholder Di Dua Provinsi, Sulsel dan Sultra Bahas Langkah Strategis Untuk Sejahterakan Masyarakat

Portalrakyat.com,Makassar (Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan membuka Pertemuan Regional Terarah dan Fokus Group Discussion CSR/TJLS di Kawasan Teluk Bone di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu 3 November 2019.

Pemangku Kepentingan Sulsel-Sultra bertemu dalam untuk membahas langkah apa yang akan diambil dalam mensejahterakan masyarakat di kawasan yang mencakup dua provinsi ini, yakni Provinsi Sulsel dan Sulawesi Tenggara.

Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan, persoalan yang dihadapi adalah kemiskinan. Sedangkan Indonesia termasuk negara agraris dan kelautan. Kawasan Teluk Bone juga demikian.

"Ini menjadi catatan penting bagi kita, persoalan kemiskinan. Kemiskinan ada di pesisir," kata Nurdin Abdullah.

Gubernur mengapresiasi kegiatan ini sehingga dapat dihasilkan sebuah rekomendasi dan inovasi.

"Indonesia ini kita luar biasa sekali, saya berharap betul-betul pertemuan regional ini melahirkan rekomendasi konsep yang bisa kita dukung bersama," sebutnya.

Sedangkan terkait CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan Ia menyampaikan, jika dikelola dengan baik, akan membawa dampak yang baik dan signifikan di masyarakat.

"Ini kalau dikumpulkan, itu akan menjadi kekuatan besar, tinggal goalnya apa. Saya kira kita semua sudah tahu apa yang harus dikerjakan," ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung dari 3-5 November 2019. Mengangkat tema 'Menjadikan CSR/TJSL Sebagai Penunjang Kesejahteraan Sosial dan Kemajuan Pembangunan Kawasan Teluk Bone'.

Ketua Umum Jejajring Teluk Bone, Yayat Pangerang menyampaikan, maksud dari FGD ini adalah meluaskan wawasan para pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah daerah dalam Kawasan Teluk Bone pada wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

"Mengenai substansi, filosofi, sejarah dan regulasi yang terkait dengan Sosial Corporate Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TISL) yang melekat pada aktivitas dunia usaha pada suatu wilayah," terang Yayat Pangerang.

Yayat melanjutkan, dialog intensif dan mendalam antar pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menetapkan langkah-langkah strategis tentang perencanaan
dan tatakelola CSR atau TJSL.

"Agar dapat bermanfaat bagi upaya percepatan penyelenggaraan pembangunan wilayah pada masing-masing daerah kabupaten/kota terkait," sebutnya.

Ia menjelaskan, tujuan pengumpulan masukan dari pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk merumuskan rekomendasi yang akan dijadikan rujukan
bagi penyelenggaraan dan penetapan kebijakan daerah di bidang pengelolaan CSR atau TJSL.

"Untuk kepentingan percepatan pembangunan di daerah pada
khususnya dan Kawasan Teluk Bone pada umumnya," urainya.

Yayat melanjutkan, upaya selanjutnya adalah memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk berinteraksi dengan para ahli dan pakar yang berkompeten.

"Guna mendapatkan gambaran dan pengetahuan tentang CSR atau
TJSL untuk dijadikan landasan bagi penyelenggaraan CSR atau TJSL di daerah masing-masing secara melembaga dan berkelanjutan,".

Adapun, gagasan Kerjasama Kawasan Teluk Bone (KTB) pertama kali diprakarsai oleh Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Perjanjlan Kerjasama No.202/VIl/2012 dan No. 20 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Pengembangan Wilayah Terpadu Teluk Bone, pada tanggal 18 Juli 2012.(*)

4 November 2019
Biro Humas Pemprov Sulsel

Minggu, 04 April 2021

Wah Mantap,Komunitas Pecinta Tembakau di Gelar Perdana Pameran Makkassar,Soppeng Ikut Berperan

Ilustrasi/,dok.

Makassar,Portalrakyat.com-Komunitas Pecinta Tembakau Sulawesi Selatan menggelar pameran tembakau khas Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Sabtu (3/4/2021).

Pameran pertama yang berlangsung di Jalan Mallengkeri ini memamerkan berbagai tembakau khas Sulawesi Selatan, diantaranya tembakau Soppeng yang dipanen pada tahun 1984, 1994 dan 2002.

Selain tembakau, peralatan pendukung seperti Akkattaneng, Pallelu, Pabbuttu dan Timpo juga ditampilkan.

Ketua panitia, Ekky mengatakan, kegiatan ini adalah langkah awal untuk mengembalikan kejayaan tembakau Sulawesi selatan yang mulai dilupakan.

“Ini adalah kegiatan edukasi dan sekaligus kampanye kepada generasi milenial bahwa tembakau sulawesi selatan bisa bersaing” kata Ekky.

Tidak lupa, ia juga mengajak para orang tua dan petani agar terus memproduksi tembakau terbaik yang diolah secara tradisional.

“Teman teman komunitas sudah berkunjung ke beberapa daerah penghasil tembakau. Disana kita belajar dan sharing soal perkembangan tembakau” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, pengrajin tembakau dan utusan Pemda dari berbagai daerah juga ikut meramaikan.

“Ada dari Disperindag Kabupaten Sinjai, pengrajin tembakau dari Soppeng, dan komunitas lintas kampus di Kota Makassar juga datang,” tambah Ekky.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini, para petani, pengrajin dan yang menjalankan bisnis tembakau bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Pemerintah adalah harapan dari teman-teman agar tembakau Sulsel bisa menasional,” tutupnya.

Redaksi.

Kamis, 03 Oktober 2019

Penghargaan Efektitas Pelayanan Publik Terbaik Ajang Indonesia Award di Raih Pemprov Sulsel


PORTALRAKYAT.COM, Jakarta - Sekretaris Provinsi Sulsel (Sekprov Sulsel) Abdul Hayat Gani hadir mewakili Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah (NA) menerima penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi dengan Efektifitas Pelayanan Publik dalam Indonesia Award di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Kamis (3/10) malam.

Dalam sambutannya, mengucapkan Terima Kasih kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Sulawesi Selatan atas penghargaan efektifitas pelayanan publik yang kedua kalinya.

“Terima Kasih Kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas penghargaan Efektifitas pelayanan Publik yang kedua kalinya,” kata Abdul Hayat Gani.

Lanjutnya, hal ini dicapai berkat peranan semua OPD dan semua stakeholder di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Terima kasih lagi iNews TV memang hebat dan Sulawesi Selatan melayani,” Ungkap Abdul Hayat Gani.

Pada kesempatan ini Abdul Hayat juga menuturkan harapan atas penghargaan yang telah diterima agar Pemprov Sulsel tetap memberikan inovasi, gagasan serta ide untuk mempermudah pelayanan publik.

“Ya, tentu harapan kita Sulawesi Selatan bagaimana tetap memberikan inovasi, gagasan, ide untuk mempermudah layanan layanan di masyarakat karena tentu di sini kita hadir untuk melayani “. Tuturnya.

Indonesia Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh INews kepada lembaga pemerintah, non-pemerintah maupun perorangan yang telah berkontribusi dan konsisten dalam membangun negeri.

Pada malam puncak penghargaan Indonesia Award INews TV kali ini dengan mengangkat tema ” Kita Indonesia ” dihadiri tokoh, pejabat pemerintah pusat dan daerah serta BUMN, diantaranya Mahfud MD, Menteri Luar Negri Retno Marsudi, Menteri PANRB Syafruddin, Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Menteri Kominfo Rudiantara, Ketua KPU Arief Budiman, Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan tentunya hadir pula Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. 

Rabu, 07 April 2021

Prakiraan Cuaca Wilayah Sulawesi Selatan dan Sekitarnya


Makassar,Portalrakyat.com-Pagi Hari Cerah Berawan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Siang/Sore Hari, hujan ringan di wilayah Sulawesi Selatan, kecuali hujan Sedang di wilayah Malili, Masamba, Makale, Rantepao, Palopo , Belopa dan Bulukumba.

Malam Hari hujan ringan di wilayah Sulawesi Selatan, Kecuali berawan di wilayah Makale, Rantepao, Enrekang, Sengkang, Watansoppeng, Watampone dan Sidenreng .

Dini hari Berawan berpotensi hujan ringan di wilayah Belopa, Pinrang, Pare – pare, Barru, Pangkajene, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto dan Selayar,

Suhu Udara : 19 – 32°C.

Kelembapan Udara : 65 – 95 %.
Angin : Barat Daya – Barat Laut / 20 – 30 km/jam.
Peringatan Dini : Moderate Sea (Gel. 1.25-2.5 m) terjadi di Selat Makassar bagian selatan
Prakirawan – BMKG Makassar
Dibuat: 07 April 2021, 14.15 WITA

Selengkapnya : http://www.bmkg.go.id

Makassar.BMKG

Sabtu, 27 Maret 2021

Kemenag Sulsel Survei 3 Lokasi Pembangunan Madrasah Bilingual,Soppeng Masuk Tawaran

Pihak Kemenag Sulsel bersama dengan Pemkab Soppeng telah melakukan survei di tiga lokasi yang diunggulkan.

Soppeng, Portalrakyat.com-Program pembangunan Madrasah Bilingual Sulawesi Selatan telah memasuki babak survei lokasi. Kementerian Agama sebagai inisiator program ini telah mendapat tawaran tiga lokasi yang berada di Kabupaten Soppeng.

Pihak Kemenag Sulsel bersama dengan Pemkab Soppeng telah melakukan survei di tiga lokasi yang diunggulkan hari ini. Hadir dalam peninjauan lokasi ini, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, Khaeroni, Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, dan dua pengusaha Perry Tristianto serta Wijaya Vishindas.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Khaeroni mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menyiapkan tempat yang statusnya siap pakai. "Kami mendapat tawaran tiga lokasi yang sama-sama layak, tinggal kita kaji mana yang lebih strategis," katanya saat meninjau lokasi di desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng, Sabtu,(27/3/2021).

Lokasi ini merupakan lereng pegunungan berketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Bupati Soppeng Kaswadi Razak berjanji akan melepaskan aset milik Pemerintah Kabupaten Soppeng seluas 25 hektare tersebut untuk digunakan sebagai Madrasah Program Kebahasaan Multilingual.

Alternatif kedua berada di Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Lahan ini merupakan area seluas 100 hektare yang kini berupa kebun yang berkontur perbukitan dengan ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Tanah ini merupakan aset pribadi bupati Soppeng yang siap dihibahkan sebagian sesuai keperluan pembangunan.

Kedua lokasi ini memiliki bentang alam perbukitan subur sehingga suasananya mendukung sebagai camp pembelajaran. Selain itu dalam jangka panjang lokasi tersebut juga akan dijajaki untuk dibangun wisata alam.

Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, mengaku akan menfasilitasi lokasi dan juga membantu pelepasan asetnya. Ia menyambut gembira apabila daerahnya dapat menjadi lokasi Madrasah Multilingual. Dengan adanya lembaga pendidikan bahasa yang menjadi rujukan nasional, ia berharap dapat menyuburkan iklim keilmuan di daerahnya serta memiliki multiplier effect secara ekonomi.

"Kami senang dapat menjadi tuan rumah madrasah bahasa pertama di Indonesia ini. Saya percaya ini investasi jangka panjang bagi pembangunan pendidikan anak-anak kita," katanya.

Madrasah program Kebahasaan Multilingual merupakan program yang diinisiasi Kementerian Agama Sulawesi Selatan. Gagasan ini telah mendapat dukungan berbagai instansi terkait, seperti Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Madrasah ini statusnya pengembangan dari Madrasah Aliyah Negeri yang sudah ada dengan penambahan program pembelajaran khusus Kebahasaan. Madrasah yang menerapkan edukasi alam ini akan dikelola secara profesional sebagaimana manajemen pengelolaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia yang kini telah dibangun di 20 kota di seluruh Indonesia.

Untuk tahap awal rencananya madrasah ini akan membuka lima program bahasa, yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Arab, dan Mandarin dengan kapasitas sekitar 500 siswa. Madrasah ini juga akan dilengkapi dengan pembelajaran sistem pesantren yang secara sinergis akan saling mendukung dengan sekolah formal dalam hal praktek penggunaan bahasa asing secara rutin.

Madrasah ini direncanakan akan menggunakan model seperti Kampung Multilingual (Summer Camp,) dengan skala yang lebih besar dan cakupan bahasa yang lebih luas.

Redaksi.

Senin, 01 Maret 2021

Viral Goyang Tik Tok Nurdin Halid Pasca Diamankan Nurdin Abdullah,Ini Klarifikasinya


Portalrakyat.com-Viral di grup WhatsApp, Ahad atau Minggu (28/2/2021), video mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel sekaligus mantan calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid goyang Tik Tok.

Dalam video berdurasi 10 detik, tampak Nurdin Halid sedang berada di dapur.

Dia mengenakan kaos warna kuning, warna kebesaran Partai Golkar dan sambil goyang, fungsionaris DPP Partai Golkar itu mengacungkan telunjuk kiri dan kanannya.

Sebagian warganet cocoklogi atas beredarnya video pendek itu.

Mantan Pelaksana Tugas Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Nurdin Halid juga menggunggah foto dan status di media sosial instagramnya, Minggu (28/2/2021) siang.

Politikus Partai Golkar itu menulis bahwa kebenaran bisa disembunyikan, namun kebenaran tidak pernah tersembunyi.

Ia juga menyertakan hastag #NH, #Golkar, dan #dekopin.
Belum diketahui apa maksud ataupun pesan yang ingin disampaikan Nurdin Halid melalui statusnya.

"Kebenaran bisa disembunyikan, tapi kebenaran tidak pernah tersembunyi. Selamat berakhir pekan semua para sahabat," tulisnya.

Dalam unggahan itu Nurdin Halid tampak mengenakan jaket hitam, celana hitam, hingga topi hitam.
Dalam suasana di belakang fotonya, mantan Ketua Umum PSSI itu tampak sedang berada di luar negeri.

Spekulasi berkembang.

Sejumlah pihak mengaitkannya dengan penangkapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulsel, Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Nurdin Abdullah kini menjadi tersangka dan ditahan di Rutan KPK.

Nurdin Halid dan Nurdin Abdullah sempat terlibat dalam rivalitas pada Pilgub Sulsel di tahun 2018.

Dalam suasana di belakang fotonya, mantan Ketua Umum PSSI itu tampak sedang berada di luar negeri.

Spekulasi berkembang.

Sejumlah pihak mengaitkannya dengan penangkapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulsel, Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Nurdin Abdullah kini menjadi tersangka dan ditahan di Rutan KPK.
Nurdin Halid dan Nurdin Abdullah sempat terlibat dalam rivalitas pada Pilgub Sulsel di tahun 2018.
Pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman memenangkan kontestasi politik 5 tahunan itu.

Nurdin Halid yang menjadi calon gubernur berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar kalah dan perolehan suaranya berada di urutan kedua.

Atas viralnya video itu, Nurdin Halid pun menyampaikan klarifikasi melalui akunnya di Instagram @nh_nurdin halid (verified).

Kata Nurdin Halid, video itu merupakan video lama, dibuat dalam rangka syukuran dan ulang tahun Partai Golkar di Makassar, Februari 2020.

Tak ada kaitannya dengan suka cita atas penangkapan mantan rivalnya di politik.
"Klarifikasi :

Terkait beredarnya di berbagai WAG yang memperlihatkan video saya (NH) yang sedang memperagakan tik tok, dengan disampaikan bahwa video tersebut merupakan video yang di rekam oleh keluarga saya di kediaman Jl. Mappala, Makassar beberap tahun lalu . Rekaman tersebut di buat sebagai salah satu rangkaian acara Tasyakuran dan HUT PARTAI GOLKAR yang di gelar oleh DPD I Partai Golkar Sulawesi selatan di Gedung CCC jalan Metro Tanjung Bunga pasa tanggal 8 Febrari 2020.

Video tersebut merupakan pengantar salah satu sesi acara tik tok bareng ketua umum DPP PARTAI GOLKAR dan Rombongan bersama dengan seluruh undangan.

Beredarnya video tersebut bertepatan dengan momentum kegiatan KPK yang menjadi Viral di Sulawesi selatan, sehingga banyak orang yang menghubung-hubungkan antara giat KPK tersebut dengan Video saya, Olehnya itu, dengan ini kami sampaikan bahwa Video tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan berita giat KPK yang viral di Sulawesi selatan, dan video tersebut bukan di buat khusus untuk hal tersebut. Olehnya itu, kami mohon pemakluman seluruh masyarakat agar dapat menyikapi hal tersebut dengan bijaksana.

Terima kasih."

Demikian klarifikasi Nurdin Halid.

Video itu dijadikan story di akun Instagram @fahimmuhajirr.

Pemilik akun lalu membubuhi tulisan "Adakah Sedekah 2M boskuu [emoji tertawa]" dan me-mention akun @nh_nurdinhalid.

Nurdin Halid kemudian mere-post story itu.red.

Sabtu, 28 November 2020

Legislator HJ Henny Latief Sosialisasi Rancangan Perda Tentang Ketentraman Dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat



Portalrakyat.com- Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra Dra. Hj.Henny Latif menggelar Konsultasi Publik terkait dengan rancangan peraturan daerah provinsi Sulsel tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta perlindungan masyarakat (Linmas) yang dilangsungkan di Ruang Gedung Triple 8 Riverside Resort, Minggu (29/11/2020).

Dalam kegiatan tersebut legislator berhijab dari partai besutan Prabowo Subianto ini menghadirkan narasumber dari akademisi dengan latar belakang tentara nasional Indonesia dari Universitas Pertahanan Jakarta Kolonel Drs. Andi Arman, S.Sos, M.Si serta Kasatpol PP pemerintah kabupaten soppeng mewakili kasatpol PP Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain kedua Narasumber juga hadir dari praktisi hukum Abdul Rasyid, SH, Asiniati Muin dan Asrianto selaku tim Perumus.

Dalam kesempatan itu Hj. Henny Latief menyampaikan bahwa konsultasi publik yang dilakukan ini adalah sebagai input atau sharing pendapat sebelum ditetapkan sebagai perda, sehingga dirinya berharap ada masukan dari para peserta, ujar Henny legislator Gerindra yang sudah memasuki periode keduanya sebagai anggota DPRD Sulsel.

Dikatakannya, Ini adalah acara pertama saya terkait dengan ranperda provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di kabupaten soppeng, ungkapnya.

Henny juga mengucapkan banyak Terima kasih kepada yang sempat hadir baik narasumber, tim perumus, NGO LSM, Jurnalis dan beberapa kepala Desa (Desa Jampu, Leworeng, Kampiri, Barang, Marioriaja dan Desa Kebo) serta tokoh masyarakat dan pemuda, tuturnya.

Sementara itu Narasumber Kolonel Andi Arman di kesempatannya mengatakan bahwa Kegiatan ini penting dilakukan sebelum penetapan Perda sebab tentu masyarakat berkepentingan karena menjadi dampak dari regulasi ini. Ujarnya.

Disela penyampaian materi Kolonel Andi Arman menuturkan bahwa dari fenomena yang ada di lapangan ketika terjadi penertiban peraturan perda, masyarakat jangan salah paham karena ketika keterlibatan TNI dan Polri dan hadir itu bukan TNI atau Polri yang menjadi komando di lapangan akan tetapi Kasatpol PP, paparnya.

"TNI dan Polri hanya diminta untuk membantu sesuai dengan aturan yang ada, terangnya.

Ditempat yang sama Drs.Andi Surahman, M.Si Kasat Pol PP pemerintah Daerah kabupaten soppeng mengungkapkan bahwa dirinya saat merumuskan ranperda ini juga hadir untuk memberi masukan sehingga ada beberapa pasal yang menjadi masukan untuk dimuat dalam ranperda ini, ungkapnya.

Dijelaskan, Dalam konsultasi publik tentang Ranperda ini semestinya Kasat Pol PP provinsi Sulawesi Selatan yang hadir namun karena dia adalah senior saya di APDN (IPDN red) dan memerintahkan untuk mewakili sehingga saya hadir disini sebagai pemateri, terangnya.

Andi Surahman menjelaskan bahwa Perda itu diterapkan karena adanya perjanjian yang tertulis, katanya.

Dikatakannya, Suatu peraturan dibuat untuk menciptakan ketentraman dalam masyarakat, coba bayangkan jika tak ada aturan bagaimana kondisi dalam masyarakat. Tandasnya.

Dipaparkan Andi Surahman bahwa ada tempat Area publik yang menjadi kewenangan Provinsi sehingga dalam penerapan Perda biasanya ada surat kerja sama ketika penerapan Perda itu dilakukan di daerah.

Untuk diketahui dalam ranperda tersebut telah diatur beberapa pasal terkait dengan penggunaan fasilitas umum, baik trotoar, jalan, bantaran sungai dan lain sebagainya.

Terakhir dari praktisi hukum dan tim perumus memberikan masukan terkait dengan ranperda yang berada pada konsideran agar kiranya diperhatikan aturan-aturan yang terkait, baik tentang informasi publik, sanksi hukum dan atau sanksi sosial.

Kamis, 06 Februari 2020

MoU BPN-Kejati Langkah Baik Percepatan Pembangunan


Portalrakyat.com, Makassar (Sulsel) -  Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BpN) Provinsi Sulsel dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Negeri Sulsel dan BPN Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulsel dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten/Kota Se-Sulsel melakukan penandatanganan kerjasama tentang Koordinasi dan Kerjasama Pelaksanaan Tugas dan Fungsi dalam rangka Penegakan Hukum dan Pemulihan Aset di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata ruang, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (6/2).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menghadiri penandatangan mengaku sangat mendukung langkah ini. Menurutnya kegiatan kerjasama tersebut sangat membantu pemerintah Kabupaten dalam proses pembebasan lahan baik proyek-proyek maupun kepastian hukum untuk mempercepat pembangunan khususnya di Kabupaten Gowa.

"Tentu kami sangat mendukung, apalagi banyak sekali proyek strategis yang akan kita lakukan seperti pembangunan bendungan yang tentunya membutuhkan pembebasan lahan. Disinilah peran BPN dan Kejati yang akan mengawal kita dalam proses pembangunan tersebut," ungkapnya.

Adnan sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang ditindaklanjuti oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui kerjasama anatara BPN dan Kejaksaan.

"Ini kolaborasi yang sangat baik karena BPN yang akan membantu dalam pemulihan aset, dan kejaksaan sebagai legalitas hukum," pungkasnya.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan kerjasama ini merupakan sebuah langkah awal dalam mendorong percepatan pembangunan, terutama seperti proyek-proyek strategis nasional yang ada di kabupaten/kota se-Sulsel.

"Saya kira dengan MoU ini akan mempercepat langkah kita lagi. Terutama dalam rangka mendorong percepatan pembangunan Sulawesi Selatan. Ke depan dengan MoU ini akan lebih dimudahkan langkah kita," ungkapnya.

Menurut Nurdin Abdullah masalah tanah kerap terjadi hampir semua pada proyek strategis Pemprov Sulsel maupun proyek nasional dan kabupaten/kota. Sehingga kerjasama ini dinilai sebuah langkah awal dalam mendorong percepatan pembangunan, terutama seperti proyek-proyek strategis nasional yang ada di kabupaten/kota se-Sulsel.

"Masalah tanah selalu menjadi masalah klasik dalam proses pembangunan, sehingga diharapkan proyek strategis nasional bisa terselesaikan dengan cepat itu karena kolaborasi kita," jelas Nurdin.

Ditempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar mengaku, Kejati Sulsel adalah bagian dari Pemprov Sulsel untuk mendukung dan membebaskan lahan serta membantu legalkan secara hukum. 

"Permasalahan pertanahan sangat penting dalam rangka mempercepat proses pembangunan dan invetasi, sehingga program pemerintah dalam tata ruang harus didukung secara bersama khususnya program PTSL, TORA, fungsi lahan kawasan strategis daerah, dan pengadaan tanah," ungkapnya.

Sehingga dirinya bersama jajaran kejaksaan siap mengkawal seluruh proses percepatan pembangunan yang berhubungan dengan kerjasama ini sebagai pengacara negara yang ditunjuk untuk legalitas hukum.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati/Walikota se-Sulawesi Selatan, Kepala BPN se-Sulsel, dan Kejaksaan Negeri se-Sulsel.(NH)

Rabu, 05 Februari 2020

Polisi Kejar Jaringan Pelaku Joki Seleksi CPNS di Makassar


Portalrakyat.com, Makassar -  Setelah menangkap dua joki seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Ham Sulawesi Selatan, FA, 23 dan AS, 23. Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar kini mengejar jaringan kedua pelaku.

"Indikasinya begitu (ada jaringan), saat ini masih kita kembangkan," kata Kanit 3 Tipiter Reskrim Polrestabes Makassar, Iptu Ali Hairuddin, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

Ali Hairuddin mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait jaringan kedua joki seleksi CPNS ini, karena mereka didatangkan oleh seseorang yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Penyelidikan terhadap jaringan joki seleksi CPNS itu berdasarkan identitas pemesan yang saat ini telah diketahui oleh penyidik.

"Inilah sementara kami lakukan pengembangan dan berdasarkan identitas yang memesan ini kita kembangkan dan ditindaklanjuti," terang Ali.

Kedua joki didatangkan dari Pulau Jawa oleh seseorang berinisial, W dengan alasan mengajar dalam rangka persiapan seleksi CPNS, hanya saja, saat tiba di Makassar, W membujuk keduanya menjadi joki.

Tawaran W itu diikuti dengan iming-iming uang sebesar Rp10 juta jika keduanya bersedia menggantikan dua warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dalam seleksi CPNS, Agar lebih meyakinkan kedua joki, W memberikan uang muka.

"Mereka baru terima akomodasi, masing-masing itu Rp1,8 juta dan dijanjikan uang sebesar Rp10 juta, jika lulus," ungkap Ali.

Kedua pelaku sebelumnya diringkus saat mengikuti tes ujian CPNS di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Baringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 4 Februari 2020 kemarin. Keduanya diringkus saat diwawancarai tim seleksi lantaran tak tahu bahasa daerah yang digantikan. (Med/Red). 

Minggu, 02 Februari 2020

Adnan Titip Harapan Ke Pengurus DPD KNPI Sulsel


Portalrakyat.com - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang sekaligus Wakil Ketua Bidang Hubungan Dalam Negeri Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hadir di Pelantikan Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Sulawesi Selatan.

Nurkanita Maruddani Kahfi dilantik sebagai Ketua DPD KNPI Sulsel bersama pengurus lainnya oleh  Ketum DPP KNPI, Noer Fajrieansyah di Plaza Lakipadada, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl. Jenderal Sudirman, Makassar, Sulsel, Minggu (2/2) malam.

Adnan selaku salah satu pengurus di KNPI Pusat menitip harapan agar KNPI yang baru dilantik mampu menjalankan mandat dan mendorong kemajuan pemuda di Sulsel.

"Kami ucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Ketua dan para Pengurus DPD KNPI Sulsel, semoga para pengurus yang merupakan generasi milenial ini dapat memberikan kontribusi dan karya-karya terbaiknya bagi kemajuan daerah Sulawesi Selatan khususnya pada bidang kepemudaan," harap Adnan.

Pada kesempatan ini juga dilakukan launching aplikasi pemuda sekaligus website KNPI Sulsel. "Kita launching aplikasi pemuda sekaligus website yang menjadi hal baru dalam KNPI Sulsel. Ini untuk mengantar pemuda ke revolusi industri 4.0," kata Ketua DPP KNPI Sulsel, Nurkanita Maruddani Kahfi.

Gubernur Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengatakan, setelah mendengarkan laporan dan pemaparan program dari Nurkanita dan juga sambutan Noer Fajrieansyah, ia optimis sinergi percapatan pembangunan dengan melibatkan pemuda dan organisasi pemuda dapat tercapai.

"Selamat kepada Adinda Kanita bersama seluruh jajaran pengurus yang baru saja dilantik, mudah-mudahan ini adalah langkah baik, untuk terus mendorong sinergi di Sulawesi Selatan," kata Nurdin Abdullah.

Pelantikan ini turut dihadiri Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal (TNI), Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Kajati Sulselbar, Firdaus Dewilmar, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat serta pengurus DPP KNPI.(*)

Kamis, 23 Januari 2020

Dr. H. Amran Mahmud Hadiri Pertemuan dan Arahan Ketua KPK RI di Makassar

Foto : Dr. H. Amran Mahmud kelima dari kiri

Portalrakyat.com, Makassar - Acara pengarahan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri kepada Forkopimda tingkat I dan II beserta pejabat penyelenggara negara di Provinsi Sulsel, yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (23/1/2020).

Acara ini di hadiri oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si

Tak hanya kepala daerah, pertemuan dengan pimpinan KPK itu juga akan dihadiri seluruh sekretaris daerah (sekda) Se-Sulsel. Kepala Kejaksaan tinggi (Kejati), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari).

“Semua pimpinan OPD Pemprov, Kemudian Kakanwil pertanahan, forkopimda, itu pesertanya semua. Pesertanya kurang lebih 300 an lebih, dipusatkan di ruang pola kantor Gubernur. Jam 9 pagi,” sebut Salim AR Kepala Inspektorat Sulsel.

Dikatakan juga kalau kunjungan pimpinan KPK. Akan dihadiri Bupati, Walikota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Se-Sulsel.

“Jadi sasarannya strategi pencegahan korupsi dalam penyelenggaran pemerintah daerah. Iya memang agendanya khusus ke Sulawesi Selatan," jelasnya.

Dalam arahan Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov dan Pemkab/Pemkot di wilayah Sulsel atas keberhasilannya dalam mengamankan aset daerah.

“Hari ini saya ingin mengucapkan terima kasih, pertama kepada provinsi Sulawesi Selatan, dimana sudah bisa mencapai prestasi antara lain dalam rangka penataan aset kurang lebih Rp7,4 triliun, dan seluruh Sulawesi Selatan kurang lebih Rp21 triliun," ungkap Firli Bahuri

Dikatakan juga kalau akan lebih konsen untuk menertibkan aset, karna selama ini banyak laporan yang masuk di KPK mengenai aset, terutama aset kendaraan.

“Saya datang di suatu provinsi, begitu saya datang saya akan umumkan pejabat yang tidak mengembalikan kendaraan dinas, besok langsung kembali semua, dari nol menjadi 600 mobil kembali semua. Begitu juga penertiban gedung, lahan, negara kita kembalikan,” ungkapnya.

Firli juga mengapresiasi kekompakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta seluruh unsur Forkopimda di wilayah Sulsel.

“Hari ini semua kursi penuh, tidak ada yang kosong. Ini menunjukkan bahwa Gubernur Sulawesi Selatan dan seluruh Forkompinda kompak. Kenapa kita kumpul di sini, karena kita satu tujuan. Kalau tidak sama, kita tidak datang ke sini. Kita sama karena kita tidak bisa terlepas dari tujuan negara,” ujarnya.

“Tujuan nasional Indonesia diantaranya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan nasional Indonesia juga meliputi memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Foto : Bupati Wajo paling kiri (baju keki) 

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud yang dikonfirmasi via WA terkait acara ini menyampaikan bahwa Wajo berkomitment untuk mengawal arahan Ketua KPK termasuk mengawal program prioritas Presiden RI.

"Adapun arah pembangunan 2019-2024 yaitu pembangunan SDM, Pembangunan infrastruktur, Penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi itu merupakan lima arah pembangunan Presiden yang sudah kita laksanakan sebagian selama setahun kepemimpinan kami," jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. (red). 

Sabtu, 05 Oktober 2019

Wagub Sulsel Andi Sudirman Hadiri HUT TNI Ke 74, TNI Solid NKRI Harga Mati


PORTALRAKYAT.COM,  Makassar (Sulsel) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri upacara parade peringatan HUT TNI Ke-74 di Taxy Way Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (5/10). 

Dengan Mengusung tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat, acara tersebut dipimpin oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jendral TNI Surawahadi.
Pada peringatan HUT TNI ke 74 ini Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada TNI dalam memberikan keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Saya pribadi atas nama rakyat Indonesia serta atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan Dirgahayu TNI ke-74, TNI profesional, kebanggaan rakyat Indonesia. TNI solid, NKRI harga mati,” ucap Andi Sudirman saat di wawancarai dalam peringatan HUT TNI ke 74 di lanud Hasanuddin.

Selain itu, Wagub Sulsel berharap sinergitas TNI bersama Pemprov Sulsel dan juga Polri bisa ditingkatkan. Sehingga ke depan di Sulsel bisa lebih kondusif.

“Kita memiliki visi dan misi yang sama yakni menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Sulawesi Selatan yang sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge” ujar Andi Sudirman Sulaiman

Selain defile dan parade alutsista, Pada HUT ke-74 TNI ini Inspektur upacara memberikan satya lencana 24 tahun ke beberapa prajurit TNI dari Presiden RI Bapak Joko Widodo.

Berdasarkan pantauan, PJ Walikota Makassar, Kapolda Sulawesi Selatan, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Pangkoops II, Danlantamal VI, Pangkosek II, Danlanud Hasanuddin dan sejumlah bupati, anggota DPRD serta rektor universitas  hadir dalam acara tersebut.(*)

Jumat, 04 Oktober 2019

Nurdin Abdullah Gelar Ramah Tamah Bersama Anggota DPR-DPD RI Terpilih Asal Sulsel


PORTALRAKYAT.COM, Jakarta - Gubernur Sulawesi-Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah yang melakukan kunjungan ke Jakarta menggelar malam ramah tamah bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Sulsel yang baru saja terpilih di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).

Selain amggota DPR dan DPD yang terpilih, juga hadir Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat Gani, Direktur Pelindo IV Farid Padang, Kajati Sulsel Firdaus Delwilmar, pengurus dan tokoh-tokoh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jabodetabek. 

"Alhamdulillah malam ini kita hadir sebenarnya di samping ramah-tamah, ini bentuk kesyukuran kita semua," kata Nurdin Abdullah.

Ia menyampaikan awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan di Makassar tetapi mengingat mereka baru dilantik dan tentu akan memiliki agenda yang banyak dan padat di Jakarta. Untuk itu Nurdin mengucapkan selamat. Hal ini juga ditujukan pada anggota DPRD kabupaten/kota dan provinsi yang juga baru saja dilantik. 

Nurdin menyampaikan bahwa, mereka memiliki peranan penting. Bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga untuk Sulsel.

"Saya meyakini, bahwa Sulawesi Selatan ini tentu kita butuh percepatan pembangunan kalau kita tidak bersama-sama menyatukan langkah kita, menyatukan visi kita, menyatukan hati kita. Saya yakin kita agak sulit untuk melakukan percepatan," sebutnya. 

Di forum ini, Gubernur juga menyebutkan dan berharap akan kembali dipertemukan untuk menjelaskan seperti apa misi Pemprov Sulsel dalam membangun Sulsel. 

"Terima kasih atas kesediaannya untuk hadir. Semoga di lain waktu kita akan ketemu kembali, apakah di sini atau di Makassar. Kami akan memanfaatkan momen reses nanti jika ada kunjungan ke Sulawesi Selatan," ungkapnya.(*)

© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved