-->

Selasa, 22 September 2020

Maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Terhadap Protapkes Dalam Pilkada 2020



Portalrakyat,com-Kadivhumas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si, melaksanakan Press Realease Perihal; "Maklumat Kapolri Nomor : Mak / 3 / IX / 2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 ", di Lantai 1 (satu) Lobby Gedung Bareskrim Polri, Senin, (21/09/2020) siang

Press Release tersebut para jurnalis dari Media Nasional, baik Media Elektronik, Cetak dan Media Online , selain itu juga disiarkan Live media sosial Divhumas Polri meliputi Youtube, Instagram, Facebook dan Twitter.

Saat Ditemui. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, menjelaskan Press Release Kadiv Humas Polri tersebut, bahwa Pada tanggal 21 September 2020, Kapolri mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020

Ditambahkan, Maklumat sebagai langkah nyata “Salus Populi Suprema Lex Esto” bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi

Selanjutnya, Kadiv Humas juga menerangkan bahwa beberapa hal, terkait dikeluarkannya maklumat Kapolridengan nomor : Mak/3/IX/2020 tanggal 21 September 2020 tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020

Disebutkan pula, Penahapan Pilkada sudah dimulai, pada tanggal 4-6 September 2020, pendaftaran paslon sudah dilaksanakan, namun dalam pelaksanaan pendaftaran, banyak ditemukan pendaftar dan pendukung yang tidak melaksanakan protokol kesehatan

Selain itu juga, Sesuai dengan arahan bapak Presiden pada tanggal 7 September 2020 bahwa harus mewaspadai 3 klaster corona yaitu kantor, keluarga dan Pilkada, maka Kapolri mengeluarkan dengan nomor : Mak/3/IX/2020 tanggal 21 September 2020 tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020

Kadiv Humas mengatakan Maklumat ini dikeluarkan guna menekan penyeberan Covid-19 di dalam klaster Pilkada 2020. Adapun isi dari Maklumat Kapolri tersebut adalah sebagai berikut :

a. Dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19;

b. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait pada setiap tahapan pemilihan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;

c. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan;

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan pemilihan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.

Kadiv Humas juga menegaskan Setiap anggota Polri akan memberikan tindakan tegas kepada setiap orang yang melanggar protokol kesehatan sesuai dengan maklumat Kapolri ini. Tindakan tegas tersebut bisa menggunakan UU Karantina, UU Kesehatan dan KUHP.

“Ya Seluruh anggota Polri diharuskan untuk menyosialisasikan Maklumat Kapolri ini,”kata Kabid Humas Polda Sulsel, Selasa (22/09) saat ditemui di kantornya

Senin, 12 Oktober 2020

Pertemuan Dalam Rangka Dimulainya Pembelajaran Tatap Muka, Sebanyak 16 Sekolah Akan Uji Coba



Portalrakyat.com-Pertemuan dalam Rangka perencanaan akan dimulainya pembelajaran Tatap muka, di ruang rapat Disdik Kabupaten Soppeng Senin 12/10/2020.

Kegiatan ini dihadiri,Sekda Soppeng H.Andi Tenri Sessu,Kadis Kesehatan,BPBD,Korwas,Pengawas TK,SD dan SMP,para UPTD Dikbud Kecamatan, Kordinator Pemilik PLS,serta ketua MKKS SMP.

Kadis Pendidikan Drs. H. Muh.Asis.M.Si dalam sambutannya mengatakan, pembelajaran terbaik dilakukan di sekolah dengan metode tatap muka, sehingga pada kesempatan ini kami memanggil seluruh Kordinator serta pengawas di setiap kecamatan untuk melakukan pembahasan mengenai hal ini.



"Dan yang lebih penting nanti pak Sekda akan menyampaikan beberapa metode yang harus di cermati,serta pihak dari Kadis Kesehatan menyampaikan tentang masalah protokol kesehatan,ungkapnya.

Sementara itu Sekda Soppeng Drs.H.Andi Tenri Sessu.M.Si dalam sambutannya berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan di Kab.Soppeng, itu di dasari situasi kondisi Covid - 19, satu satunya Kabupaten yang zona hijau di Sulawesi Selatan hanya Kabupaten Soppeng.

Dari 204 kasus yang pernah ada Alhamdulillah berhasil kita tekan, dan ini sudah berjalan hampir sudah 3 Minggu ini di akibatkan atas kepatuhan kita semua untuk menjalankan protokol Kesehatan."ujar Sekda.

Hasil rapat kita ini nantinya akan saya sampaikan pada rapat gugus tugas jadi ini merupakan rapat awal kita untuk pelaksanaan kegiatan kita selanjutnya.

Lanjut Sekda Ada 16 sekolah dari daerah pinggiran kota yang akan kita coba dulu setelah beberapa Minggu kemudian kalau tidak terjadi apa apa maka kita akan tarik lagi atau masuk sekolah yang lain, ini merupakan gambaran awal dalam rangka melakukan kebijakan dalan kondisi pandemi Covid - 19 ini."jelasnya.

Selanjutnya Kadis Kesehatan Sallang M.Kes menjelaskan terkait kondisi perkembangan Covid 19 yang ada di Soppeng.

Dan Soppeng merupakan Kabupaten yang pertama di Indonesia yang memiliki alat pendeteksi Covid itulah yang menjadi rujukan dari 3 Kabupaten tetangga."
ucapnya.

Kadis Kesehatan juga menjelaskan dari 8 Kecamatan ada sebahagian Desa yang terdeksi tidak ada Covid jadi apakah kita nantinya mulai dari situ.

Sebab ada 3 Desa yang memang perlu mendapat prioritas diantaranya Desa Umpungeng, Desa
Mattabulu dan Desa Bulu'E ketiga Desa tersebut memiliki karakteristik yang jauh beda dengan kehidupan di perkotaan"tutup Kadis Kesehatan

Rabu, 25 Maret 2020

Tindak Lanjut Maklumat Kapolri, Polres Jakbar Bubarkan Kerumunan Massa


Portalrakyat.com Jakarta, Pasca dikeluarkannya Maklumat Kapolri, 3 Pilar Kecamatan Tambora  (TNI/POLRI/PEM. KECAMATAN) setiap hari baik siang dan malam Aktif menyampaikan himbauan kepada warga masyarakat untuk menghindari kerumunan dan mengajak secara bersama-sama untuk melakukan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Yang makin meluas. 


Tadi malam (Selasa, 24/03/2020) dan siang ini (25/03/2020) kembali kami secara terpadu melibatkan 3 Pilar melakukan langkah2 Pencegahan melalui Himbauan Edukasi serta pembubaran terhadap beberapa kelompok masyarakat yg berkerumun di beberapa titik dengan tujuan yang tidak jelas, antara lain di ;

1.  RPTRA Kalijodo Jl. P. Tubagus Angke, Tambora.
2. Depan Mall Seasons City, Jl. Latumenten, Jembatan Besi Tambora.Jakbar.
3.  Jl. Kalibesar Barat, Roa Malaka Tambora, Jakarta Barat.
4. Jl. KH. Mansyur Pasar Mitra Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.
5. Jl.TB Angke, Rel kereta api angke Tambora Jakarta Barat ujarnya

Iver menjelaskan dengan jumlah penduduk Kec.Tambora yang sangat padat yaitu sekitar 250-an ribu jiwa maka tentunya upaya Pencegahan dan Edukasi Yang dilaksanakan oleh unsur 3 Pilar  tidak akan maksimal tanpa peran serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

Untuk itu kami mengajak seluruh RW, RT, LMK, FKDM serta Seluruh Lapisan masyarakat se Kecamatan Tambora untuk bahu membahu bersama-sama mengeroyok langkah2 yang dilakukan pemerintah baik tingkat Pusat, Provinsi, Walikota dan Kecamatan Tambora dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Virus Corona.

Kapolsek Tambora Kompol Iversoon Manosoh juga mengingatkan bahwa dampak  yang akan kita alami dan rasakan nanti akan sangat tergantung dari Kepatuhan kita semua pada Instruksi Pemerintah Yang sudah kita ketahui bersama.

Di tahap awal ini kami masih mengedepankan langkah2 persuasif dan meminta dengan kesadaran agar seluruh warga masyarakat mematuhi Himbauan Pemerintah.

Apabila Himbauan dan langkah2 scr persuasif ini telah dilakukan scr maksimal namun tidak diindahkan, maka kami sebagai Penegak Hukum tidak akan segan2 untuk melakukan tindakan Hukum demi kepentingan yang lebih besar yaitu terpeliharanya Kamtibmas serta terjaminnya keselamatan jiwa Seluruh warga masyarakat dari penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang makin meluas, dengan mengacu pada bbrp ketentuan hukum, antara lain Pasal 14 ayat 1 UU No.4 Tahun 1984 ttg Wabah Penyakit Menular, “_Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)._
Ayat 2 ;
Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

UU 6 tahun 2018 Ttg Kekarantinaan kesehatan;
Pasal 59;
(1) Pembatasan Sosial Berskala Besar merupakan bagian dari respons Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.
(2) Pembatasan Sosial Berskala Besar bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu.
(3) Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi:
a. peliburan sekolah dan tempat kerja;
b. pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau
c. pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.
(4) Penyelenggaraan Pembatasan Sosial Berskala Besar berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Pasal 93 ;
Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Pasal 152 UU 
Nomor 36 tahun 2009 ttg Kesehatan;
Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular serta akibat yang ditimbulkannya untuk melindungi masyarakat dari tertularnya penyakit, menurunkan jumlah yang sakit, cacat dan/atau meninggal dunia, serta untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat penyakit menular.

Pasal 212 KUHP berbunyi :_
“Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
Kaitannya dengan pasal 214 KUHP, jika hal tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih maka ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara.

Pasal 216 ayat (1) berbunyi :
“Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.”

Pasal 218 KUHP berbunyi :
“Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah”.
Ujarnya.

( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

Selasa, 18 Mei 2021

Setelah Pelaksanaan Ops Ketupat 2021 Berakhir Pada 17 Mei, Polres Soppeng Bersama Instansi Terkait Melanjutkan Kegiatan Rutin (KRYD)

Portalrakyat.com-Setelah pelaksanaan Ops Ketupat 2021 berakhir pada 17 Mei, Polres Soppeng bersama Instansi terkait melanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang ditingkatkan ( KRYD ) di wilayah Kab. Soppeng, Rabu 19 Mei 2021.

Guna memastikan para personil yang bertugas di Posko pengamanan dalam keadaan sehat dan bebas dari Covid - 19, Polres Soppeng bekerja sama PRC Puskesmas Marioriwawo melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada personil gabungan yang terdiri dari TNI - Polri, Dishub, Satpol PP, Damkar serta Dinas kesehatan.

Kegiatan pemeriksaan dipantau langsung oleh Wakapolres Soppeng Kompol H. Muhiddin Yunus S.H M.H, bersama Kadishub Soppeng Hamzah Hola S.Sos M.Si, Kbo Sat Langas, Paur Subbag Humas serta Kapolsek Marioriwawo.

Wakapolres Soppeng Kompol Muhiddin Yunus S.H M.H dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa "kunjungan ke Posko Pam Marioriwawo ini dalam rangka mengecek langsung personil yang bertugas, selain mengecek personil, dalam kegiatan juga meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan guna mengantisipasi Covid - 19 khususnya kepada para personil yang bertugas dilapangan".Ujarnya.

"Pemeriksaan Kesehatan ini untuk meyakinkan kesehatan para personil yang melaksanakan tugas dalam keadaaan sehat".Jelasnya

Selain personil, pemeriksaan kesehatan juga dilaksanakan kepasa masyarakat pengguna jalan.

Untuk diketahui Posko penyekatan Mudik dan Ops Ketupat 2021 berakhir pada 17 Mei yang dilanjutkan dengan KRYD dengan mekanisme yang sama di 4 Posko yaitu Posko terpadu Kec. Lalabata, Kec. Marioriwawo, Kec. Lilirilau dan Kec. Marioriawa.

Andi kamal

Sabtu, 12 September 2020

Komisioner KPU Musakkir Benarkan Pemeriksaan Kesehatan Bakal Calon Sesuai Tahapan Diatur PKPU



Portalrakyat,com-Dalam rangka pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng telah melaksanakan beberapa tahapan seleksi pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Soppeng.

Salahsatunya menggelar tes kesehatan bagi bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Soppeng di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (9/9/2020).

Pemeriksaan tersebut, dalam rangka kelanjutan tahapan pendaftaran bakal pasangan calon yang digelar pada tanggal 11-18 September 2020 di Kantor KPU lalu.

Komisioner KPU Soppeng melalui Divisi Tekhnis Penyelengga Musakkir mengatakan mengungkapkan jika pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sesuai dengan tahapan yang diatur di dalam PKPU,ungkapnya,Sabtu 11/9/2020.

"Sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

Bahkan Lanjut Komisioner KPU menyebutkan jika pemeriksaan kesehatan bagi bakal pasangan calon dilakukan dari tanggal 11-18 september 2020.

"Tes Kesehatan ini adalah bentuk upaya dari KPU untuk memastikan seluruh calon bupati dan wakil bupati sehat jasmani, rohani, dan bebas dr penyalahgunaan narakotika sebagai salah satu syarat yg harus dipenuhi oleh seluruh calon pada Pilkada tahun 2020,

Musakkir menjelaskan,di hari pertama pemeriksaan kesehatan itu melewati berbagai proses dan tahapan,awalnya dites usap selanjutnya diambil darah untuk pemeriksaan general.

Masih banyak tes selanjutnya,namun semoga tes ini berjalan lancar,"kita tunggu hasilnya saja, tutup Komisioner KPU.

Diketahui,Pasangan Akar-LHD dapat dukungan semua Partai Politik dan dipastikan melawan kolom kosong Pilkada 2020 Kabupaten Soppeng.



Jumat, 14 Mei 2021

Melalui Dokkes Polres Soppeng Cek Kesehatan Personil Di Pos Penyekatan Mudik

Potalrakyat.com-Polres Soppeng Soppeng melalui Dokkes terus memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan untuk personil yang bertugas di Pos Pam penyekatan Mudik Ops Ketupat 2021.

"Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan TTV, pemberian cairan Handsanitizer dan pemberian masker kepada Personil

Polres Soppeng yang tengah bertugas", ungkap Wakapolres Soppeng Kompol Muhiddin Yunus, pada Jumat 14/5/2021.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi personil yang bertugas, selain pemeriksaan kesehatan untuk personil Polri, Dokkes Polres Soppeng juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi personil TNI Kodim 1423, dan Personil Pol PP serta Dishub Pemkab Soppeng yang bertugas di Pos Penyekatan Mudik, tutupnya.

Andi kamal

Selasa, 11 Mei 2021

Tim Dokkes Polres Soppeng Cek Kesehatan Anggota Pos Jaga OPS Ketupat 2021


Soppeng,Jurnalta.com-Tim Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Soppeng memeriksa kesehatan personel Polres Soppeng, anggota Pos Pengamanan dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Pehubungan dan instansi lainnya yang sedang bertugas dalam Operasi Ketupat 2021, Selasa, Tanggal 11 Mei 2021.

Upaya ini untuk menjaga kesehatan dan kebugaran serta mencegah penularan wabah virus Covid-19.
Diketahui kegiatan tersebut meliputi,protokol kesehatan berupa pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan TTV, pemberian cairan Handsanitizer dan pemberian masker kepada Personil Polres Soppeng yang sedang melaksanakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Pos batas wilayah Soppeng dalam rangka Operasi Ketupat 2021.

Andi Kamal.

Selasa, 30 Maret 2021

Pemprov Sulsel Izinkan Shalat Tarwih Berjamaah di Masjid,Namun Ada Syaratnya

PLT Gubernur Sulsel/Andi Sudirman Sulaiman

Makassar,Portalrakyat.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pelaksana Tugas Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman kini memperbolehkan warganya untuk melaksanakan salat tarawih secara berjemaah di masjid selama bulan Ramadan.

"Sekarang kan kita sudah mulai beradaptasi kebiasaan baru, memperbolehkan aktivitas namun tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya, Selasa 30 Maret 2021.

Dilansir dari media sebelumnya,Galigo.id,Menurut Andi Sudirman, keputusan ini diambilnya usai berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelang Bulan Suci Ramadan pada April 2021 mendatang.

Selain salat tarawih, Pemprov Sulsel juga telah mengizinkan salat Idul Fitri secara berjemaah.

Andi Sudirman lantas mengingatkan agar para pengurus masjid untuk tetap memperketat protokol kesehatan sebelum masjid dibuka.

"Harus perketat protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, jaga jarak, serta mengurangi kapasitas jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas biasanya," ucap dia.

Hal ini sebagai upaya untuk mencegah dan menekan penularan Covid-19. Plt Gubernur juga telah menginstruksikan untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi tokoh agama, seperti Ustad, Imam Masjid, pengisi ceramah, marbot, dan guru mengaji.

"Mereka akan banyak berinteraksi dengan orang banyak di bulan Ramadan. Vaksinasi diharapkan bisa diberikan kepada tokoh agama lainnya seperti pendeta," kata dia.

Terpisah, Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin, menyebutkan, protokol kesehatan merupakan hal paling pokok ketika ingin melaksanakan salat tarawih di masjid.

“Sebagian besar masjid sudah boleh melaksanakan. Tinggal bagaimana melaksanakan fungsi 3M," kata dia.

Prof Ridwan menegaskan seluruh pengurus masjid agar mengawal protokol kesehatan kepada masyarakat. Mereka diwajibkan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak di masjid.

Andi Kamal.

Kamis, 28 Januari 2021

3960 Vaksin Covid 19 Tiba Di Soppeng,Kadis Kesehatan: Prioritas Tenaga Medis


Portalrakyat.com-Dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian Vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Soppeng, sekitar pukul 17.00 WITA. Vaksin tersebut langsung dibawa di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Kamis (28/1/2021).

Agussalim selaku Penanggung Jawab Wasor Imunisasi Dinas Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan, bahwa distribusi Vaksinasi ke Kabupaten tersebut terbagi 3 tim.

Untuk kami ini khusus mengantar ke Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo. Vaksin yang kami bawa ke Soppeng ini sebanyak 2 Koli dengan jumlah 3960 dosis.

Sementara Kadis Kesehatan Kab.Soppeng, Sallang M.Kes, mengatakan jumlah Vaksin yang kami terima sore ini sebanyak 3960 dosis.

Untuk tahap pertama di prioritaskan pada petugas kesehatan baik dokter, perawat, bidan dan semua yang berkecimpung dengan tempat pelayanan kesehatan, Puskesmas dan Rumah sakit.

Adapun tempat penyaluran Vaksinasi nantinya di seluruh Puskesmas temasuk Rumah Sakit. Insya Allah kami rencanakan Vaksinasi ini akan di mulai Senin depan.

Kami harap penyaluran Vaksin nantinya berjalan dengan lancar, semoga Covid-19 ini bisa kita kendalikan sehingga kita dapat kembali beraktivitas seperti dulu.

Turut hadir, Kabag Ops Polres Soppeng, Kasat Pol PP dan PMK, Juru Bicara Satgas Covid-19.

Andi Kamal

Rabu, 20 Januari 2021

Pimpin Rakor Bupati Soppeng Ingatkan Klaster Pengantin,Begini Tinjauannya


Portalrakyat.com-Rapat koordinasi tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19, berlangsung di Aula Kodim 1423 Soppeng, Rabu 20/01/2021.

Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak yang memimpin rakor tersebut menjelaskan tentang masalah teknis dalam pemberlakuan mekanisme penanganan Virus Corona (covid-19) khususnya di Acara resepsi pernikahan.

Disebutkan bahwa klaster pernikahan dapat dikendalikan tanpa mengurangi maksud dari acara resepsi pernikahan.

“Terpenting, protokol Kesehatan tetap diperhatikan, membatasi pengantar erang-erang dan undangan diatur waktunya sehingga tamu tidak datang bersamaan,” ucap Andi Kaswadi Razak.

“Tuan rumah hanya menyiapkan nasi dos dan setelah tamu selesai memberikan ucapan selamat kepada mempelai, tamu diharap meninggalkan lokasi pernikahan,” ucapnya lagi.

Untuk penjelasan Kapolres Soppeng AKBP Mohammad Roni Mustofa bahwa kebijakan untuk masyarakat melaksanakan hajat pernikahan merupakan salah satu penyumbang timbulnya klaster baru karena tidak dapat dikontrol terkait penerapan Protkes.

“Kami sepakat dengan kebijakan baru untuk masyarakat yang ingin melaksanakan hajat pernikahan dan ini perlu ditindaklanjuti mulai dari camat hingga kades agar penerapan protokol kesehatan diseragamkan,” kata AKBP Mohammad Roni Mustofa.

Lanjutnya bahwa beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yaitu mensosialisasikan kebijakan Pemerintah tentang pelaksanaan hajat pernikahan agar tetap mematuhi Protokol kesehatan yakni setelah mengucapkan selamat ke mempelai maka jamuan makan diganti dengan menggunakan Nasi Dos/Kotak, Mengurangi penggunaan kursi.

“Jika ada yang melanggar akan diberikan teguran atau sanksi,” sebut Kapolres Soppeng.

“Mohon laksanakan kebijakan ini untuk keselamatan kita dan masyarakat Kabupaten Soppeng,” sebutnya lagi.

Sementara, Dandim 1423 Soppeng Letkol.Inf.Richard Maribor Butarbutar menyampaikan bahwa masalah hajat pernikahan harus diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana menerapkan Protokol Kesehatan.

“Kalau pengantin yang berasal dari luar daerah maka harus mengantongi surat bebas covid-19,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan kegiatan rapat umum pesertanya dibatasi serta harus membuat rekomendasi kalau ada kegiatan dan kegiatan penertiban tempat karaoke, warung makan dan warkop serta penjagaan perbatasan tetap memperhatikan Protkes.

“Setiap camat bertanggung jawab apabila ada warganya yang terkonfirmasi Positif covid-19 dan kalau OTG lakukan isolasi mandiri dengan memanfaatkan Balla ewako,” tutupnya.

Andi Kamal.

Senin, 11 Januari 2021

Meminimalisir Melonjaknya Covid-19, Satlantas Polres Soppeng Pasang Himbauan Protokol Kesehatan Disiplin 5M



Portalrakyat.com-Guna memberikan Imbauan kepada masyarakat di Kabupaten Soppeng khususnya kepada para pengguna jalan, Sat Lantas Polres Soppeng memasang himbauan Protokol Kesehatan terkait disiplin 5M.

Himbauan disiplin 5M tersebut dipasang di Pasar Sentral Cabenge Kec. Lilirilau serta jl. Poros Soppeng Sidrap tepatnya di Kec. Marioriawa Kab. Soppeng.

Kasat Lantas Polres Soppeng Iptu Andi Muh. Yusuf S.H mengungkapkan bahwa pemasangan spanduk 5M tersebut guna mengedukasi masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas serta meningkatkan Kamseltibcar Lantas dengan tetap mempedomani Protokol kesehatan Covid - 19". Ujarnya

"Dengan disiplin Protokol Kesehatan 5M, Mengurangi Mobilisasi, Menghindari kerumunan, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan serta Memakai Masker diharapkan mampu mencegah penyebaran Covid - 19 di Kab. Soppeng".Jelasnya

Dengan memasang spanduk 5M terkait protokol kesehatan dirinya berharap dapat menekan angka penyebaran Covid - 19 serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta menjadikan momentum dalam mendekatkan masyarakat dengan Polri khususnya Satuan Lalu Lintas". Pungkasnya.Andi Kamal

Senin, 09 November 2020

Kabag Sumda Polres Soppeng Menghadiri Kegiatan Pencanangan Bakti Bhayangkara KB Kesehatan



Portalrakyat.com-Pencanangan Bhayangkara KB Kesehatan Pada Kegiatan Pelayanan KB Momentum Khusus (IB-KB -KES - BHAYANGKARA, TNI MANUNGGAL, DAN PPK KB-KESEHATAN) TAHUN ANGGARAN 2020,di Aula Kantor DP3APPKB Selasa 10/11/2020 Jln Kayangan Kelurahan Botto Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng

Kegiatan Tersebut Dihadiri,Kabag Sumda Polres Soppeng KOMPOL Umar Siattta,S.Sos,Kepala Dinas Kesehatan,Kepala Dinas DP3APPKB,Ketua IBI,Ketua Tim Penggerak PKK,PLKB dan PKB se Kabupaten Soppeng.


Dalam kunjungan tersebut Kabag Sumda Kompol Umar Siatta mengatakan,Seiring dengan perkembangan kemajuan nilai tersebut tidak lagi relevan dimana angka pertumbuhan penduduk makin meningkat padahal peluang kerja semakin sedikit, sehingga perlunya program pencanangan keluarga berencana (KB), dengan adanya program
pencanangan kesehatan maka masyarakat bisa mengendalikan pertumbuhan masyarakat disetiap wilayah.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali kepada masyarakat,tentunya kalau kita tidak mampu menjaga dan mendidik anak-anak kita, seharusnya dua anak saja melalui program KB, ujarnya.


Rabu, 04 November 2020

Tercatat,Tahun 2019 Melonjak Sebanyak 100.826 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Di Soppeng



Portalrakyat.com-Pemkab Soppeng melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit rabies tingkat Kabupaten Soppeng,di Kantor Aula Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja,Kamis 5/11/2020.

Turut Hadir,
Subdit Zoonosis Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Kab Soppeng, Kepala Dinas Peternakan (diwakili) Camat Lilriaja, Pemerintah Desa Rompegading, Kepala Puskesmas Cangadi Bersama Staf

Kadis Kesehatan Sallang dalam sambutannya mengatakan"dalam 5 tahun terakhir (2015-2019) kasus gigitan hewan penular rabies dilaporkan berjumlah 404.306 kasus dengan 554 kematian,saat itu ada 5 provinsi dengan jumlah angka kematian yang tinggi seperti,Sulawesi Utara,Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan NTT.



Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas rabies tahun 2020 atau sesuai dengan sasaran global dari badan kesehatan dunia,meski baru 8 dari 34 provinsi yang tidak memiliki kasus rabies.

Khusus di Kabupaten Soppeng selama 3 tahun terakhir data GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) tahun 2015 sebanyak 80.403 kasus tahun 2016 sebanyak 68.137,tahun 2017 sebanyak 74.754, tahun 2018 sebanyak 80.617 kemudian melonjak sebanyak 100.826 tahun 2019, ungkapnya.

Ia menyampaikan,karena masih tingginya kasus rabies menjadi tantangan bagi kita Indonesia khusus nya di Soppeng,beberapa tantangan diantaranya pemahaman masyarakat masih terbatas,perbedaan kapasitas sumberdaya di daerah.

Namun terkait penanganan rabies di Kabupaten Soppeng, pihaknya beserta seluruh jajaran yaitu RS, Puskesmas,Pustu dan Poskesdes selalu siap setiap ada Kasus gigitan baik dalam penanganan luka maupun dalam pemberian vaksin Anti rabies (VAR) dan serum Anti rabies (SAR) untuk org yang terinfeksi virus ini,pungkasnya.(Allin Beddu).



Jumat, 30 Oktober 2020

Babinsa Koramil 1423-04 Liliriaja Kodim 1423 Soppeng Lakukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan



Portalrakyat.com-Personil Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sertu A Sulaeman dan Serda Asdar melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penegakan disipilin protokol kesehatan Covid-19 yang dilaksanakan di Pasar Tradisional Lajoa Kelurahan Jennae Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Jumat (30/10/2020).

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh Serda Asdar selaku Babinsa Kelurahan Jennae adalah Melaksanakan pengecekan dan himbauan di tempat keramaian dan fasilitas umum untuk pencegahan wabah virus Covid 19 di Pasar tradisional Lajoa Kata Sertu A Sulaeman.

Kapten Inf Irfan Nasir Danramil 1423-04/ Liliriaja menjelaskan semua tugas dilapangan dapat di kerjakan atas kerja sama dengan aparat terkait lainnya dengan kekuatan pers 8 orang terdiri dari 2 orang anggota Koramil 1423-04 Liliriaja, 2 orang Polsek Liliriaja, 2 orang anggota Pol PP Lingkup Pemda Soppeng dan 2 orang anggota Dishub Soppeng bertujuan agar selalu melaksanakan himbauan kepada masyarakat, terlebih khususnya kepada para pedagang dan pembeli di pasar tradisional, dalam rangka melaksanakan penerapan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Imbuhnya.

Serda Asdar Babinsa Kelurahan Jennae ditemui disela-sela kegiatannya mengatakan, masih adanya para pembeli dan pedagang yang tidak menggunakan masker, dan mereka menganggap biasa kalau tidak mengunakan masker. “Babinsa selalu mengingatkan bahwa kita harus terus tetap tingkatkan kewaspadan yang terlebih khususnya masyarakat di wilayah Koramil 1423-04 Liliriaja dengan cara yang dilaksanakan dengan humanis dan tetap tegas agar warga mau mendisiplinkan dirinya sendiri dan keluarganya, ucapnya.

Lanjut Babinsa menjelaskan, kegiatan ini bersifat himbauan kepada warga masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional Lajoa, harus tetap melaksanakan protokoler kesehatan serta mengontrol masyarakat yang tidak menggunakan masker dan memberikan teguran agar warga selalu memperhatikan Protokol Kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah di sediakan oleh pengelola pasar, untuk memutus Penyebaran Covid 19. Tutup Babinsa.

Rabu, 21 Oktober 2020

Kogasgabpad Kodim1423 Soppeng Dan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Diwilayah Kecamatan Liliriaja



Portalrakyat.com-Koramil 1423-04/Liliriaja melaksanaka kegiatan Opsgabpad dan Ops Yustisi dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan Rabu 21/10/2020.

Kapten Inf Irfan Nasir Danramil 1423-04/Liliriaja menjelaskan sasaran pada kegiatan ini yaitu para di penjual dan para pengunjung pasar seperti pasar tradisional Pacongkang Desa Barang Kec. Liliriaja dimana para penjual dan para pengunjungnya masih terdapat oknum yang masih belum disiplin pada protokol kesehatan sebagaimana dianjurkanya 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak ungkap Danramil.

Pemantauan prilaku msyarakat dalam pengecekan sarana cuci tangan dan aktivitas pasar secara keseluruhan termasuk himbauan kepada para pedagang dan pengunjung pasar agar tetap patuhi protokol kesehatan secara umum masyarakat sudah disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Lanjut Danrsmil.

Pelaksanaan Opsgabpad ini dapat dilaksanakan dengan kekuatan personel 11 orang terdiri dari anggota Koramil 1423-04 /Liliriaja 3 orang Dpp Serma Syaripuddin, Anggota Polsek Liliriaja 4 orang Dpp Ipda Hariyadi dan Dinas perhhubungan Kab. Soppeng 2 orang serta Pol PP Lingkup Soppeng 2 orang. tutup Danramil.

Kamis, 24 September 2020

Satlantas Polres Soppeng Kembali Gandeng Komunitas Otomotif Toyota Kijang Club Indonesia Mendaklarasikan Disiplin Protokol Kesehatan



Portalrakyat,com-Satuan Lalulintas Polres Soppeng kembali melakukan penggalangan dengan menggandeng Komunitas yang diikuti dengan Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) dalam rangka Mendaklarasikan Disiplin Protokol Kesehatan,di Masjid Agung Darussalam Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Kamis 25/9/2020.

Kegiatan mendeklarasikan Pendisiplinan Protokol Kesehatan bersama Totoyota Kijang Club Indonesia dipimpin langsung Kanit Turjawali Polres Soppeng IPDA Laode M.Irwan serta unit Satlantas polres Soppeng sekaligus tetap mempedomani protokol kesehatan.

Kasatlantas Polres Soppeng IPTU Andi Muhammad Yusuf,S.H dalam kesempatan ini mengatakan komunitas Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) bukan hanya mendeklarasikan pendisiplinan protokol kesehatan namun ikut serta upaya turun kejalan membagikan masker kepada masyarakat serta menghimbau bagaimana pentingnya memutus mata rantai Covid-19,

"Melalui kegiatan ini cukup membantu Pemerintah Daerah dalam mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat,ungkap Kasatlantas IPTU Andi Muhammad Yusuf.

Ia menyampaikan,dipuncak Hari Bhayangkara Lalulintas ke 65 tahun ini kami tidak merayakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya karena pertimbangan pandemi covid 19.

oleh sebab itu pihak kami hanya melakukan aksi edukasi dan pembagian masker bersama komunitas becak motor dengan harapan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Adaptasi
Kebiasaan Baru (AKB) dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak berkerumun sehingga komunitas becak motor ini bergerak di sekitar pasar Cabenge dengan membagikan masker.

Jumat, 11 September 2020

Sesuai Tahapan PKPU,AKAR-LHD Mulus Jalani Tes Kesehatan




Portalrakyat,com-Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Soppeng H.Andi Kaswadi Razak,SE dan Ir. Lutfi Halide MP, melakukan pemeriksaan kesehatan yang merupakan rangkaian proses tahapan Pilkada yang di helat 9 Desember,Jum’at 11 September 2020 di RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo,Jln. Perintis Kemerdekaan Makassar Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian tahapan pendaftaran bakal pasangan calon, yang digelar pada tanggal 4 – 6 September 2020 lalu di Kantor KPU Soppeng.

Tim pemenangan AKAR-LHD mengatakan,prosesi pemeriksaan kesehatan yang dijalani berdasarkan rangkaian tahapan yang diatur dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati,Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020,ungkap Syaharuddin Adam.

Ketua DPRD Soppeng itu menjelaskan,Sesuai jadwal yang kami terima, hari pertama Kamis (10/9/2020) mengikuti sosialisasi pemeriksaan Kesehatan, selanjutnya hari kedua Jum’at (11/9/2020) AKAR – LHD akan menjalani pemeriksaan Kesehatan Jasmani pada pukul 07.00 dan pemeriksaan Narkotika pada pukul 15.00 wita. Serta pada Ahad (13/9/2020) akan menjalani pemeriksaan Psikologis, tambahnya.

Untuk diketahui, pada Pilkada Soppeng 9 Desember 2020 yang akan datang, AKAR – LHD akan berhadapan dengan Kolom Kosong,dan memborong semua Partai Politik yang ada di Kabupaten Soppeng.

Jumat, 20 Maret 2020

Pemkab Gowa Pantau Terus Kesehatan Peserta Ijtima Zona Asia 2020


Portalrakyat.com, Gowa -Pertemuan ulama dunia atau Ijtima Zona Asia 2020 resmi dibatalkan. Pertemuan yang melibatkan ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia dan negara Asia ini dijadwalkan digelar di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu hari ini, Kamis (19/03).

H Tahir selaku penanggung jawab Itjima Zona Asia 2020 mengatakan penundaan atau pembatalan kegiatan ini karena melihat  perkembangan saat ini dan berdasarkan anjuran pemerintah dalam rangka mengatasi penyebaran virus corona atau covid-19.

"Kami dari pelaksana Ijtima Asia menyatakan untuk menunda kegiatan Ijtima dengan membatalkan kedatangan ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan, ini sudah kami lakukan yang mestinya datang 18 Maret," kata Tahir saat Konferensi Pers di Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (19/3).

Selain itu, kata Tahir penyelenggara juga akan mempercepat proses kepulangan warga negara asing yang sudah ada di lokasi Ijtima dan telah menyiapkan tempat khusus untuk mengisolasi agar terpisah dari orang-orang lokal masyarakat Indonesia serta melakukan pengawasan dengan cara menyiapkan tenaga medis untuk memantau kesehatan para peserta Ijtima.

"Perlu juga kami sampaikan bahwa jamaah-jamaah asing yang hadir pada Ijtima ini adalah mereka-mereka yang sudah berada di Indonesia dua atau tiga bulan lalu yang visanya masih berlaku sebelum merebaknya virus corona. Untuk jamaah lokal mereka akan kami pulangkan secara berangsur-angsur secepatnya di daerah mereka masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin mengatakan walaupun resmi ditunda, Pemkab Gowa akan terus memantau kesehatan para jamaah peserta Ijtima hingga semuanya balik ke daerah masing-masing.

"Kita akan memantau sampai mereka pulang, siapa tahu ada gejala-gejala yang mengarah kena virus corona ini, itu tindakan kita akan merujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Misalnya jika suhu tubuh mencapai 38 derajat, kemudian ada batuk, nyeri tenggorokan segera kita akan rujuk," ujarnya.

Ia juga menambahkan, sejauh ini Pemkab Gowa telah melakukan upaya-upaya pencegahan covid-19 ini, salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi kegiatan.

"Dari kemarin kita sudah mulai lakukan penyemprotan dan hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa bersama Brimob Polda Sulsel juga kembali melakukan penyemprotan disinfektan. Kita juga melibatkan tiga puskesmas yaitu Puskesmas Bontomarannu, Parangloe dan Puskesmas Pattallassang," tambahnya.(JN).

Waspada Covid 19, Ketua Dewan Etik IWO Soppeng Ingatkan Gunakan Masker Saat Bertugas

Agusman, S.IP /Allin Beddu Ketua Dewan Etik IWO Soppeng (Foto 20/3/2020).

Portalrakyat.com, Soppeng - Ketua Dewan Etik Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Soppeng Agusman, S.IP meminta seluruh jurnalis yang meliput untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan. Terlebih, Pemerintah Sulawesi Selatan telah menyatakan adanya satu pasien positif tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sulsel.

“Satu pasien sudah dinyatakan positif corona dan satu meninggal, jadi Tolong kawan-kawan yang meliput di lapangan tetap memperhatikan kesehatan,” ujar Allin Beddu sapaan akrab Agusman,S,IP Jumat (20-3-2020).

Allin menegaskan pada kondisi saat ini, wartawan diminta untuk mengutamakan kesehatan agar tidak mudah terhindar dari virus tersebut. 

“Ingat, tidak ada berita seharga nyawa, utamakan keselamatan dan kesehatan, karena sehat itu mahal harganya,” imbaunya.

Dia juga meminta seluruh media massa menyiapkan alat-alat kesehatan yang bisa meminimalisir penyebaran virus corona.

 “Media kalau bisa wartawannya dibekali dengan hand sanitizer, masker dan menyiapkan alat pengukur suhu di kantor,” tuturnya.

Selain itu, dia meminta seluruh wartawan yang meliput terkait pasien corona untuk melindungi identitasnya dan mengedepakan kode etik jurnalistik. “Berita yang disampaikan kepada masyarakat juga harus jelas. Jangan sampai menimbulkan kepanikan dan keresahan masyarakat,” pungkas Allin. (red).

Kamis, 18 Februari 2021

Sat Lantas Polres Soppeng Terus Menggelorakan Sosialisasi dan Edukasi Protapkes Kepada Warga


Portalrakyat.com-Sat Lantas Polres Soppeng terus menggelorakan Sosialisasi Protokol kesehatan kedisiplinan Adaptasi kebiasaan baru kepada masyarakat di wilayah Kab. Soppeng, Jumat 19 Februari 2021.

Kegiatan tersebut menyasar lokasi - lokasi publik seperti pasar dan pelayanan publik serta masyarakat yang sedang berkumpul.

Dalam sosialisasi para warga terus dihimbau agar disiplin dalam menjalankan Protokol kesehatan dengan 5M, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Mencuci tangan serta mengurangi Mobilisasi.

“Dengan disiplin Protokol Kesehatan 5M, Mengurangi Mobilisasi, Menghindari kerumunan, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan serta Memakai Masker diharapkan mampu mencegah penyebaran Covid – 19 di Kab. Soppeng”. Ungkap Kasat Lantas Iptu A. Muh. Yusuf S.H

Dengan disiplin 5M terkait protokol kesehatan dirinya berharap dapat menekan angka penyebaran Covid – 19 serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta menjadikan momentum dalam mendekatkan masyarakat dengan Polri khususnya Satuan Lalu Lintas”. Pungkasnya.(Allin Beddu)
© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved