-->

Senin, 14 Oktober 2019

Gubernur NA Buka Forum FGD, Ini Tujuannya

Portalrakyat.com, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof H M Nurdin Abdullah membuka acara Focus Grup Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Rantai Pasok dalam rangka mendukung pembangunan Ibu kota baru Negara.

Gubernur Sulsel kedua yang bergelar profesor ini mengaku, jauh sebelum ditetapkannya Provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara saat ini, Sulsel telah menjadi pemasok kebutuhan pangan pulau tersebut. Bahkan untuk provinsi lain di Pulau Kalimantan.

"Sebelum ibu kota negara dicetuskan di Kaltim, Sulsel sudah terlebih dahulu menjadi pemasok," ungkap Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di Hotel Aryaduta, Makassar, Senin (14/10/2019).

Apalagi, kata Prof Nurdin Abdullah, dirinya diminta oleh Direktur Jendela Bina Kontruksi Kementrian PUPR, Syarif Burhanuddin, agar serius menjadi daerah penyangga pangan bagi Ibu kota baru Negara di Kalimantan Timur.

"Saya diminta oleh bapak Dirjen bahwa Sulsel harus serius menyediakan pasokan pangan untuk Ibu kota baru Negara," jelas guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulsel berharap FGD ini dapat memberikan inspirasi bagi seluruh daerah lain agar menyiapkan diri untuk kebutuhan Ibukota baru Negara.

"Daerah-daerah lain juga diharapkan dapat menyiapkan diri baik-baik untuk menjadi daerah penyangga pangan," ungkap mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini. (*)

Selasa, 01 Juni 2021

Kapolda Sulsel Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Dan Gotong Royong Melawan Covid-19

Portalrakyat.com-Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen. Pol. Drs. Merdisyam, M.Si., mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 secara virtual di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (1/6/2021).


Turut hadir dalam Pelaksanaan Upacara tersebut, Pangdam XIV Hasanuddin, Pangkoops AU II, Wadanlantamal VI Makassar, Pangkosek Hanudnas II, Sekda Prov Sulsel dan dan Pejabat Publik Lainnya


Presiden Joko Widodo bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 Juni 2021. Dalam upacara peringatan kali ini, Kepala Negara tampak mengenakan pakaian adat khas Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan..


Kapolda Sulsel Irjen. Pol. Drs. Merdisyam, M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 atau virus corona dewasa ini.


Semangat gotong royong itu, kata Irjen Pol Merdisyam, merupakan salah satu bentuk merefleksikan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2021. 


Dengan bergandengan tangan melawan Covid-19, hal tersebut merupakan wujud generasi penerus bangsa saat ini untuk melanjutkan semangat Founding Fathers Indonesia dalam merumuskan Pancasila sebagai Idiologi Bangsa ketika itu.


"Menanamkan nilai Pancasila di tengah Pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan gotong royong, bersatu dan bergandengan tangan sebagaimana butir ketiga pancasila 'Persatuan Indonesia' dalam melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang dihadapi oleh Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya," kata Irjen Pol Merdisyam, Selasa (1/6/2021).


Pancasila yang merupakan kepribadian dan pandangan hidup berbangsa, menurut Merdy, menjadi landasan yang kuat untuk masyarakat dengan pemerintah bersatu menghadapi tantangan yang terjadi saat Pandemi Covid-19.


"Tingginya semangat persatuan dan kesatuan dari seluruh lapisan masyarakat bersama dengan Pemerintah, maka dapat terwujud Indonesia yang tangguh ketika menghadapi virus corona saat ini," ujar Kapolda Sulsel. 


Mantan Kapolda Sultra itu menyatakan, dengan adanya persatuan itu, maka efek domino yang dihasilkan dari Pandemi Covid-19, mulai dari perekonomian dan kehidupan sosial dapat teratasi dengan baik. 


Refleksi Hari Lahir Pancasila saat ini, kata Merdy, juga dapat diimplementasikan dengan kesadaran kedisiplinan dari masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat juga harus memberikan dukungan dari seluruh kebijakan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai virus corona. 


"Kedisplinan protokol kesehatan dapat menjadi kunci untuk Indonesia segera bisa keluar dari Pandemi Covid-19. Dukungan dari masyarakat untuk turut serta dan berperan aktif dalam pelaksanaan PPKM Mikro, vaksinasi nasional serta penguatan 3M dan 3T, juga bisa menjadi bentuk nasionalisme atau wujud kecintaan terhadap Pancasila," papar Irjen Pol Drs. Merdisyam. 


Adanya gotong royong masyarakat dan Pemerintah dalam memerangi Covid-19 maka akan terwujud Pancasila dalam tindakan, bersatu untuk Indonesia tangguh.  Sebagaimana tema Hari Lahir Pancasila 2021 yang diusung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tahun ini


Sementara itu Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan juga menyampaikan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2016 melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.


“Upacara peringatan kali ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, Seluruh pejabat yang hadir dan anggota yang bertugas memakai masker lengkap. Mereka juga menjaga jarak serta melaksanakan protokol kesehatan. Namun, mereka tetap bisa mengikuti upacara secara virtual dan upacara tetap bisa berlangsung secara khidmat,”ungkap Kabid Humas Polda Sulsel

Andi kamal

Rabu, 04 November 2020

Tercatat,Tahun 2019 Melonjak Sebanyak 100.826 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Di Soppeng



Portalrakyat.com-Pemkab Soppeng melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit rabies tingkat Kabupaten Soppeng,di Kantor Aula Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja,Kamis 5/11/2020.

Turut Hadir,
Subdit Zoonosis Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Kab Soppeng, Kepala Dinas Peternakan (diwakili) Camat Lilriaja, Pemerintah Desa Rompegading, Kepala Puskesmas Cangadi Bersama Staf

Kadis Kesehatan Sallang dalam sambutannya mengatakan"dalam 5 tahun terakhir (2015-2019) kasus gigitan hewan penular rabies dilaporkan berjumlah 404.306 kasus dengan 554 kematian,saat itu ada 5 provinsi dengan jumlah angka kematian yang tinggi seperti,Sulawesi Utara,Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan NTT.



Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas rabies tahun 2020 atau sesuai dengan sasaran global dari badan kesehatan dunia,meski baru 8 dari 34 provinsi yang tidak memiliki kasus rabies.

Khusus di Kabupaten Soppeng selama 3 tahun terakhir data GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) tahun 2015 sebanyak 80.403 kasus tahun 2016 sebanyak 68.137,tahun 2017 sebanyak 74.754, tahun 2018 sebanyak 80.617 kemudian melonjak sebanyak 100.826 tahun 2019, ungkapnya.

Ia menyampaikan,karena masih tingginya kasus rabies menjadi tantangan bagi kita Indonesia khusus nya di Soppeng,beberapa tantangan diantaranya pemahaman masyarakat masih terbatas,perbedaan kapasitas sumberdaya di daerah.

Namun terkait penanganan rabies di Kabupaten Soppeng, pihaknya beserta seluruh jajaran yaitu RS, Puskesmas,Pustu dan Poskesdes selalu siap setiap ada Kasus gigitan baik dalam penanganan luka maupun dalam pemberian vaksin Anti rabies (VAR) dan serum Anti rabies (SAR) untuk org yang terinfeksi virus ini,pungkasnya.(Allin Beddu).



Sabtu, 31 Oktober 2020

Tarian Sanggar Seni Kawali Berhasil Sempurnakan Acara Debat KPU Soppeng



Portalrakyat.com-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Soppeng menyelenggarakan debat publik pemaparan visi misi Bupati dan Wakil Bupati berlangsung Sabtu siang 31/10/2020,di Triple Reverside Resort Jalan Ujung Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata.

Dalam pembuka acara debat tersebut,tarian Sanggar seni Kawali yg berlokasikan di Desa Tetewatu, kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng mampu mencuri perhatian penonton atas penampilan megah saat berada di panggung.

Kordinator Sanggar Seni Kawali,Wiwi mengatakan,tampil disuatu acara seperti ini merupakan suatu kebanggan tersendiri, apalagi live secara langsung oleh Kompas TV Nasional.

"Alhamdulillah,kami pernah meraih juara 1 lomba tari tradisional se-Indonesia dalam acara festival Multikultural di Jogjakarta tahun 2019,Sanggar seni Kawali berhasil mengalahkan Bali, Papua, Kalimantan"ujarnya.

Diketahui,turut menyempurnakan acara debat,Sanggar seni Kawali
Tari 5 etnis merupakan 5 orang penari menggunakan kostum Makassar, Bugis, Mandar, Mamasa, dan Toraja.



Kamis, 01 Oktober 2020


Portalrakyat,com-Pasca insiden pengusiran wartawan oleh oknum staf Kejati Sulbar, berbuntut pemutasian.

Sebagai permintaan maaf pihak Kejati Sulbar, oknum yang melakukan pengusiran tersebut akan segera dipindahkan dari Kejati Sulbar.

Hal itu disampaikan Kajati Sulbar Jhony Manurung melalui Asisten Pidana Umum (Aspidum), Azwar, didepan puluhan awak media di kantornya, Kamis (1/10/2020).

Azwar menegaskan, wartawan merupakan mitra Kejaksaan yang tidak bisa dipisahkan.

Dia pun berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.

“Atas nama Kejati Sulbar, kami minta maaf atas insiden itu, kami jamin oknum staf yang melakukan pengusiran terhadap wartawan segera dimutasi dari Kejati,” kata Azwar.

Sebelumnya, insiden kecil terjadi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, Kamis, 1 Oktober 2020. Awak media yang hendak meliput buronan kasus keaksaraan Diknas Sulbar yang ditangkap di Kalimantan Selatan, malah diusir.

Padahal kehadiran awak media di Kejati Sulbar atas undangan Kasi Penkum.

Kejadian itu bermula saat sejumlah wartawan TV dan online tengah menunggu buronan tersebut, seperti biasa wartawan kemudian hendak masuk ke kantor Kejati, salah satu staf Kejati bernada kurang bersahabat kemudian menyuruh wartawan keluar, bahkan staf kejati itu meminta surat rapid tes.

“Saya masuk ke ruangan untuk lihat tayangan televisi. Tiba tiba ada seorang staf kejati yang minta keluar, mintanya juga bernada tidak bersahabat dan meminta surat rapid tes. Karena saya tidak memperlihatkan surat rapid test. Jadi kami keluar, ada beberapa wartawan di dalam ruangan dan keluar ke lobi dan parkiran,” kata wartawan TVRI Sulbar, Awal, Kamis (1/10/2020).

Awal mengatakan, dirinya tak terima atas perlakuan staf Kejati tersebut. “Saya tidak terima perlakuan tersebut, karna kedatangan saya atas undangan liputan oleh kasi Penkum Kejati,” katanya.

Bahkan kata Awal bahwa teman-teman sudah memperkenalkan diri dari jurnalis. Tetapi tetap diusir sama staf tersebut.

“Tindakan tersebut cukup disesalkannya. Sebab, peliputan itu juga didasari atas undangan dari Kasi Penkum Kejati Sulbar,” sebut Awal.

Peristiwa tadi sangat tidak pantas dilakukan. “Kami hanya menjalankan tugas,” kesalnya.

Awal dan sejumlah awak media yang hadir meminta pihak Kejati Sulbar untuk segera melakukan permintaan maaf kepada para jurnalis.

“Saya minta Kejati Sulbar segera meminta maaf kepada jurnalis,” ucapnya. (Dir)

Jumat, 13 Maret 2020

Legislator Tabalong dan Pare-Pare Pelajari Pendidikan dan Kampung KB di Gowa

Portalrakyat.com -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan dan DPRD Kota Pare-Pare, Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gowa.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jumat (13/3).

Pimpinan Rombongan yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Tabalong, Ferry Elpeni mengungkapkan pihaknya dalam waktu dekat ingin membentuk Perda dibidang pendidikan, sehingga salah satu cara yang dilakukannya melakukan kunjungan di Kabupaten Gowa untuk mempelajari program pendidikannya.

"Tujuan kami hadir di Kabupaten Gowa untuk menggali lebih dalam tentang pendidikan, apalagi kami akan buat Perda dalam waktu dekat ini," ungkapnya.

Dikatakan Ferry, salah satu yang menarik dari program pendidikan di Gowa dan ingin dipelajarinya lebih lanjut yakni mengenai pendidikan karakter atau tidak memberikan pelajaran membaca dan menulis bagi kelas 1 dan 2 SD.

"Kami paling tertarik dengan pendidikan sambil bermain yang diberikan bagi kelas 1-2 atau lebih mencanangkan pendidikan karakter bagi anak," tambah Ferry.

Berbeda dengan DPRD Pare-pare yang mengaku tertarik dengan pelaksanaan Kampung KB di Kabupaten Gowa. Hal ini dibeberkan, Ketua DPRD Kota Pare-pare, Andi Nurhatina Tipu.

Menanggapi hal ini, Sekda Gowa, Muchlis menjelaskan masing-masing program baik dari pendidikan dan kampung KB.

Untuk Pendidikan, Pemkab Gowa terus berinovasi mulai dari Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) atau automatic class, Iman dan Taqwa (Imtaq) Indonesia, pendidikan karakter usia 0-8 tahun, Investasi Sumber Daya Manusia (SDM) Seperempat Abad hingga program terbaru yakni Program Fast Track Sampoerna yang bekerjasama dengan Putra Sampoerna Foundation.

"Kami saat ini sedang gencar-gencarnya mewujudkan Gowa Kabupaten Pendidikan pertama di Sulsel, sehingga kami terus melakukan inovasi melakukan program pendidikan," ungkapnya.

Sedangkan untuk Kampung KB, Muchlis mengatakan hingga saat ini program Kampung KB Gowa selalu menjadi rujukan nasional yang ditempatkan di Makassar pasti akan mengunjungi lokus Kampung KB yang ada di Gowa.

Bahkan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi untuk kawasan timur hingga nasional kinerja Kampung KB Gowa masih jadi salah satu yang terbaik.

"Kami memiliki dua kampung KB terbaik di dua tipologi. Untuk dataran rendah di Bili-bili Kecamatan Bontomarannu dan dataran tinggi di Desa Balasuka, Kecamatan Tombolopao. Kedua kampung KB mampu tampil menjadi yang terbaik dan selalu menjadi lokus kunjungan kampung KB," jelasnya.

Sekda Gowa berharap melalui kunjungan ini masing-masing DPRD bisa mendapatkan apa yang diinginkan di Kabupaten Gowa dan sama-sama belajar untuk daerah yang semakin baik dan sejahtera dimasa yang akan datang serta dapat diterapkan di daerahnya masing-masing.(NH).

Senin, 03 Februari 2020

Kapolri Idham Azis Lakukan Penyegaran di Jajaran Polri Dalam Rangka Tour Of Duty

Portalrakyat.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis melakukan perombakan sejumlah perwira tinggi (Pati) di internalnya. Sejumlah Kapolda dimutasi dalam rangka tour of duty and tour of area.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan Nomor ST/385/II/KEP./2020, Senin (3/2/2020). Surat itu ditandatangani AS SDM Kapolri, Irjen Eko Indra Heri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan mutasi jabatan itu. Brigjen Argo menyatakan mutasi itu dalam penyegaran organisasi untuk meningkatkan kinerja menuju SDM yang unggul dan promoter.

Dalam surat telegram itu tertera, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Kapolda Kalbar akan dijabat Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto yang saat ini menjabat Kapolda Sulut.

Sementara, posisi Kapolda Sulut akan dijabat Irjen Royke Lumowo. Irjen Royke Lumowa saat ini menjabat Kapolda Maluku.

Selanjutnya, Brigjen Baharudin Djafar yang kini menjabat Kapolda Sulbar digeser jadi Kapolda Maluku. Posisi Kapolda Maluku akan diemban Brigjen Eko Budi Sampurno.

Lalu, Kapolda Jambi Irjen Muchlis dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Dia akan digantikan oleh Irjen Firman Shantyabudi.

Kapolda Aceh Irjen Rio Septianda Djambak diangkat sebagai Kasespim Lekdiklat Polri. Posisinya akan digantikan oleh Brigjen Wahyu Widada yang saat ini menjabat Kapolda Gorontalo.

Jabatan Kapolda Gorontalo akan diemban oleh Brigjen Adnas. Brigjen Adnas saat ini merupakan Wakapolda Sulsel. Wakapolda Sulsel akan dijabat Brigjen Halim Pagarra.

Lalu, Wakapolda Kalteng Brigjen Rikwanto akan menjabat Kapolda Maluku Utara. Wakapolda Kalteng akan diisi Brigjen Indro Wiyono.

Selain itu, mutasi juga terjadi pada posisi Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri. Kadiv Hubinter Irjen Maltha dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Posisinya akan digantikan oleh Brigjen Napoleon Bonaparte yang saat ini menjabat Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter. (her). 

Senin, 04 November 2019

Raih Juara 1 Stand Terbaik Sulsel Expo, Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel Juara Umum Gebyar Perbenihan Nasional


Portalrakyat.com, Papua, (Humas Sulsel) - Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel meraih Juara Umum Gebyar Perbenihan Nasional Tahun 2019.

Dari semua kegiatan/perlombaan yang diselenggarakan pada Gebyar Perbenihan tersebut, Kontingen dari Dinas Ketahanan Pangan TPH Provinsi Sulawes Selatan berhasil meraih “Juara Umum”.

Sulsel meraih juara di lima kategori yang dilombakan, masing-masing Juara 1 Peningkatan Kompetensi PBT, Terbaik 1 Stan Pameran, Juara Lomba Senam Maju Mundur Papua Barat, Juara 2 Lomba Menyanyi Duet dan juara 3 Lomba Stand Up Comedy.

"Tentu dengan perestasi yang diraih harapan kami kepada petani semangat mengelola usaha taninya saling bersinergi/bekerja sama satu dengan yang lainnya, petani yang diwadahi oleh kelompok (lembaga)," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel, Fitriani MP.

Fitriani juga berharap penyuluh setia mengawal dan membimbing dalam penerapan teknologi, menghasilkan produksi, mendukung ketersediaan dan ketahanan pangan.

"Serta kesejahteraan masyarakat Sulsel khusus dan nasional," sebutnya. 

Gebyar ini telah berlangsung pada tanggal 28 – 31 Oktober 2019 bertempat di Gedung Aimas Convention Center Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan didampingi oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kadis Pertanian Provinsi Papua Barat dan Bupati Kabupaten Sorong. 

Mengusung tema “Melalui Gebyar Perbenihan Kita Tingkatkan Sumberdaya Manusia Perbenihan Dalam rangka Mendukung Ketersediaan Benih Untuk Menuju Kemandirian Benih Nasional Yang Berkelanjutan”.  

Kegiatan Gebyar Perbenihan ini merupakan agenda tahunan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi/Balai Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura se Indonesia. 

Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2013 dengan tujuan untuk menumbuh-kembangkan perbenihan tanaman pangan, sebagai ajang koordinasi dan komunikasi insan perbenihan serta mempercepat alih informasi dan teknologi perbenihan.   

Diikuti oleh Lembaga/Instansi yang menangani Perbenihan tanaman pangan dan para pelaku industri perbenihan dari seluruh Indonesia.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan display varietas tanaman pangan, yakni padi, jagung, kacang-kacangan dan umbi-umbian baik varietas lokal maupun varietas unggul nasional. Pameran teknologi dan informasi perbenihan. Peningkatan kompetensi bagi PBT (Pengawas Benih Tanaman), sarasehan, pertemuan Kepala BSMB, Kepala BBI dan Produsen benih dan beberapa perlombaan.

Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional ke VIII Tahun 2020 akan diselenggarakan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu di saat berasaman Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel juga meraih juara 1 stan terbaik kategori OPD pada Sulsel Expo 2019 yang merupakan rangkaian hari jadi Sulsel.(*)

3 November 2019
Biro Humas Sulsel

Sabtu, 12 Oktober 2019

Terduga Pemilik Narkotika Jenis Sabu HY Diancam Penjara Seumur Hidup


PORTALRAKYAT.COM , Sidrap - Kasus pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 1 Kilogram yang berhasil diungkap oleh Resmob Satresnarkoba Polres Sidrap pada Senin 7 Oktober 2019 kemarin, akhirnya resmi di rilis di Polda Sulsel, Jumat (11/10/2019).

Pengungkap sabu seharga Rp1,5 Miliar itu, diduga kuat milik seorang pria bernama Hamzah Yusuf alias La Korreng yang diduga menjadi pengedar sabu seberat 1 Kg di wilayah Kabupaten Sidrap. 

Zat jenis Ampetamin itu ditemukan dalam rumah pria bernama Ibrahim yang kini buron bersama istrinya.

"Paket sabu diamankan di dalam rumah tersangka Ibrahim yang kini berstatus DPO, yang masih dalam bungkusan teh dari Cina, barang bukti Sabu ini masih murni dan belum dioplos," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani di Mapolda Sulsel, Jumat (11/10/2019).

Penangkapan itu dilakukan di Sidrap pada Senin (7/10/2019) sore sekitar pukul 17.50 Wita. Dicky menyebut sabu senilai Rp 1,5 miliar itu berasal dari jaringan Malaysia diselundupkan lewat Kalimantan Utara.

Sabu itu kemudian dibawa dengan kapal menuju Sulsel. Dicky mengatakan polisi sedang mengejar pelaku lainnya. Karena diduga kuat sabu tersebut masih banyak berteman yang belum ditemukan polisi.

"Diduga kuat masih ada jaringan lain yang lebih besar jumlah sabunya dari yang berhasil ditangkap, kita akan kembangkan dan mengejar pelaku-pelaku lainnya. Yang jelas identitasnya sudah kami ketahui," tutur Dicky.

Dalam press release tersebut, turut mendampingi Kombes Dicky yakni Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono dan Kasat Narkoba AKP Andi Sofyan.

Akibat perbuatannya itu, polisi menjerat La Korreng dengan 127 Junto Pasal 112 juncto Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. Selain itu, Hamzah juga diketahui positif menggunakan sabu setelah dilakukan tes urine. (Ady)
© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved