-->

Selasa, 11 Februari 2020

Pemprov Jawa Tengah Pelajari PKSAI Sikamaseang


Portalrakyat.com, Humas Gowa -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Sosial melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gowa. Kunker tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis di Baruga Krg Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (12/2).

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Jawa Tengah, Saptiwi Mumpuni mengatakan tujuan dirinya bersama rombongan ke Kabupaten Gowa untuk saling mempelajari penerapan dari Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) baik dari segi pelayanan, data, maupun inovasi yang dilakukan.


"Kami ingin sharing mengenai PKSAI seperti layanannya bagi anak dalam situasi bencana, kondisi rentan, pencegahan, pengurangan resiko, dan perlakuan yang dilakukan saat ada penelantaran atau eksploitasi anak dan juga pada kekerasan pada anak," katanya. 

Saptiwi mengaku, hal itu dilakukannya untuk memperkuat kapasitas tim dari PKSAI Provinsi Jawa Tengah sekaligus mengetajui praktek yang sudah disusun oleh Kabupaten Gowa untuk bisa diadopsi ditempatnya. 

"Kami ingin sama-sama belajar apa yang ada di Gowa untu
 kita pelajari begitupun sebaliknya apa yang ada di kami mungkin bisa dipelajari oleh PKSAI Gowa agar bisa bersama-sama menuju Indonesia maju terutama untuk perlindungan anak," jelasnya.

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis sangat mengapresiasi dipilihnya Gowa sebagai salah satu Kunjungan Kerja dari Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya ini sebagai suntikan motivasi untuk Gowa agar semakin berbenah dalam mengelola PKSAI tersebut.

Pada kesempatan itu, Muchlis membeberkan PKSAI Gowa dinamai Sikamaseang yang artinya saling mengasihi dan terbentuk sejak November 2016 lalu melalui Peraturan Bupati. 

"Salah satu pelayanan yang kita sediakan adalah terintegrasinya dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), mulai dari Bappeda, Dinas Capil, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf, Dinsos, Dinas PMD, Dinas Pendidikan dan SKPD lainnya," jelasnya.

Olehnya melalui pertemuan ini, dirinya berharap bisa saling mengadopsi apa yang yang telah diterapkan didaerahnya masing-masing khususnya dalam pemenuhan hak anak.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Syamsuddin Bidol mengaku, PKSAI Gowa telah bekerjasama dengan beberapa SKPD terkait telah ditandatangani oleh bupati agar penanganan cepat tuntas. 

Salah satu contohnya, jika ada laporan anak tidak memiliki akte kelahiran, akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Capil melalui jalur khusus untuk PKSAI agar segera ditindaklanjuti.

"Sama halnya dengan anak yang sakit dan ingin rujukan kami langsung kordinasikan ke RSUD, begitupun pelayanan lainnya yang menyangkut anak usia 0 hingga 18 tahun. Sehingga jika ada masalah terhadap anak penanganan cepat terlaksana," jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengaku usai memberikan penanganan kepada anak, PKSAI Gowa turun langsung mengawasi hingga menuntaskan segala permasalahan. Tak hanya PKSAI Gowa juga telah bekerjasama dengan 28 panti asuhan terakreditasi di Gowa, sehingga bisa langsung ditempatkan pada salah satu panti asuhan tersebut jika ditemukan anak terlantar.

"Semua itu berkat komunikasi dan koordinasi yang lancar. Semoga ini menjadikan motivasi untuk terus memenuhi hak anak dan mari kita saling bejar apa yang telah kita terapkan do PKSAI Gowa maupun PKSAI Jawa Tengah," pungkasnya.

Sekadar diketahui kunjungan ini membawa 16 orang baik dari DP3AP2KB dan Dinsos Jawa Tengah dan turut dihadiri Kepala Bappeda Gowa, Taufik Mursad, Kepala Dinas Pendidikan, Salam, Dirut RSUD Syekh Yusuf dr Salahuddin, Kepala DP3A, Kawaidah dan jajaran Dinas Sosial Kabupaten Gowa.(NH)

Jumat, 11 Oktober 2019

Kadis Kominfo Sulsel Hadiri Forum Smart Province di Semarang Jadi Inspirasi Perda Jateng Untuk Sulsel


PORTALRAKYAT.COM, Semarang (Jateng) - Kegiatan "Forum Smart Province" dengan Tema  "Peran penting Pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Provinsi cerdas" dilaksanakan di Gumaya Hotel, Semarang, Jawa tengah, Kamis,(10/10/2019).

Dihadiri oleh utusan dari berbagai provinsi di Indonesia, Forum ini melahirkan diskusi dan terobosan baru ketika Provinsi Jawa Tengah melahirkan perda pertama dan menjadikan sebagai provinsi perda cerdas pertama di Indonesia.

Andi Hasdullah, Kadis Kominfo-SP Provinsi Sulawesi Selatan yang hadir pada forum tersebut juga memberi apresiasi  lahirnya perda Smart province.

"Saya kira Jawa tengah ini yang pertama punya perda dan akan ikut aktif diskusi, tentu akan banyak masukan yang bisa diambil daerah lain termasuk propinsi Sulawesi-Selatan untuk menerbitkan suatu regulasi," Kata Andi Hasdullah saat diwawancarai sejumlah awak media disela kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Andi Hasdullah menambahkan bahwa kebijakan smart provinsi ada dua pilihan kita bisa kita buat dalam bentuk perda ataukah cukup dengan pergub saja yang terpenting adalah komitmen kita dalam menghadirkan smart provinsi itu benar- benar bisa hadir mengsolusi berbagai permasalahan publik, mengefisienkan tatakelola sumberdaya dan memberikan layanan prima kepada rakyat yang berujung pada kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. Perda agak lama prosesnya dan biayanya mahal tapi kalau pergub lebih cepat, murah dan fkeksibel. Jadi untuk Sulsel kita akan kaji dulu khususnya terkait regulasi Smart Province.

Hasdullah menambahkan, bahwa layanan SPBE provinsi yang ada sudah dikembangkan. Sebenarnya sudah mengcover ruang lingkup layanan publik yang ada pada smart province itu, tapi kemungkinannya kita bisa pertajam lagi dengan membuat regulasi khusus terkait smart province milik Jateng

"Saya ucapkan selamat kepada Pemprov Jawa tengah atas lahirnya perda Smart province ini dan selamat kepada pak Gubernur, Ganjar Pramono,"ucap Andi Hasdullah.

Sementara Itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen Mengemukakan kalau capaian Jawa tengah sebagai perda Provinsi cerdas pertama di Indonesia harus di push secara massif dan akan mengaplikasikan secepatnya.

"Apresiasi penghargaan ini harus kita aplikasikan bersama untuk pelayanan kepada masyarakat, Semoga ini bisa berkembang bukan hanya di Jawa tengah tapi juga dari Provinsi- Provinsi lain sehingga Indonesia lebih maju,"tutup Taj Yasin Maimoen.

Rabu, 19 Mei 2021

Bamsoet Apresiasi Capaian Kinerja 100 Hari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Portalrakyat.com-*BALI* - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi berbagai capain yang diraih Polri selama 100 hari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mengusung visi transformasi menjadikan Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), Polri terus meningkatkan kinerjanya menjadi lembaga penegak hukum yang tidak hanya tegas, melainkan juga memiliki personil yang solid, profesional, dan mumpuni menghadapi era Police 4.0.

"Polri telah sukses meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi informasi. Untuk fungsi Lantas, antara lain, dengan menerapkan aplikasi SIM Internasional Online, aplikasi SIM Nasional Presisi Online, aplikasi Ujian Teori SIM Online (Eavis), aplika e-PPSI, aplikasi e-Rikkes, dan Samsat Digital Nasional. Sangat memudahkan masyarakat dalam mengurus perpanjangan SIM secara online. Tinggal duduk manis di rumah, SIM akan diantarkan langsung ke depan pintu rumah," ujar Bamsoet di Bali, Rabu (19/5/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, dalam fungsi Intelkam, Polri juga telah menerapkan pengajuan SKCK secara online. Begitupun di berbagai fungsi lainnya. Antara lain di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), di Bareskrim melalui penerapan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Online, di Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) melalui aplikasi Patrolisiber.id, di Inspektorat Pengawasan Umum Polri melalui Dumas Presisi, dan di Divpropam Polri melalui Propam Presisi.

"Polri juga terus menambah fasilitas tilang elektronik (e-TLE). Setidaknya hingga akhir Maret 2021, sebanyak 244 titik kamera tilang elektronik telah tersebar di 12 wilayah Polda. Antara lain 98 titik di Polda Metro Jaya, 5 titik di Polda Riau, 55 titik di Polda Jawa Timur, 10 titik di Polda Jawa Tengah, 16 titik di Polda Sulawesi Selatan, 21 titik di Polda Jawa Barat, 8 titik di Polda Jambi, 10 titik di Polda Sumatera Barat, 4 titik di Polda DIY, 5 titik di Polda Lampung, 11 titik di Polda Sulawesi Utara, dan 1 titik di Polda Banten. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, Polri juga masih dihadapkan pada berbagai pekerjaan rumah yang tidak ringan. Salah satunya terkait pengembangan sumber daya Polri. Mengingat dari makalah yang disampaikan Kapolri saat mengikuti fit and propper test di DPR RI pada Januari 2021 lalu, tercatat per Oktober 2020, total SDM Polri mencapai lebih dari 438.387. Terdiri dari 24.500 anggota Polri Mabes, 393.543 anggota Polri Polda, 3.950 PNS Mabes Polri, dan 16.391 PNS Polda.

"Besarnya jumlah SDM juga membawa persoalan yang tidak mudah. Polri harus memastikan tidak ada ketentuan yang diskriminatif, yang dapat menghambat pengembangan sumber daya Polri. Antara lain terkait ketentuan personel yang dapat mengikuti sekolah staf dan pimpinan untuk latar belakang lulusan tertentu, persyaratan menjadi kapolda, hingga standar terhadap polisi wanita," pungkas Bamsoet.

Andi kamal

Selasa, 23 Maret 2021

Kapolri Resmi Launching Etle Nasional Tahap 1,12 Polda Terapkan E-Tilang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (Etle).

JAKARTA,Portalrakyat.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (Etle) nasional tahap 1. Dalam launching tahap 1 ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini.

Launching Etle tahap 1 digelar di gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021). Acara ini dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin dan Jaksa Agung TB. Hassanudin yang turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain turut hadir. Jajaran Dirlantas se-Indonesia juga hadir secara virtual.

Etle nasional ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jnderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya mengatakan kehadiran tilang elektronik nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Kapolri ingin masyarakat lebih waspada dalam waspada karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

“Kenapa ini kita lakukan? Ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkat program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, tentunya perlu ada upaya-upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunga menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi Polri, Jenderal Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat Etle.

Mantan Kabareskrim ini berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

Di sisi kepolisian, program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi.

‘Kita terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum kepolsiian, khususnya lalu lintas di jalan, tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat yang tentunya kita sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” jelas Kapolri.

Etle nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan Etle bisa rampung di 34 Polda.

Istiono mengatakan sistem Etle terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri.

Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti rencananya.

“Akan kita bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 april kita resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kita laksanakan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Isitiono.

Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua.

“Di semua titik yang perlu kita pasang Etle tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yanf paling krusial dan perlu kita pasang Etle di situ,” sambung dia.

Kakorlantas menjelaskan Etle nasional mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas.

Istiono berharap kesadaran masyarakat akan taat berlalu lintas semakin tinggi dengan kehadiran Etle.

Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu kepotret.

Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismesnya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu,” tuturnya.

*Ini bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri,” lanjut dia.

Berikut 12 Polda yang sudah menerapkan Etle di launching tahap 1 :

1. Polda Metro Jaya
2. Polda Jawa Barat
3. Polda Jawa Tengah
4. Polda Jawa Timur
5. Polda Jambi
6. Polda Sumatera Utara
7. Polda Riau
8. Polda Banten
9. Polda D.I.Y
10. Polda Lampung
11. Polda Sulawesi Selatan
12. Polda Sumatera Barat

Source : Div Humas Mabes Polri

Kamis, 09 Juli 2020

Wujudkan Ketahanan Pangan Ditengah Pandemi, Kapolri dan Panglima TNI Resmikan Kampung Tangguh Nusantara



Portalrakyat.com, Banten - Dalam rangka memanen hasil tambak dan penanaman bibit mangrove, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi wisata Aquaculture Mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara bertajuk Masyarakat Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk meningkatkan sinergitas TNI-Polri sebagai penggerak dan pembantu ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19.(09/07/20)

Aquaculture Mangrove merupakan wisata yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tangerang di Desa Ketapang. Tempat tersebut telah menjadi desa wisata dan pusat pendidikan mangrove dalam mengembangkan potensi desa. Dalam acara tersebut, Jenderal Pol Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga melakukan pertemuan virtual dengan 34 Kepolisian Daerah dan Tentara Nasional Indonesia di seluruh Indonesia agar program ini bisa terlaksana dengan baik.

Empat kepolisian daerah sebagai perintis program juga memaparkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan karakteristik masing-masing wilayahnya. Di Majalengka, Polda Jawa Barat melaksanakan panen delapan hektar tanaman padu dan tebar benih satu ton ikan jenis nila, mas, dan lele.

Di Kabupaten Sidoarjo, Polda Jawa Timur memanen dan menebar benih ikan bandeng sebagai langkah swasembada untuk petani lokal Kecamatan Sedati. Polda Jawa Tengah memanen ikan jenis nila dan lele kualitas unggul. Di tambak buatan yang dibangun di dekat Markas Komando Kepolisian Air dan Udara itu, Polda Jateng juga memanen udang.

Untuk mendukung program ini, Kepolisian Daerah Metro Jaya membentuk Kampung Tangguh Nusantara di wilayah Tangerang Selatan sebagai upaya solusi mencegah penyebaran COVID -19. Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz meluncurkan program Kampung Tangguh Nusantara secara virtual.  Hingga kini, Polri telah membentuk 7.024 Kampung Tangguh Nusantara dan jumlah itu akan terus bertambah sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia.

Program ini merupakan upaya Bhabinkamtibmas berbasis lingkungan RT/RW membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Masyarakat secara langsung dilibatkan untuk menjaga kampungnya dari penularan wabah ini. Sebuah kampung dapat disebut tangguh jika mempunyai syarat penerapan protokol kesehatan, keamanan, dan sosial ekonomi secara ketat dalam kehidupan ‘New Normal’ yang ditetapkan pemerintah. 

Menunjang kegiatan tersebut, pembangunan infrastruktur desa seperti pos kesehatan warga, rumah karantina, lengkap dengan fasilitas penunjang yang dibutuhkan hingga pelatihan penanganan COVID-19 jika ada warga yang terjangkit virus SARS CoV2 tersebut. Dalam pelaksanaannya di lapangan, kegiatan ini juga bersinergi dengan TNI dan perangkat desa setempat. Selain itu, Polri turut serta turun ke masyarakat untuk membagikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dan Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu dan meningkatkan perekonomian serta mendukung ketahanan pangan nasional. Inilah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mewujudkan lembaga kepolisian profesional, modern, dan terpercaya. (Yulisa)

Jumat, 31 Januari 2020

Mendagri Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid At-Taqwa Bandara Internasional Juanda Surabaya


Portalrakyat.com, Surabaya - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., mengimami jamaah untuk melaksanakan Ibadah Sholat Jumat di Masjid At-Taqwa Terminal 1 Bandara Internasional 
Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/01/2020).

Ibadah sholat jumat tersebut dilakukannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 dan Launching Anjungan Dukcapil Mandiri Provinsi Jawa Timur “Jatim Smart Province” di Grand City Surabaya, yang juga turut dihadiri Menkopolhukam.

Mendagri memang terbiasa mengimami Sholat Jumat di lingkungan Kemendagri. Bahkan ketika berdinas ke luar kota pun, ia tak luput untuk melaksanakan ibadah Sholat Jumat.

Menurut rencana, usai melaksanakan Sholat Jumat, Mendagri beserta rombongan akan bertolak  ke Magetan untuk meninjau Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri dan Penyerahan Mobil Damkar Bantuan dari Korea Selatan di daerah tersebut.

(Leodepari)

Jumat, 24 Januari 2020

Wapres RI Ma'ruf Amin : Tahun 2023 Targetkan Sejuta Santri Pebisnis (Santripreneur)


Portalrakyat.com, Jakarta -  Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan pemerintah menargetkan untuk menciptakan satu juta santri pengusaha atau Santripreneur dan 1000 produk unggulannya hingga lima tahun ke depan.

Target tersebut merupakan bagian dari program wirausaha pesantren atau program One Pesantren One Product (OPOP) yang dicanangkan pemerintah mulai 2019.

"Sejak 2019 ini, memiliki target untuk menciptakan satu juta santriprenuer dan 1.000 produk unggulan (barang atau jasa) pada tahun 2023," kata Ma'ruf  dalam keterangan resmi seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (24/01/2020).

Lebih lanjut Wakil Presiden itu merinci target jangka pendek pada 2019 lalu adalah 100 ribu santripreneur dan 150 produk unggulan. Sedangkan pada 2020 ini menargetkan terciptanya 200 ribu santripreneur dan 200 produk unggulan.

Selanjutnya tahun 2021, sebanyak 200 ribu santripreneur dan 200 produk unggulan mulai berkembang. Lalu pada 2022 ditarget sebanyak 250 ribu santripreneur dan 200 produk unggulan kembali tumbuh.

"Pada 2023 pemerintah menargetkan 250 ribu santripreneur dan 250 produk unggulan," kata Ma'ruf.

Ma'ruf mendorong agar gerakan wirausaha berbasis pesantren dapat bergerak masif di provinsi lain. Selain di Jawa Timur, program sejenis OPOP juga sudah berkembang di Jawa Barat sejak 2018. Terlebih lagi, kata dia, gerakan itu nantinya bisa mensejahterakan santri dan mengembangkan pesantren secara mandiri

Untuk diketahui, pada gelaran kampanye Pilpres 2019 lalu, Ma'ruf kerap kali konsen pada isu ekonomi kerakyatan berbasis pesantren.

Kesejahteraan seluruh kalangan perlu, sehingga pemberdayaan yang adil dan merata diperlukan. (red). 

Kamis, 23 Januari 2020

Mensos: Realisasi Program Kesejahteraan Sosial Harus Mampu Adaptasi Inovasi Teknologi


Portalrakyat.com, Yogyakarta , - Menteri Sosial Juliari P. Batubara Selama dua hari mulai Rabu-Kamis (22-23/01/2020) melakukan kunjungan ke tiga unit pelaksana teknis (UPT) Kemensos yakni BBPPKS Yogyakarta, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta, dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso, Surakarta. 

Foto : Menteri Sosial Republik Indonesia 

Mensos menyatakan, pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan merupakan “otak” Kementerian Sosial. Mensos mengingatkan, pekerjaan Kemensos tidaklah mudah kendati  anggaran Kemensos terbesar keenam dari seluruh K/L. Ini karena yang diurus Kemensos adalah manusia. 

“Yang kita urus ini bukan barang, bukan bangunan dan jembatan. Yang kita urus dan yang kita bangun ini manusianya. Oleh karena itu, saya tekankan bahwa tugas Kemensos bukan hanya pada distribusi bansos, tapi juga bagaimana membenahi peradaban,” jelas Mensos. (Kamis, 23/01/2020)

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menegaskan kepada jajarannya, agar hasil riset dan modul dari balai besar pendidikan dan pelatihan benar-benar adaptif terhadap perubahan jaman, termasuk cepatnya inovasi teknologi. Harapan itu ada pada  pusat-pusat unggulan seperti balai penelitian yang dimiliki Kementerian Sosial bisa menjawab permasalahan terkini yang hadapi masyarakat. 

“Kalau kita lihat perubahan yang berlangsung saat ini sangat dipengaruhi teknologi. Seperti BBPPKS ini coba berpikir ke depan. Bagaimana mulai mengadaptasikan teknologi. Mungkin nanti  mekanisme penyaluran program-program social welfare yang masih manual akan digantikan oleh aplikasi di handphone” Tegas Mensos Juliari dalam kunjungan kerjanya di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta, (Kamis, 23/01/2020). 

Foto : Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyempatkan foto bersama pejabat Kementerian Sosial saat mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Dr. Soeharso, Surakarta,  Jawa Tengah, Kamis (23/01/2020). Berdiri (dari kiri ke kanan)  Kepala BBRSPDF Heri Kris Sritanto, Sekjen Hartono Laras, Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, Kabadiklit Kesos Syahabuddin,  Wakil Wali Kota Solo Ahmad Purnomo, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo. (Foto Humas Kemensos RI) 

Mensos juga memapakan pentingnya adaptasi teknologi dengan program kesejahteraan sosial juga membutuhkan sinergi dengan pihak lain. Oleh karena itu, UPT Kemensos seperti BBPPKS, B2P3KS, dan BBRSBD perlu dikenal dan bersinergi dengan para stakeholder, seperti perguruan tinggi, dan perusahaan teknologi.
Pembangunan tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi namun yang tak kalah penting adalah juga harus membangun peradabannya. Mensos mencontohkan, di sejumlah negara maju, pelayanan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PPKS), penyandang disabilitas, lansia yang tidak punya akses, atau anak-anak yang berkebutuhan khusus, dilakukan oleh kalangan swasta. 

“Di negara maju pemerintah sudah tidak terlalu ikut campur,” katanya. Di Indonesia, negara termasuk Kemensos, bertanggung jawab dalam pelayanan terhadap PPKS. Oleh karena itu, segenap pegawai di Kemensos dituntut punya kemampuan mentransformasikan dengan dimulai dari perubahan cara berpikir para pegawai.
Dalam bagian lain sambutannya, Mensos menyatakan, Kemensos juga sudah mengantisipasi kelanjutan program prioritas nasional seperti PKH dan BPNT. Untuk itu, Kemensos sudah mempersiapkan payung hukum berupa rancangan undang-undang (RUU). 

“Kita sudah memasukkan RUU perlindungan dan bantuan sosial serta RUU penanggulangan bencana. Keduanya sudah masuk program legislasi nasional artinya masuk ke daftar RUU yang diprioritaskan. Dengan adanya 2 RUU tersebut, BPNT dan PKH bisa lanjut terus,” Pungkas Mensos. (Red/MGA) 

Sumber: Biro Humas Kemensos RI

Minggu, 13 Oktober 2019

Bupati Wajo Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Tua di Tosora Sebagai Wujud Bangkitkan Budaya Religi

Portalrakyat.com, Tosora Wajo (Sulsel) - Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si hadiri peletakan batu pertama pendopo Masjid Tua yang dirangkaikan dengan doa zikir dan HAUL Akbar habib sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar, Minggu 13 Oktober 2019.

Prof. Dr. Ir. H.Wahyuddin Latunreng mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bupati Wajo sekaligus meletakkan batu pertama di pendopo Masjid Tua hari ini.

Dikatakan kalau Masjid ini akan menjadi tempat ibadah masyarakat Tosora, dan akan disediakan pula tempat khusus bagi non muslim.

Prof. Wahyu dalam sapaan akrabnya mengatakan "Insya Allah air yang di gunakan berwudhu bisa diminum, sudah banyak yang ingin menyumbang untuk pembangunan  Masjid ini, dan salah satunya tamu kita dari Jawa Timur yang akan menanggung seluruh marmernya, dan lain sebagainya."

"Atap dari Kuningan yang tahan sampai 1.000 tahun akan digunakan," Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng menambahkan.


Dan dikatakan kalau tempat ini merupakan situs Nasional dan akan dibuatkan tempat khusus bagi non muslim dan akan ada aturan sesuai syariat Islam ketika memasuki tempat ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, dzikir dan HAUL Akbar yang dibawakan oleh habib Mahmud bin Umar Alhamid di Masjid sekaligus dilanjutkan dengan Sholat Dhuhur berjamaah.

Dalam sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pelaksanaan kegiatan ini kepada Prof.Dr. Ir. H. Wahyuddin Latunreng dan habib Mahmud bin Umar  Alhamid.

"Cagar budaya yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Wajo nantinya, saya optimis tahun depan Masjid ini sudah berdiri megah," kata Bupati Wajo.

"Karna ini adalah makam cucu dari Rasulullah SAW yang keduapuluh di abad ke 16 dan merupakan orang tua dari wali-wali yang ada di Jawa," Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau dia juga akan membedah/menelurusuri sejarah, sehingga seluruh dunia tahu bahwa di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, ada makam cucu dari Nabi Muhammad SAW, ini akan menjadi corong kita membangkitkan Wajo kedepannya.

"Kita ingin situs budaya ini menjadi budaya religi, yang akan kita persembahkan untuk masyarakat Wajo dan Nusantara, maka dari itu akan didesain dan model khusus yang akan ada payung hukumnya, bersama DPRD mengawal Perda dari situs budaya kita ini, supaya menjadi tempat ziarah yang sekaligus belajar tentang Islam, peradaban, nilai nilai dan Akhlakul Karimah, supaya menjadi pendalaman bagi generasi kita kedepan," harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Kita akan anggarkan di tahun 2020, akses jalan beton mulai jalan bajo sampai ditempat ini, akan mulus dan ada taman tamannya," tambah Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau rencananya, setelah Masjid ini selesai, maka akan mengundang Presiden RI untuk meresmikannya.

Dalam acara ini Habib Mahmud bin Umar Alhamid Mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wajo, dalam hal ini Bupati Wajo yang menyempatkan waktu untuk hadir dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan ini Habib Mahmud bin Umar Alhamid juga mengungkap sejarah singkat Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain  Al Akbar yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW, yang di makamkan di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo Provinsi Sulsel.


"Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar wafat di usia 108 tahun, beliau memiliki kharoma yang tidak dimiliki manusia biasa," ungkapnya.

"Semasa hidupnya beliau menyiarkan agama Islam sampai di Wajo dengan penuh perjuangan sehingga bisa berkembang seperti saat ini," tambahnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Ir.Sudirman Meru Ketua komisi II, Sekda Kab.Wajo, Kemenag Kab.Wajo, Ketua Tim Penggerak PKK kab.Wajo, Ketua Darma Wanita persaruan Kab. Wajo, Seluruh OPD  lingkup Pemkab Wajo, Kepala Desa Tosora, Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat. (Rutan Nusu). 

Sumber : (Humas Pemkab Wajo)

Selasa, 01 Juni 2021

Kapolda Sulsel Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Dan Gotong Royong Melawan Covid-19

Portalrakyat.com-Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen. Pol. Drs. Merdisyam, M.Si., mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 secara virtual di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (1/6/2021).


Turut hadir dalam Pelaksanaan Upacara tersebut, Pangdam XIV Hasanuddin, Pangkoops AU II, Wadanlantamal VI Makassar, Pangkosek Hanudnas II, Sekda Prov Sulsel dan dan Pejabat Publik Lainnya


Presiden Joko Widodo bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 Juni 2021. Dalam upacara peringatan kali ini, Kepala Negara tampak mengenakan pakaian adat khas Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan..


Kapolda Sulsel Irjen. Pol. Drs. Merdisyam, M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 atau virus corona dewasa ini.


Semangat gotong royong itu, kata Irjen Pol Merdisyam, merupakan salah satu bentuk merefleksikan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2021. 


Dengan bergandengan tangan melawan Covid-19, hal tersebut merupakan wujud generasi penerus bangsa saat ini untuk melanjutkan semangat Founding Fathers Indonesia dalam merumuskan Pancasila sebagai Idiologi Bangsa ketika itu.


"Menanamkan nilai Pancasila di tengah Pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan gotong royong, bersatu dan bergandengan tangan sebagaimana butir ketiga pancasila 'Persatuan Indonesia' dalam melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang dihadapi oleh Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya," kata Irjen Pol Merdisyam, Selasa (1/6/2021).


Pancasila yang merupakan kepribadian dan pandangan hidup berbangsa, menurut Merdy, menjadi landasan yang kuat untuk masyarakat dengan pemerintah bersatu menghadapi tantangan yang terjadi saat Pandemi Covid-19.


"Tingginya semangat persatuan dan kesatuan dari seluruh lapisan masyarakat bersama dengan Pemerintah, maka dapat terwujud Indonesia yang tangguh ketika menghadapi virus corona saat ini," ujar Kapolda Sulsel. 


Mantan Kapolda Sultra itu menyatakan, dengan adanya persatuan itu, maka efek domino yang dihasilkan dari Pandemi Covid-19, mulai dari perekonomian dan kehidupan sosial dapat teratasi dengan baik. 


Refleksi Hari Lahir Pancasila saat ini, kata Merdy, juga dapat diimplementasikan dengan kesadaran kedisiplinan dari masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat juga harus memberikan dukungan dari seluruh kebijakan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai virus corona. 


"Kedisplinan protokol kesehatan dapat menjadi kunci untuk Indonesia segera bisa keluar dari Pandemi Covid-19. Dukungan dari masyarakat untuk turut serta dan berperan aktif dalam pelaksanaan PPKM Mikro, vaksinasi nasional serta penguatan 3M dan 3T, juga bisa menjadi bentuk nasionalisme atau wujud kecintaan terhadap Pancasila," papar Irjen Pol Drs. Merdisyam. 


Adanya gotong royong masyarakat dan Pemerintah dalam memerangi Covid-19 maka akan terwujud Pancasila dalam tindakan, bersatu untuk Indonesia tangguh.  Sebagaimana tema Hari Lahir Pancasila 2021 yang diusung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tahun ini


Sementara itu Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan juga menyampaikan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2016 melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.


“Upacara peringatan kali ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, Seluruh pejabat yang hadir dan anggota yang bertugas memakai masker lengkap. Mereka juga menjaga jarak serta melaksanakan protokol kesehatan. Namun, mereka tetap bisa mengikuti upacara secara virtual dan upacara tetap bisa berlangsung secara khidmat,”ungkap Kabid Humas Polda Sulsel

Andi kamal

Jumat, 21 Mei 2021

Kapolri Saat di Dampingi Panglima TNI Dalam Serangkaian Kunjungan Kerja


BANDUNG-Portalrakyat.com-Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat.

Setelah melaunching Layanan Polisi 110, secara bergantian, keduanya mengunjungi Sekolah Staf dan Komando (Sesko TNI) dan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, pada Kamis (20/5/2021).

Di Sesko TNI mereka meninjau Wargaming System dan E-Learning System dilanjutkan penyerahan kendaraan operasinal.

Hari ini, Jumat (21/5/2021), Panglima dan Kapolri mengunjungi Sesko TNI AU. Pada kesempatan itu, keduanya melakukan kegiatan menanam pohon sebagai lambang integrasi TNI-Polri. Kemudian meresmikan perpustakaan Widyasana. "Semoga perpustakaan ini memberikan banyak manfaat untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia," kata Panglima dalam keterangannya.

Sementara Kapolri mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk kekompokan dan sinergitas TNI-Polri. "Kunjungan ke lembaga pendidikan ini baru pertama kali dilakukan. Ini bentuk sinergitas dan kekompakan TNI-Polri," kata Kapolri dalam keterangannya.

Kamis, 20 Mei 2021

PJU Polda Sulsel Dan Para Kapolres Jajaran Ikuti Launching Layanan Polri 110, Berikan Kemudahan Pelayanan Polri Kepada Masyarakat

Portalrakyat.com-Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam , dan Pejabat Utama Polda Sulsel serta Kapolres jajaran menghadiri Vicon Launching layanan polisi 110 oleh Kapolri, Kamis (20/05/2021) di Lobby Lt.1 Mapolda Sulsel

Untuk Diketahui Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali meluncurkan inovasi berupa Layanan Polisi 110. Layanan hotline ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat, salah satunya dalam berkomunikasi dengan Polri.

Hal ini bisa diakses oleh seluruh provider. Tidak itu saja, masyarakat yang menghubungi layanan polisi ini juga tidak dipungut biaya, alias gratis dan bebas pulsa.

Launching Layanan Polisi 110 ini berlangsung di Polda Jawa Barat, yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menpan RB (diwakili), Menkominfo (diwakili) yang diikuti oleh seluruh Polda dan Polres di Indonesia melalui video conference (vicon).

Kapolri dalam sambutannya, pelayanan Polisi 110 ini dapat digunakan secara nasional. Dengan harapan bisa digunakan oleh masyarakat yang nantinya bisa tersambung dengan seluruh anggota kepolisian terkait pelayanan kepolisian.

“Karena teknologi semakin berkembang, maka mau tidak mau kita (Polri) harus mengikuti perkembangannya,” ujar Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri berpesan, kepada Polda di jajaran agar dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui aplikasi-aplikasinya yang telah dibangun untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Saat ditemui Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan menjelaskan Layanan polisi untuk panggilan 110 kembali aktif, termasuk di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat


“Pointnya adalah untuk kecepatan dalam memberikan pelayanan, Khususnya terkait masalah isu ganguan kamtibmas. Ini bentuk kemajuan teknologi yang dimiliki dan dikembangkan kepolisian untuk menjawab segala tantangan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel

Andi kamal

Kamis, 08 April 2021

Laga Melawan PSIS Semarang,Tim Ayam Jantang Dari Timur di Pastikan Tidak Mainkan Tiga Pemain Baru


Makassar,Portalrakyat.com-PSM Makassar akan menghadapi PSIS Semarang pada babak delapan besar Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (9/4/2021).

Jelang laga itu, PSM Makassar dipastikan tidak akan menurunkan tiga pemain baru.

Tiga pemain baru PSM Makassar itu adalah Marko Kabiay, Junius Bate, dan Julius Josel.

Pelatih PSM Makassar, Syamsudin Batola, membeberkan alasannya mengapa ketiga pemain itu tidak bisa bermain di laga kontra PSIS Semarang.

Menurut Syamsudin, ketiga pemain itu statusnya masih seleksi di Juku Eja Atau Tim Ayam Jantan dari Timur.

Selain itu, kuota pemain PSM Makassar untuk Piala Menpora 2021 juga sudah penuh.

"Masalah tiga pemain itu saya kita belum bisa bermain karena kami sudah mendaftarkan 30 nama di Piala Menpora," kata Syamsudin Batola, Kamis (8/4/2021).

Nasib ketiga pemain itu juga belum bisa ditentukan apakah diterima atau tidak.

Syamsudin Batola masih mau melihat perkembangan dari ketiga pemain itu.

"Jadi untuk mereka sampai saat ini masih trial saja," ucap Syamsudin Batola.

Seperti diketahui, Marko Kabiay merupakan pemain berposisi bek sayap.

Pemain asal Papua itu sempat membela beberapa klub di Indonesia yakni Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, PSBS Biak, Arema FC, Persija Jakarta, PSMS Medan, Persewar Waropen, Semen Padang, dan terakhir di Persis Solo.

Sama dengan Marko Kabiay, Junius Bate juga bermain di posisi bek sayap.

Pemain berusia 27 tahun itu sempat membela Persiwa Wamena, Bali United, Celebest FC, PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, dan Kalteng Putra.

Terakhir itu ada Julius Josel pemain berposisi penyerang yang masih berusia 25 tahun.

Ia merupakan pemain yang sempat membela Persib Bandung.

Bola.Sport/Redaksi.

Sabtu, 10 Oktober 2020

Hadirkan Pemateri Luar,Kadis DPTHP Ir.Fajar Beberkan Pentingnya Budidayakan Tanaman Porang




Portalrakyat.com-Dinas Tanaman Pangan Holtikultur dan Perkebunan (DTPHP) melaksanakan Sosialisasi budi daya tanaman Porang yang bertempat di Aula Kantor BPP Mallanroe, Kecamatan Lalabata,Sabtu (9/10/2020).

Sebagaimana diketahui bahwa Visi DTPHP Kabupaten Soppeng yakni “Terwujudnya Sistem Pertanian yang Melayani dan Pro Petani serta Berkelanjutan di Kabupaten Soppeng Tahun 2021”.

Kadis DTPHP Ir.Fajar telah berupaya untuk melayani kebutuhan petani utamanya dalam misinya yakni Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hasil pertanian.

Saat ini Tanaman Porang yang lagi trend khususnya di kabupaten Soppeng dan hasilnyapun menjajikan jika membudidayakan tanaman tersebut dengan tepat dan memahami proses pemasarannya.

Dengan dasar tersebut Kadis Pertanian kabupaten Soppeng menghadirkan pemateri kelahiran Madiun 5 Juli 1979 Didik Kuswandi, SE, M.Mar.Eng

Dia adalah kepala Desa yang saat ini terbilang sukses dalam pengembamgan budidaya Tanaman Porang khususnya wilayah Blitar Jawa Timur.

Master Marine Engineer ini mempunyai Motto, Harta Semakin Kita Kejar Semakin Miskin Terasa Karena Harta Terindah Adalah Ilmu Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain.

Dikesempatan itu Kadis Pertanian Kabupaten Soppeng Ir. Fajar mengungkapkan dengan kehadiran pemateri ini petani Soppeng dan pecinta pertanian yang ingin sukses dalam berbudiya tanaman Porang dapat memahami Jenis tanaman porang yang tepat berikut cara pengelolaannya, ujarnya.

Sementara itu Naharuddin salah satu peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut mengungkapkan, Tanaman porang menjadi perbincangan beberapa waktu terakhir. Pasalnya tanaman yang satu ini disebut-sebut mampu menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Ujar nahar saat ditemui, minggu (10/10)

Tanaman porang atau nama lainnya Iles-iles mempunyai nama latin Amorphophallus muelleri merupakan tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota marga Amorphophallus.

Manfaat iles-iles terutama untuk bidang industri dan kesehatan, karena kandungan glukomannan pada tepung umbinya. Porang mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen yang tinggi.jelasnya.

Porang dapat tumbuh di jenis tanah apa saja. Meski begitu tanaman ini tumbuh dengan baik di tanah yang memiliki naungan misalnya di bawah pohon jati, mahoni dan sengon. Ujar Naharuddin.

Teknik Perkembangbiakan porang bisa dengan menggunakan biji.katanya.

Terakhir kata Naharuddin, Saya mengapresiasi Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng yang telah mengahdirkan nara sumber yang tidak pelit ilmu sehingga saya yakin jika para peserta penelaah dengan baik saat sosialisasi insyah allah kedepan semua akan sukses, pungkas Nahar.

Untuk diketahui Misi pada Dinas Pertanian Kab. Soppeng Untuk Mewujudkan Visi yang ingin dicapai yaitu :
1. Memantapkan dan meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan hasil ternak secara berkelanjutan.

2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hasil pertanian.

3. Menciptakan Lingkungan yang kondusif bagi masyarakat veteriner.

4. Mewujudkan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang efektif serta memantapkan koordinasi dan sinergitas dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

5. Mendorong pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur, Pelaku Utama dan Pelaku Usaha serta pengembangan kelembagaan Petani.

Sabtu, 29 Agustus 2020

Alamak....!!!, Makin Marak Info Transaksi Narkoba di Gang Sewu Kota Pematangsiantar Diduga Makin Bebas




Pematangsiantar (Sumut), Portalrakyat.com, – Dalam satu bulan terakhir, Sat narkoba Polres Pematangsiantar melakukan razia rutin pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Pematangsiantar, Dalam hal tersebut cukup jelas bahwa pelaku yang diduga tersangka pengedar narkoba yang telah diamankan dari beberapa lokasi di Kota Pematangsiantar pada hari Sabtu (22/08/2020)

Ada apa dengan ini...???, Seolah olah ada yang terlupakan, Oknum yang diduga bandar narkoba Kota Pematangsiantar yang hingga saat ini tidak kunjung diamankan. Dalam seminggu terakhir ini sejumlah informasi juga tersebar bahwa diduga bandar narkoba tersebut yang berinisial UH, Diduga masih bertransaksi narkoba dengan bebas.

Tentang adanya dugaan pengedaran narkoba yang bebas di sekitar Jalan Tanah Jawa, Gg Sewu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, juga disorot oleh beberapa Media karena Dugaan bebas transaksi narkoba tersebut di Gg Sewu.

Berdasarkan konfirmasi awak media kepada Dir narkoba Poldasu Robert Da Costa melalui pesan balasan singkatnya di Whats App, Thanks Informasinya akan ditindak lanjui kepada awak media pada hari Jumat (21/08/2020)

Hal tersebut juga sama disampaikan oleh Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat dikonfirmasi mengatakan Akan menindaknlanjuti informasi dugaan peredaran narkoba di Jalan Tanah Jaws  Gang Sewu tersebut.

Terima kasih infonya, akan kita tindak lanjuti,”sebut AKBP Boy Sutan Binanga Sitegar yang juga Kapolres baru di kota Pematang siantar menggantikan AKBP Budi Pardamean Saragih. 

Berita ini dilangsir dari media online Hitvberita.com
Editor : Rahmat Hidayat

Rabu, 25 Maret 2020

Mewakili Pengurus IWO Soppeng Andi Mull Ucapkan Bela Sungkawa Atas Wafatnya Ibunda Presiden Joko Widodo


Portalrakyat.com, Soppeng  Ibunda Presiden RI Joko Widodo Wafat, Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan  Ucapkan Turut Berbela Sungkawa, Watansoppeng Jalan Pemuda, Kamis 26/3/2020.

Peran seorang ibu, sangatlah besar dalam tumbuh kembang dan karier seseorang. Hal ini juga dirasakan oleh Presiden RI H. Ir. Joko Widodo (Jokowi), disaat harus memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tengah menghadapi ‘serangan’ pandemic Corona Virus Disease (Covid-19), ada kabar duka yang diterima keluarga Istana Kepresidenan RI, Rabu (25/03/2020) sore.

Ibu Sujiatmi Notomiharjo lahir di Kabupaten Boyolali pada tanggal 15 Februari 1943, adalah sosok yang jujur, ulet dan sopan. Dia merupakan anak bungsu dan perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara pasangan Wirorejo dan Sani. Sementara kakaknya bernama Wirorejo dan Miyono. Sujiatmi tumbuh besar di Desa Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Nilai – nilai kejujuran inilah yang selalu almarhumah tanamkan kepada 4 putra putrinya, termasuk si sulung Joko Widodo.

Dengan berpulangnya almarhumah ke hadirat Allah SWT karena sakit kanker yang telah diidapnya selama 4 tahun terakhir, kami atas nama keluarga besar Ikatan Wartawan Online Kabupaten Soppeng mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga besar Presiden RI H. Ir. Joko Widodo.

Ketua IWO Soppeng Andi Mull Makmun (Foto dokumen).

Ungkapan bela sungkawa ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Daerah IWO Soppeng Andi Mul Makmun, Kamis 26/3/2020

“Kami keluarga besar Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online Kabupaten Soppeng  mengucapkan bela sungkawa atas berpulangnya Ibu Hj. Sujiatmi Notomiharjo, pada hari Rabu, sore tanggal 25 Maret 2020. Semoga almarhumah berpulang kerahmatullah dalam keadaan husnul khatimah,” ucap Andi Mull

“Kami juga memberikan dukungan kepada Bapak Joko Widodo beserta keluarga, agar selalu bersabar dan senantiasa berbuat yang terbaik untuk bangsa ini yang tengah berjuang melawan pandemic Covid-19,” imbuhnya. (Red)

Minggu, 22 Maret 2020

IWO Soppeng Dorong Warga Bumi Latemmamala Untuk Daftar Menjadi Polisi

Portalrakyat.com, Soppeng - Ketua pengurus daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan Andi Mull Makmun mengajak putra-putri kelahiran Soppeng untuk mendaftar sebagai anggota Polri.

Hal itu di sampaikan karena Ia mengapresiasi Polri yang saat ini telah berbenah dengan membuka penerimaan calon anggota Polri dengan tidak memungut biaya alias gratis yang mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis atau disingkat BETAH.

"Saya mengapresiasi Polri dengan perinsip "Betah" oleh karena itu, bagi putra-putri Soppeng, ayoo manfaatkan kesempatan ini untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Polri, ungkap A2M akronim
Andi Mull Makmun dalam keterangannya hari ini dikantor PD IWO Kab.Soppeng, ahad (22/3/2020).

Ia mengatakan, "saat ini POLRI dalam menerima calon angota Polri tahun 2020 tidak memungut biaya apapun baik pendaftaran Tamtama, Bintara, Perwira, dan atau Akademi Kepolisian (Akpol) dalam proses rekrutmen,katanya.

Kata dia, "ini sesuai apa yang disampaikan Kapolri saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri Tahun Anggaran (TA) 2020 di Pusdikmin Polri, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3), ucap A2M Ketua IWO yang juga Pimpinan Redaksi sejumlah media mitra Polri tersebut.

A2M mengajak warga masyarakat untuk segera mendaftar di polres bagi yang ada di daerah dengan keyakinan tanpa ragu.

Dikatakannya,"Untuk itu saya sampaikan kepada masyarakat khususnya masyarakat yang mempunyai anak ataupun kenalan yang ingin menjadi Polisi jangan ragu dan pesimis, silahkan daftarkan anak anak anda menjadi Polisi di Polres terdekat, dan yakin tidak ada pungutan atau bayar bayar, pungkas Andi Mull.  (IWO).

Rabu, 18 Maret 2020

Gunakan Senpi Ilegal, Enam Pelaku Diringkus Polda Metro Jaya

Portalrakyat.com, Jakarta, Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal, Sebanyak 24 pucuk senjata api dari berbagai jenis, 8 pucuk Senjata Mimis, 2 pucuk senjata airsoftgun dan sebanyak 12.000 butir peluru tajam.

Dari hasil pengungkapan tersebut sat Reskrim polres metro Jakarta Barat mengamankan 6 pelaku diantaranya berinisial JR, AK, CTB, WK, MH dan AST tersangka penjual senjata api ilegal di beberapa lokasi berbeda.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, kasus ini terbongkar setelah salah satu pelaku berinisial AK dan JR berselisih dengan korban berinisial GH.

Di mana korban GH dianiaya oleh kedua tersangka itu lantaran masalah jual beli mobil mewah jenis Force. 

"Jadi ketika itu korban komplain dengan masalah mobil yang mau dibeli dari tersangka dua orang ini. Tapi ketika komplain tersangka malah dianiaya,"

Perselisihan itu berlanjut penganiayaan terhadap saudara GH kemudian senjata api ditembakkan di bagian samping kupingnya dan dianiaya menggunakan senjata api. Kemudian GH melaporkan kejadian itu  ke Polres Metro Jakarta Barat.

"Kita berhasil menangkap AK. Dari keterangannya senpi yang digunakan milik JR yang kemudian kita amankan JR di kawasan Duri Kosambi Cengkareng," jelas Irjen Nana, Rabu (18/03/2020).

Nana menambahkan, dari penangkapan itu, petugas melakukan pengembangan hingga menangkap CTB bersama barang bukti  senjata api ilegal.

Berdasarkan hasil pengembangan selanjutnya, CTB ini juga menjual senpi ilegal ke beberapa orang diantaranya kepada WK, MH dan ASP.

"WK kita amankan di Jelambar Grogol Petamburan dan ditemukan 3 buah senpi di dalam rumahnya. Kemudian MH kita amankan di daerah Bogor Jawa Barat bersama barang bukti enam senjata api jenis air soft gun," tambahnya.

Sehinga dapat disimpulkan, lanjut Kapolda, senjata api yang diamankan sebanyak 34 buah dengan total peluru sekitar 12 ribu butir

Atas perbuatannya tersebut, pelaku terancam dijerat Pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951, pasal 172 ayat 2 KUHP, pasal 368 KUHP, pasal 33 ayat 2 KUHP dan pasal 335 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Terkait dengan masalah ini, Polisi masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman untuk mengungkap lebih jauh terkait dengan masalah perkembangan senjata api ilegal di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kasus senjata api ilegal ini bisa dikatakan mendapatkan keuntungan terbesar setelah narkoba dan pedagangan orang. Senpi ini juga bisa digunakan untuk perampokan teroris dan lainnya," tegasnya.

Nana juga mengimbau kepada masyarakat  untuk tidak membeli senjata tanpa dokumen, terlebih lagi melakukan upaya arogansi sampai penganiayaan ataupun pengeroyokan.

Dalam Kesempatan tersebut turut di hadiri kapolres metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Dir Krimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi serta Kanit Krimum Iptu Dimitri Mahendra dan jajaran sat reskrim polres metro jakarta barat.(humas)

Rabu, 11 Maret 2020

Hari Kopi Nasional 2020, Kopi Gowa Siap Tembus Pasar Eropa


Portalrakyat.com, Gowa -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa optimis kopi Gowa bisa tembus pasar Eropa. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H. Muchlis saat menghadiri Peringatan Hari Kopi Nasional Tahun 2020 di Kantor Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Rabu (11/3).

Menurut Muchlis kopi yang ada di Kabupaten Gowa merupakan salah satu jenis kopi terbaik yang ada di Indonesia. Gowa memiliki jenis kopi arabika yang banyak diminati di Indonesia bahkan luar negeri.

"Ternyata permintaan kopi yang jenisnya itu persis yang ada di Gowa sangat diminati di Eropa dan negara-negara penikmat kopi lainnya, terutama untuk jenis arabika," kata Muchlis didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupateb Gowa, Hj Suhriati.

Lanjut Muchlis, untuk bisa tembus pasar Eropa, saat ini Pemkab Gowa sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jawa Barat yang mempunyai jejaring untuk melakukan pemasaran kopi hingga ke Eropa.

"Alhamdulillah yang bersangkutan sudah datang untuk menjalin kerja sama  dengan petani-petani kopi yang ada disini dan Insya Allah petani-petani kita yang ada di sini siap untuk bekerja sama dengan mereka mulai dari teknologi kemudian bagaimana memasarkan kopi mereka," lanjutanya.

Olehnya itu, Muchlis berharap para petani untuk bisa menghasilkan komoditas kopi dengan kualitas baik harus betul-betul memperhatikan waktu panen dan cara memanen.

"Petani harus menyadari cara petik kopi itu persis pada jadwal panennya yang baik, kemudian petiknya seragam yang warna merah semua tidak dicampur-campur dengan yang masih muda sehingga harganya bisa dipertahankan dan kualitasnya betul-betul yang terbaik," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Hj Suhriati menyebutkan arabika merupakan jenis kopi unggulan Kabupaten Gowa. Setiap tahunnya Kabupaten Gowa menghasilkan kopi sebanyak 2.577 ton dengan luas lahan 4.931 hektar.

"Unggulan kopi kita itu arabika yang banyak diminati, untuk sentra kopi kita di Kabupaten Gowa ada Kecamatan Tompobulu, Tinggimoncong, Tombolopao, Parigi dan Kecamatan Bungaya," ujarnya.

Suhriati menambahkan untuk saat ini, kopi di Gowa dipasarkan di cafe-cafe dan peminat kopi yang ada di Gowa, sedangkan untuk luar Kabupaten Gowa, kopi arabika juga dipasarkan hingga ke Jakarta.(JN)

Rabu, 05 Februari 2020

Polisi Kejar Jaringan Pelaku Joki Seleksi CPNS di Makassar


Portalrakyat.com, Makassar -  Setelah menangkap dua joki seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Ham Sulawesi Selatan, FA, 23 dan AS, 23. Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar kini mengejar jaringan kedua pelaku.

"Indikasinya begitu (ada jaringan), saat ini masih kita kembangkan," kata Kanit 3 Tipiter Reskrim Polrestabes Makassar, Iptu Ali Hairuddin, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

Ali Hairuddin mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait jaringan kedua joki seleksi CPNS ini, karena mereka didatangkan oleh seseorang yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Penyelidikan terhadap jaringan joki seleksi CPNS itu berdasarkan identitas pemesan yang saat ini telah diketahui oleh penyidik.

"Inilah sementara kami lakukan pengembangan dan berdasarkan identitas yang memesan ini kita kembangkan dan ditindaklanjuti," terang Ali.

Kedua joki didatangkan dari Pulau Jawa oleh seseorang berinisial, W dengan alasan mengajar dalam rangka persiapan seleksi CPNS, hanya saja, saat tiba di Makassar, W membujuk keduanya menjadi joki.

Tawaran W itu diikuti dengan iming-iming uang sebesar Rp10 juta jika keduanya bersedia menggantikan dua warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dalam seleksi CPNS, Agar lebih meyakinkan kedua joki, W memberikan uang muka.

"Mereka baru terima akomodasi, masing-masing itu Rp1,8 juta dan dijanjikan uang sebesar Rp10 juta, jika lulus," ungkap Ali.

Kedua pelaku sebelumnya diringkus saat mengikuti tes ujian CPNS di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Baringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 4 Februari 2020 kemarin. Keduanya diringkus saat diwawancarai tim seleksi lantaran tak tahu bahasa daerah yang digantikan. (Med/Red). 
© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved