-->

Senin, 27 Januari 2020

Bupati Wajo Apresiasi Sinergitas UNIPRIMA dengan Misi Pemerintah Kabupaten Wajo


Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Pembekalan dan pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata terpadu angkatan pertama Universitas Puangrimaggalatung tahun akademik 2019-2020 di ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Senin 27 Januari 2020.

Prof. Dr. H. Imran Ismail, MS yang merupakan Rektor Universitas Prima menyampaikan bahwa kuliah kerja nyata terpadu angkatan pertama dari Universitas Prima sebanyak 632 orang dan disebar di 60 desa di Kabupaten Wajo dan dilaksanakan selama 2 bulan.


Dengan Lokasi di Kecamatan Pammana Kecamatan Sabbangparu, Tanasitolo Maniangpajo, Gilireng, Majauleng, Sajoanging dan Kecamatan Penrang dan selama di lokasi nantinya bisa membuat reputasi sesuai kebutuhan masyarakat, dan juga mendukung program Bapak Bupati khususnya dalam wirausaha.

Dan hari ini juga dilakukan perjanjian kerjasama antara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Prima dan Dekan Pertanian Universitas Bosowa.


Sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si  menyampaikan bahwa hari ini melepas anak mahasiswa kuliah KKN terpadu di 8 Kecamatan, yang Insya Allah akan tersebar dan akan mengimplementasikan ilmu apa yang telah dimiliki untuk dapat ditampilkan dan di kolaborasi.

"Insya Allah akan bisa melakukan pembinaan, pemberdayaan kepada masyarakat kita, sesuai dengan ilmu yang dimiliki dan tentunya bisa untuk berinovasi," kata Bupati Wajo.

"Visi kita, bagaimana kedepan memiliki generasi-generasi yang berintegritas, intelektual dan bisa menjadi harapan Bangsa, atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas berbagai upaya, utamanya kepada jajaran civitas Puangrimaggalatung yang terus berbenah, menata, meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi, sehingga akan menghasilkan alumni yang betul-betul bisa langsung bisa mentransfer ilmunya," Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menambahlan dalam sambutannya.

Dikatakan kalau pemanfaatan ilmunya bukan hanya menjadi tenaga kerja, menjadi pegawai atau menjadi karyawan, tetapi yang sangat didambakan adalah alumni alumni yang bisa mampu menciptakan lapangan kerja dengan program enterpreneurship sampai 2024.

"Saya kira ini bisa menjadi spirit dan semangat kita untuk mengawal program ini, agar alumni-alumni kita ini orientasinya adalah orientasi skill, keterampilan, jadi ilmu yang dimiliki dikembangkan menjadi skill atau keterampilan praktis yang dibutuhkan masyarakat kita," tutur Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Bupati Wajo katakan kalau itu dibutuhkan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam yang melimpah di daerah Wajo,  dan Wajo memiliki potensi yang mungkin kalau dibandingkan dengan daerah-daerah lain, hampir semua ada dimiliki,  jadi sumber daya alam yang dimiliki yang melimpah dan potensinya sangat luar biasa dibutuhkan sumber daya manusia yang bisa mengelola dan mengembangkannya.

"Untuk itu Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Visinya menghadirkan pemerintahan Amanah Menuju Wajo yang maju dan sejahtera, kita ingin memajukan seluruh sektor, mulai sektor pelayanan sampai sektor ekonomi masyarakat kita , akan kita gerakan sedemikian rupa termasuk kaitannya dengan MoU yang baru saja kita saksikan antara Uniprima bersama dengan Universitas Bosowa," ungkap Bupati Wajo.

Dikatakan kalau ini akan menambah penguatan dan menjadi wadah untuk bisa lebih berkreasi dan berinovasi membangun pertanian di Wajo, dengan programnya diantara 25 program yang ada selain interpreneur, juga ada program unggulan Di Wajo yaitu integrated farming system.

Dijelaskan kalau Program pertanian terpadu ini ada 3 mimpi besar di dalamnya ingin di Wajo pertaniannya dua kali lipat sehingga persawahan di Wajo cukup melimpah dan cukup luas, bahkan terbesar di Sulawesi Selatan, dimana memiliki sawah seluas 100.000 hektar are dan 30% sudah beririgasi teknis.

"Masih banyak yang harus kita sentuh dengan teknologi, dengan berbagai upaya misalnya pompanisasi, bor dan berbagai teknologi untuk mengeluarkan air yang melimpah di Wajo," ungkapnya.

Dikatakan juga kalau berdasarkan satelit penginderaan, Wajo memiliki daerah aliran sungai yang luar biasa, baik yang ada di permukaan maupun di dalam permukaan, sungai yang ada di permukaan ini luar biasa kalau ini terkelola dan tidak terbuang ke Teluk Bone, maka ini bisa menggenjot pertanian di Wajo, sekarang ini diusahakan untuk mengalirkan listrik listrik, bukan cuma di rumah tangga, tetapi juga di lokasi pertanian.

"Ini agar membantu kompanisasi, membantu bor petani kita, supaya bukan lagi tabung gas rumah tangga yang terganggu," kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Yang kedua ingin potensi air yang ada yang cukup banyak, dan Insya Allah tidak lama lagi Paseloreng akan terwujud, sehingga menambah 8.000 hekto are persawahan yang teraliri air, dan sekarang ini sudah proses AMDAL untuk pompanisasi besar-besaran air dari Danau Tempe untuk dinaikkan di Bulucepo untuk mengaliri sawah 20.000 hekto are.

"Nantinya 1 tahun bisa 5 kali panen, maka ini bisa kita bayangkan bisa melimpah hasil persawahan kita, yang sekarang ini sudah capai lebih dari 800.000 ton pertahun, kalau ini bisa dua kali lipat sesuai mimpi kami," ucap Bupati Wajo.

"Saya kira bisa ini menggerakkan roda perekonomian di Wajo, dan mimpi kedua adalah dalam integrated farming system yaitu mengembalikan kejayaan Wajo sebagai penghasil ikan terbesar di Asia Tenggara," Bupati Wajo menambahkan.

Dijelaskan kalau Wajo punya Danau Tempe dengan luas 16.000 hektar ditambah 27 danau-danau kecil, dan sekarang ini ditambah dengan pembuatan embun embun yang bisa menjadi pertanian terpadu selain pemanfaatan untuk pertanian juga untuk budidaya ikan.

"Saya sangat senang melihat produk-produk kita, ini bisa jadi produk unggulan, produk lokal, produk yang bisa bersaing di Mart Mart, bukan cuma di mart lokal, tapi bisa nantinya menuju ke pengembangan Mart Mart nasional, tinggal di sentuh packing-nya, bagaimana bisa menarik, bisa berkualitas, bagaimana bisa tahan lama, bisa lebih sehat, higienis dan ini sudah dikerjasamakan dengan JICA untuk membantu nanti di UKM kita," terang Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M Si.


Dikatakan kalau juga akan ditargetkan bangun Pariwisata di Wajo, agar persuteraan, produk oleh-oleh seperti ini bisa menjadi produk kreativitas anak-anak muda kita atau penguasa di Wajo.

Mimpi ketiga ingin jadikan Wajo sebagai lumbung daging, dengan bekerja sama dengan Dekan Fakultas Pertanian, bisa nanti peternakan di Kabupaten Wajo digerakkan  secara masif, dan sudah disiapkan program Pembinaan dengan pendampingan, pembinaan utusan dari OPD untuk dibekali menjadi tenaga pendamping peternakan.

"Saya berterima kasih, mudah-mudahan dengan program KKN ini yang kurang lebih 2 bulan ada kerja nyata betul, ada kegiatan nyata yang betul-betul tercipta dan terfollow up menjadi kegiatan konkrit, kegiatan riil," tutup Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si diakhir sambutannya.

( Humas Pemkab Wajo )

Sabtu, 25 Januari 2020

Selamatkan Proyek JARGAS Jangan Ada Isu-Isu yang Negatif


Portalrakyat.com, Humas Wajo (Sulsel) - Penambahan jaringan gas ditahun 2019, ini merupakan kelanjutan dari program yang sama dari tahun 2011 karena Kabupaten Wajo memang merupakan salah satu kota dari lima kota di Indonesia yang diprogramkan mendapatkan bantuan proyek City Gas dari pemerintah pusat. 

Program jargas ini kemudian terhenti karena ada masalah hukum pada Agustus 2014 yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, tekait adanya dugaan korupsi dalam proyek Migas yang menggunakan anggaran sebesar Rp 40 miliar.

Saat itu, Kementerian ESDM menilai bahwa Wajo tidak kondusif untuk menjadi lokasi pemasangan Jargas.

Barulah pada tahun 2018,  Dr. H. Amran Mahmud yang waktu itu belum dilantik sebagai Bupati, memberikan jaminan kepada Direktur Perencanaan Kementerian ESDM, bahwa jika beliau sudah menjadi Bupati, beliau akan menjamin keamanan pelaksanaan proyek tersebut, sehingga Direktur Perencanaan H. Alimuddin Baso memberikan kuota pemasangan 2000 SR jargas, dan insyaallah, karena suksesnya pelaksanaan tahun 2019, pada tahun 2020 ini, akan ada penambahan jargas sekitar 5.000 sambungan lagi.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Wajo Andi Pallawarukka ketika dihubungi menyayangkan adanya berita yang seakan ingin mengadu domba anggota legislator Pusat dengan Pemerintah Kabupaten Wajo.

Padahal Bupati Wajo sangat mengapresiasi semua pihak yang telah membantu masyarakat Kabupaten Wajo. Hal itu disampaikan berkali-kali dalam acara peresmian Gas beberapa waktu lalu.  

Bahkan beliau siap bersinergi dengan siapa saja dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wajo, termasuk kepada semua legislator yang turut andil dalam memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Wajo.

Lebih lanjut Kepala Bappelitbangda mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk membantu mengawal program ini, termasuk mengedukasi masyarakat untuk membayar tepat waktu, begitu pula mengarahkan masyarakat membayar di tempat yang benar, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang bisa berakibat terhentinya kembali proyek ini. Jika kita semua mendukung, insya Allah seluruh masyarakat Kabupaten Wajo bisa menikmati jargas, ujarnya melalui rilis humas pemkab wajo, Sabtu 25 Januari 2020.  

"Apa yang sudah dinikmati masyarakat Wajo termasuk jargas ini, tidak dipolitisasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab karena isu-isu atau sikap apriori yang  mengadu domba tanpa didasari fakta seperti itu hanya akan  merugikan masyarakat itu sendiri," jelas Andi Pallawarukka, S.IP., M.Si.

"Bicaralah dengan data dan fakta, silakan kritis, tetapi tetap konstruktif," Kepala Bappelitbangda Kabupaten Wajo menambahkan. (red). 

Rabu, 22 Januari 2020

Gubernur Sulsel : Wajo Akan Lari Kencang Karena Bupati dan Wakil Bupatinya Kompak


Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Acara penandatanganan MoU dukungan berubah bentuk Institut Agama Islam As, Adiyah Sengkang menjadi Islamic University of Asadiyah Sengkang dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan beberapa Kabupaten, Pimpinan PTN, PKIN/ PTKIS di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu 22 Januari 2020.

Rektor IAI As'adiyah Sengkang H. Yunus Pasanreseng Andi Padi yang mengatakan bahwa acara ini merupakan penandatanganan MoU sebagai pertanda dukungan terbentuknyanya Islamic University of as'adiyah hari ini.

"Kami tidak dipersyaratkan berat, karena sudah mendapatkan kuota dari Kementerian Agama, adapun persyaratan yang kami hadapi adalah 5 fakultas serta 10 Prodi harus berada di bawah payung Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan itu sudah siap 8 Prodi kami terbangkan bersama Permohonan perubahan bentuk yang akan dikawal oleh MoU yang akan ditandatangani pada hari ini," kata H.Yunus Pasanreseng Andi Padi.


Sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan terima kasih atas support penuh oleh Gubernur Sulawesi Selatan, juga dalam hal ini jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo senantiasa terus memiliki semangat, spirit yang luar biasa sehingga sepatutnya menyambut ini untuk terus berkarya, berbuat untuk menghadirkan wadah tempat untuk membina generasi generasi yang memang sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah, generasi yang akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

"Hari ini kita berkumpul untuk memberi dukungan kepada IAI as'adiyah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, apa yang menjadi gaung Presiden Republik Indonesia untuk mencapai Visi 2045, menjadi 3 besar bangsa kita adalah bagaimana membangun dan mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju," terang Bupati Wajo.

"Kehadiran kita hari ini, untuk mencoba meramu dan mengambil peran secara kongkrit untuk memberikan dukungan penuh kepada IAI as'adiyah yang sudah berkiprah cukup lama," Bupati Wajo menambahkan.


Bupati Wajo juga katakan kalau Asadiyah adalah sebuah pondok pesantren tertua di Sulawesi Selatan dan memiliki perguruan tinggi, dan sudah 55 tahun mencetak generasi-generasi yang sudah tersebar, bukan hanya di nusantara tetapi di penjuru dunia dan tentu tidak ada salahnya kalau pemerintah punya kewajiban untuk berkontribusi besar kepada perguruan yang sudah luar biasa berkorban dengan segala pengorbanannya.


Lanjut dikatakan kalau Asadiyah juga membantu mencetak anak-anak bangsa, olehnya itu dia ucapkan jazakumullah Khairan katsiran dan kepada Bapak Gubernur dan seluruh Bupati yang telah mensupport, memberi dukungan penuh untuk menghantarkan IAI Asadiyah Sengkang menjadi Islamic University of Asadiyah, sehingga bisa menjadi lembaga pendidikan terpandang dan membanggakan buat masyarakat Sulawesi Selatan.

"Saya optimis jejaring alumni alumni Asadiyah akan ikut mengambil peran, untuk bersama sama mengawal perguruan kita ini, sehingga betul-betul bisa mewujudkan harapan Kita, olehnya itu atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan atas terluangnya waktunya bahkan segala support yang diberikan," ungkap Dr. H. Amran Mahmud.

Dikatakan kalau Provinsi juga akan memberikan perhatian dalam bentuk bantuan di tahun ini, dan Pemerintah Kabupaten Wajo telah anggarkan dana hibah untuk pondok pesantren As'adiyah sebanyak 1,9 miliar dan 600 juta di dalamnya itu diperuntukkan untuk perguruan tingginya untuk tahun ini.

"Ini upaya kita untuk memberi dukungan penuh kepada perguruan kita ini, untuk mencetak anak-anak bangsa kita, dimana kami juga sudah adakan MoU setelah hari jadi Wajo tanggal 29 Maret 2019 lalu, dengan mengutus setiap desa untuk dididik secara khusus menjadi tokoh agama, tokoh ulama untuk mengawal program Gemantik di Kabupaten Wajo," kata Dr. H. Amran Mahmud diakhir sambutannya.


Selanjutnya diadakan penandatanganan MoU dengan beberapa Direktur unit usaha diantaranya ketua pengurus Catering pondok pesantren as'adiyah, ketua pengurus koperasi pondok pesantren as'adiyah, BMT asadiyah pimpinan BNI cabang Sengkang, pimpinan BRI cabang Sengkang, pimpinan PT. Bank Sulselbar cabang Sengkang, pimpinan PT. BSM cabang Sengkang.

Selanjutnya juga dengan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 15 perguruan tinggi, juga dilanjutkan dari Bupati dan Walikota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan serta dari Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Sambutan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Prof. HM. Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa pada pagi ini semua hadir merupakan wujud dukungan untuk wujudkan kesyukuran atas rencana yang sangat mulia bagi IAI As'adiyah menuju Islamic University of As'adiyah Sengkang.

Juga katakan kalau sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Wajo yang dia lihat dukungannya yang kuat serta Sinergi yang terbangun, dan ini modal untuk Wajo semakin maju ke depan.

"Dari dulu ketika saya datang ke Wajo, setelah Bapak Dr. H. Amran Mahmud Mahmud jadi Bupati memang beliau merangkul yang namanya lembaga pendidikan, karena memang berlatar belakang pendidikan, saya kira ini sebuah energi menuju Islamic University apalagi semangat Rektornya ini semangat 45 kuncinya ada pada semangat, sehingga kita menjadi optimis," ungkap Prof. HM. Nurdin Abdullah.

"Saya optimis Wajo akan lari kencang karena memiliki Bupati dan Wakil Bupati yang kompak  dan ini jarang, kemana-mana kelihatan seperti saudara kembar, kedua dia memiliki visi yang kuat dan yang ketiga memiliki perguruan tinggi yang banyak di Kabupaten Wajo," tambah Prof. HM. Nurdin Abdullah.

Dikatakan kalau potensi bukan jaminan untuk sejahtera, tetapi yang menjamin kesejahteraan adalah sumber daya manusia, SDM bukan hanya cerdas, tetapi memiliki akhlak yang baik moral yang baik, memiliki itikat yang baik ditambah lagi pemimpin yang mempunyai jejaring yang luas dan itu yang dimiliki pemimpin yang ada di Kabupaten Wajo dan juga memiliki forkompinda yang bersinergi serta kompak.

"Saya juga sampaikan kalau Wajo ini punya potensi yang luar biasa, hamparan lahannya luas, memiliki Danau Tempe serta punya sejarah panjang sebagai penghasil Sutra dan hampir semua potensi yang dimiliki dibutuhkan masyarakat dunia," kata Prof. HM. Nurdin Abdullah.

Diakhir sambutannya juga dikatakan kalau bagaimana perguruan tinggi di Wajo bisa kelola potensi sumber daya alam dengan menciptakan manusia manusia unggul yang menguasai teknologi, yang memiliki skill dan untuk peningkatan status ke University harus dibarengi dengan loncatan yaitu penyiapan SDM yang unggul, dengan membuat Program Studi sesuai dengan kebutuhan pasar.

( Humas Pemkab Wajo )

Selasa, 21 Januari 2020

Mutasi di lingkungan Sekretariat Daerah Dan Sekretariat DPRD Wajo, Ini kata Dr.H.Amran Mahmud


Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - BKPSDM Kabupaten Wajo dibawah pimpinan Drs. Herman, AL kembali melaksanakan acara Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pejabat Pengawas di Ruang Aula Kantor Bappeda Kabupaten Wajo, Selasa 21 Januari 2020.

Dalam acara ini Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. mengambil Sumpah dan melantik Pejabat Pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo, di lingkungan Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Wajo.


Adapun nama nama Pejabat tersebut yang di Sumpah dan dilantik, dimana dibacakan bahwa Pengangkatan kembali pengukuhan dalam jabatan Pengawas diantaranya.

Ahmad Darmawan, SE menjadi Kasubag Administrasi Pemerintahan pada Bagian Pemerintahan Setda.

Muhammad Iqbal, S.IP menjadi Kasubag Administrasi Kewilayahan pada Bagian Pemerintahan Setda.

Andi Zulfitri, S. IP menjadi Kasubag Otonomi Daerah dan Kerjasama pada bagian Pemerintahan Setda

Hasriadi, S.S menjadi Kasubag Bina Mental Spiritual pada Bagian Kesra dan Pelayanan Dasar Setda

Drs. Syamsul Jaya, M.Si menjadi Kasubag Kesejahteraan Rakyat Pelayanan Dasar pada Bagian Kesra dan Pelayanan Dasar Setda

Suriani, S.H. menjadi Kasubag Kesejahteraan Rakyat Non Pelayanan Dasar pada Bagian Kesra dan Pelayanan Dasar Setda

Gazali, S.IP menjadi Kasubag Perpustakaan pada Bagian Kesra dan Pelayanan Dasar Setda

A. Tenriawaru, S.H., M.Si menjadi Kasubag Perundang undangan pada Bagian Hukum Setda

Syamsinar, S.H menjadi Kasubag Dokumentasi dan Informasi Hukum pada Bagian Hukum Setda.

Dewi Noviany Kahar, S.E menjadi Kasubag Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Setda.

Kartini, S.Sos menjadi Kasubag Kebijakan Perekonomian pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Setda

Asmarianti, SE menjadi Kasubag Sumber Daya Alam pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Setda

Drs. H. Haris, T menjadi Kasubag Penyusunan Program pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda

Hasnidar L, S.Sos., M.Si menjadi Kasubag Pengendalian Program pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda.

Hejarmawangsa Hasyim, S.Sos., M.Si menjadi Kasubag Evaluasi dan pelaporan pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda

Muh. Awan Gunawan R, S.T menjadi Kasubag Pengelolaan Pengadaan Barang/ Jasa pada Bagian Pengadaan Barang / Jasa Setda

Andi Nurhalim Sinrang, S.Sos menjadi Kasubag Pengelolaan Layanan Pengadaan secara Elektronik pada Bagian Pengadaan Barang / Jasa Setda

H. Syarifuddin, S.T menjadi Kasubag pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang / Jasa pada Bagian Pengadaan Barang / Jasa Setda

Andi Marlina, S.Sos menjadi Kasubag Kelembagaan dan analisis jabatan pada Bagian Organisasi Setda

Sabri Wahab, SE menjadi Kasubag Tata Laksana dan Pelayanan Publik pada Bagian Organisasi Setda

Andi Ilham, S.H., M.Si menjadi Kasubag Reformasi Birokrasi dan Kinerja pada Bagian Organisasi Setda

Maya Asrianti, S.P., M.Si menjadi Kasubag Tata Usaha Pimpinan, Sekretariat Daerah, Staf Ahli dan Kepegawaian pada Bagian Umum Setda

Ambo Masse, S.T menjadi Kasubag Perlengkapan pada Bagian Umum Setda

Besse Suhartina, S.Sos menjadi Kasubag Rumah Tangga pada Bagian Umum Setda

Miftahuddin D, S.S menjadi Kasubag Kearsipan   pada Bagian Umum Setda

Safaruddin, S.STP., M Si menjadi Kasubag Protokol pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda

Ratna Yusuf, S.Sos., M.I.Kom menjadi Kasubag Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda

Muhammad Ramli, SE menjadi Kasubag Dokumentasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda

Rosida, SE menjadi Kasubag Perencanaan dan Anggaran pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda

Suhartono, S.Sos menjadi Kasubag Perbendaharaan dan Verifikasi pada Perencanaan dan Keuangan Setda

Sitti Hawa Alimin, SE menjadi Kasubag Akuntansi, Aset dan Pelaporan pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda

Bayu Utomo Putra, S.H menjadi Kasubag Perundang undangan pada Bagian Legislasi dan Persidangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 

Andi Tenriawaru, S.Sos., M.Si menjadi Kasubag Rapat dan Risalah pada Bagian Legislasi dan Persidangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Andi Enny Surahmat, S.Sos menjadi Kasubag Humas dan Protokol pada Bagian Legislasi dan Persidangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 

Andi Rista Ayu, S.Sos menjadi Kasubag Penganggaran pada Bagian Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Besse Vivi Adriani, S.E., M.Si menjadi Kasubag Pengawasan Bagian Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Adipati Hamdan Kisyra, SE menjadi Kasubag Fasilitasi Reses dan Aspirasi Bagian Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.


Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmhud, S.Sos., M.Si dalam arahan dan sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian pengambilan sumpah janji jabatan pejabat pengawas pejabat struktural eselon IV pada hari ini menjadi bagian penting di dalam menggerakkan roda organisasi yang baru saja melakukan reformasi birokrasi dalam menata organisasi.

"Kita ingin di 2020 sampai seterusnya akan semakin bergerak lincah dan semakin berisi, semakin efektif, kerja kerja kita untuk memberikan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Wajo dalam mewujudkan visi dan misi sampai 2024 termasuk 25 program kerja nyata," ungkap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Olehnya itu, saya ingin mengajak kita semua, kepada saudara-saudara semua yang baru dilantik, untuk mulai sekarang ini akan lebih fokus, akan lebih meningkatkan kinerja dan prestasinya dan berharap saudara sekalian lebih berkreasi, memiliki inovasi, lebih terus meningkatkan diri, kapasitas diri dan yang paling utama terus Istiqomah menjaga integritas," Bupati Wajo menambahkan.

Bupati Wajo juga katakan kalau yang paling penting di dalam mengawal program pemerintah, sesuai visi yang  ingin dicapai yaitu pemerintah amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera.

Lebih lanjut dikatakan kalau Pemerintah amanah adalah pemerintah yang tentunya harus memiliki integritas, menghadirkan pemerintah yang baik good governance, pemerintahan bersih clean governance dan pemerintahan yang legitimate atau pemerintah yang mendapat kepercayaan.

"Dibutuhkan kerja kerja kompak, kolaborasi, sinergitas,  bagaimana bisa mempercepat semua kerja-kerja kita, banyak yang menantang kita kedepan di dalam menyelesaikan tugas-tugas pokok kita," jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si.

Dia juga berharap agar saudara-saudara yang dilantik akan lebih meningkatkan diri, yang paling pokok agar kerjanya tidak terkontaminasi dengan berbagai hal, utamanya isu-isu yang sering berkembang yang membuat organisasi pincang, tersumbat dan lain sebagainya.

"Saya berharap saudara-saudara sekalian menjadi pilihan untuk terus bekerjasama dengan baik dan fokus dalam menyelesaikan dan mempercepat tugas-tugas kita," harap Bupati Wajo.

"Mudah-mudahan dengan momentum awal tahun baru ini, kita bergerak cepat dan sekarang adalah semangat kita gas full, kita akan kerja cepat, kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas," kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dan dikatakan kalau Inti reformasi adalah semua yang bisa ditinggalkan, semua yang kurang yang sudah menjadi penilaian selama ini, dan mengajak untuk berbenah bersama, itu harapannya dan mengucapkan terima kasih dan sukses selalu.

Menutup sambutannya dengan yel-yel penuh semangat untuk kompak, siap menantang pekerjaan kedepan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Wajo.

( Humas Pemkab Wajo )

Wujudkan Program WAJO MAPACCING, Pemkab Berterima Kasih Kepada Pejuang Kebersihan Bumi Lamadukelleng

Foto : Ir. Armayani Kepala BPKPD

Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Penjelasan Ir. Armayani, M.Si selaku Kepala BPKPD Kabupaten Wajo terkait honor petugas kebersihan sebagai Pahlawan Wajo Mapaccing di Ruang Kerjanya  Selasa 21 Januari 2020.

Tekad Pemerintah Kabupaten Wajo untuk mewujudkan Kabupaten Wajo menjadi Kabupaten yang bersih melalui Program "WAJO MAPACCING" yang dimulai di Kota Sengkang Kecamatan Tempe sebagai Ibukota Kabupaten yang menjadi ikon "duppamata" Kabupaten Wajo begitu kuat.

Hal ini dibuktikan dengan terakomodirnya pengalokasian anggaran untuk petugas kebersihan dalam APBD Kabupaten Wajo Tahun 2020, yang anggarannya sama dengan anggaran Tahun 2019 yang lalu. Anggaran tersebut saat ini sudah siap untuk dibayarkan.

Badan Pengelola Keuangan Dan Pendapatan Daerah ( BPKPD )  Kabupaten Wajo selaku Bendahara Umum Daerah ( BUD ) saat ini menunggu pengajuan pencairan dana dari Pemerintah Kecamatan Tempe selaku pengguna anggaran dan DLHD selaku leading sektor kebersihan.

Hak para petugas kebersihan menjadi perhatian Pemerintah Daerah yang telah mencanangkan WAJO MAPACCING sebagai ucapan terima kepada mereka yang telah berjasa membersihkan Kota Sengkang setiap saat. 

Lebih lanjut Kepala BPKBD menjelaskan bahwa pemerintah sangat serius dalam menangani kebersihan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah anggaran kebersihan dari tahun ke tahun.

Pengalokasian anggaran kebersihan tersebut bukan hanya di alokasikan di Kecamatan Tempe melainkan juga di beberapa Kecamatan yang dianggap membutuhkan dan mengajukan permintaan melalui musrenbang dan mekanisme yang ada.

Mulai Tahun 2019 sudah dianggarkan juga di Kecamatan Tanasitolo lengkap dengan bantuan kendaraan roda 4 dan Tahun 2020 ini dikembangkan lagi penganggarannya dibeberapa Kecamatan seperti Kecamatan Belawa, Tanasitolo, Pitumpanua dan Maniangpajo.

Anggaran kebersihan di Kecamatan diluar Ibukota kabupaten dialokasikan pada anggaran Pemerintah Kecamatan. Hal ini ditempuh dengan harapan pengelolaan kebersihan dapat lebih efektif dan lebih efesien karena dianggap bahwa Pemerintah Kecamatanlah yang lebih mengenal wilayah dan karakteristik wilayahnya. (AJS).

Senin, 14 Oktober 2019

Peduli Warganya, Wakil Bupati Wajo Beri Bantuan Korban Kebakaran di Calodo

Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE mengunjungi Korban Kebakaran di Calodo Dusun Patila Desa Patila Kecamatan Pammana, Senin 14 Oktober 2019.

Dalam kunjungannya bersama dengan Dinas Sosial kabupaten Wajo, sekaligus menyerahkan bantuan kepada Korban Kebakaran atas nama Andi Besse.

Adapun Kronologis dari Kebakaran yang menghanguskan 2 rumah kios kepunyaan Andi Besse adalah pemilik rumah kios sedang membakar rayap dengan menggunakan sampah daun kelapa kering, adapun potensi kerugian ditaksir 100 juta lebih, dan tidak ada korban jiwa.

Dalam kunjungannya Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wajo turut prihatin atas kejadian musibah kebakaran yang terjadi di Patila Kecamatan Pammana tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Wajo hadir untuk memberikan support kepada yang terkena dampak musibah kebakaran, dalam hal ini bersama dengan Dinas sosial memberikan paket sembako sebagai tanggap darurat, dan saya sudah perintahkan Plt. Camat Pammana untuk mengakomodir tempat tinggal sementara bagi korban kebakaran tersebut,"kata H. Amran, SE.

"Saya minta agar para penduduk lainnya waspada terhadap bahaya kebakaran, dengan antisipasi antara lain dengan mematikan gas bila tidak digunakan, matikan listrik bila tidak digunakan dan lainnya," Wakil Bupati Wajo menambahkan.(RN).

Sumber : Humas Pemkab Wajo 

Minggu, 13 Oktober 2019

Bupati Wajo Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Tua di Tosora Sebagai Wujud Bangkitkan Budaya Religi

Portalrakyat.com, Tosora Wajo (Sulsel) - Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si hadiri peletakan batu pertama pendopo Masjid Tua yang dirangkaikan dengan doa zikir dan HAUL Akbar habib sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar, Minggu 13 Oktober 2019.

Prof. Dr. Ir. H.Wahyuddin Latunreng mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bupati Wajo sekaligus meletakkan batu pertama di pendopo Masjid Tua hari ini.

Dikatakan kalau Masjid ini akan menjadi tempat ibadah masyarakat Tosora, dan akan disediakan pula tempat khusus bagi non muslim.

Prof. Wahyu dalam sapaan akrabnya mengatakan "Insya Allah air yang di gunakan berwudhu bisa diminum, sudah banyak yang ingin menyumbang untuk pembangunan  Masjid ini, dan salah satunya tamu kita dari Jawa Timur yang akan menanggung seluruh marmernya, dan lain sebagainya."

"Atap dari Kuningan yang tahan sampai 1.000 tahun akan digunakan," Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng menambahkan.


Dan dikatakan kalau tempat ini merupakan situs Nasional dan akan dibuatkan tempat khusus bagi non muslim dan akan ada aturan sesuai syariat Islam ketika memasuki tempat ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, dzikir dan HAUL Akbar yang dibawakan oleh habib Mahmud bin Umar Alhamid di Masjid sekaligus dilanjutkan dengan Sholat Dhuhur berjamaah.

Dalam sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pelaksanaan kegiatan ini kepada Prof.Dr. Ir. H. Wahyuddin Latunreng dan habib Mahmud bin Umar  Alhamid.

"Cagar budaya yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Wajo nantinya, saya optimis tahun depan Masjid ini sudah berdiri megah," kata Bupati Wajo.

"Karna ini adalah makam cucu dari Rasulullah SAW yang keduapuluh di abad ke 16 dan merupakan orang tua dari wali-wali yang ada di Jawa," Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau dia juga akan membedah/menelurusuri sejarah, sehingga seluruh dunia tahu bahwa di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, ada makam cucu dari Nabi Muhammad SAW, ini akan menjadi corong kita membangkitkan Wajo kedepannya.

"Kita ingin situs budaya ini menjadi budaya religi, yang akan kita persembahkan untuk masyarakat Wajo dan Nusantara, maka dari itu akan didesain dan model khusus yang akan ada payung hukumnya, bersama DPRD mengawal Perda dari situs budaya kita ini, supaya menjadi tempat ziarah yang sekaligus belajar tentang Islam, peradaban, nilai nilai dan Akhlakul Karimah, supaya menjadi pendalaman bagi generasi kita kedepan," harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Kita akan anggarkan di tahun 2020, akses jalan beton mulai jalan bajo sampai ditempat ini, akan mulus dan ada taman tamannya," tambah Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau rencananya, setelah Masjid ini selesai, maka akan mengundang Presiden RI untuk meresmikannya.

Dalam acara ini Habib Mahmud bin Umar Alhamid Mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wajo, dalam hal ini Bupati Wajo yang menyempatkan waktu untuk hadir dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan ini Habib Mahmud bin Umar Alhamid juga mengungkap sejarah singkat Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain  Al Akbar yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW, yang di makamkan di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo Provinsi Sulsel.


"Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar wafat di usia 108 tahun, beliau memiliki kharoma yang tidak dimiliki manusia biasa," ungkapnya.

"Semasa hidupnya beliau menyiarkan agama Islam sampai di Wajo dengan penuh perjuangan sehingga bisa berkembang seperti saat ini," tambahnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Ir.Sudirman Meru Ketua komisi II, Sekda Kab.Wajo, Kemenag Kab.Wajo, Ketua Tim Penggerak PKK kab.Wajo, Ketua Darma Wanita persaruan Kab. Wajo, Seluruh OPD  lingkup Pemkab Wajo, Kepala Desa Tosora, Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat. (Rutan Nusu). 

Sumber : (Humas Pemkab Wajo)

BRI Sengkang Gelar Undian Panen Simpedes Periode Maret dan Agustus, Bupati Wajo Dr. Amran Mahmud Apresiasi Nasabah Semakin Gemar Menabung

Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Penarikan undian panen Simpedes periode Maret sampai dengan Agustus 2019 yang diselenggarakan oleh BRI Kantor Cabang Sengkang, bertempat di Kantor Lama BRI Sabtu, 12 Oktober 2019.

Dalam sambutan Kepala BRI kanca Sengkang Joni Aryanto yang menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dan dalam setahun dilaksanakan dua kali, dan malam hari ini dilaksanakan untuk yang pertama kalinya di tahun 2019.

Disampaikan kalau tahun 2019 ini merupakan tahun yang cukup sulit bagi BRI, khususnya dengan keadaan situasi ekonomi sekarang ini dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi.

"BRI merupakan Agent of development atau agen pembangunan untuk ekonomi rakyat dalam hal ini, untuk usaha mikro, kecil dan menengah yang mana Inilah inti dari bisnis utama dari kami di BRI," jelas Joni Aryanto.

"Sehingga dengan itu kami melaksanakan atau melakukan kegaiatan yang sifatnya untuk ekonomi kerakyatan, juga membantu membangun perekonomian di Kabupaten Wajo," tambah Joni Aryanto. 

Dan disampaikan kalau capaian simpanan mencapai 883 miliar lebih dari dana yang dihimpun dari masyarakat di Kabupaten Wajo, dan penyaluran pinjaman sudah sampai 638 miliar lebih di Kabupaten Wajo, dan sudah terjadi peningkatan di dua sektor tersebut dan kedepannya akan tumbuh lebih baik lagi.

Juga dikatakan kalau untuk mendukung hal-hal tersebut mereka berupaya mengembangkan jaringan jaringan kerja dan jaringan kantor.

"Prestasi dan kontribusi dari seluruh masyarakat dan nasabah BRI, sehingga melalui kegiatan ini kami lakukan penarikan undian Simpedes dimana hadiah utamanya berupa kendaraan Roda Empat Mobilio dan ada 14 Kendaraan Roda dua dan barang-barang elektronik yang kesemuanya akan kita undi malam ini," kata Joni Aryanto.

Foto : Bupati Wajo 

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan pada hari ini merupakan penarikan undian, panen Simpedes periode Maret sampai dengan Agustus 2019 yang diselenggarakan dua kali dalam setahun dan periode berikutnya nanti di Oktober.

"Ini kita sangat apresiasi para nasabah sebagai bentuk partisipasi masyarakat kita yang semakin hari semakin sadar dalam menabung dan menjadikan lembaga perbankan menjadi tempat menyimpan uang yang aman, sekaligus menjadi tempat edukasi usaha-usaha mereka agar bisa dikembangkan dengan binaan binaan yang dilakukan oleh BRI," ungkap Bupati Wajo.

"BRI sudah cukup berkontribusi besar khususnya di wilayah Kabupaten Wajo, yang bersentuhan langsung dengan nasabah, masyarakat, para pengusaha dan pelaku-pelaku ekonomi dengan mengambil peran yang besar dalam memajukan ekonomi masyarakat kita," Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau BRI telah membackup kemajuan dalam membangun sumber daya potensi yang dimiliki, sehingga hari ini atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih.

"Selamat kepada BRI yang semakin hari mendapatkan kepercayaan baik dari masyarakat, di mana dana yang terhimpun sejumlah 800 miliar lebih telah dihimpun dari masyarakat, yang tentu ini menjadi bagian penting bagi kita untuk mendukung dan mensuport," ungkap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dikatakan kalau sebuah daerah yang ingin maju harus menghadirkan semua pilar pembangunannya, salah satu pilar yang paling besar yang harus dipelihara adalah masyarakat itu sendiri, dimana mereka dari berbagai latar belakang diantaranya usahawan, pelaku-pelaku ekonomi, ASN serta karyawan dari berbagai profesi, dan Bank Rakyat Indonesia merawatnya dengan baik.

Lanjut disampaikan kalau Pemerintah Kabupaten Wajo akan kolaborasi dan bersinergi membangun potensi ekonomi di Kabupaten Wajo, olehnya itu dalam perjalanan 7 bulan bertugas di Wajo, dia telah meletakkan dasar-dasar pembangunan dan di tahun 2020 tahun depan, akan melaju dengan cepat, karna sudah mempersiapkan pondasinya dengan cukup kuat, makanya harus siap-siap semua termasuk Bank Rakyat Indonesia.

"Dari 25 program kami, Insya Allah diantaranya yang harus pasti bersentuhan dengan unit Perbankan antara lain yaitu pengembangan Integrated Farming System yang akan di finalisasi sebagai tempat pembelajaran petani-petani kita untuk bisa akselerasi roda roda perekonomian kita," ungkap Bupati Wajo.

Dikatakan kalau diantaranya yang akan dikembangkan disana yaitu tanaman pangan yang bisa ditingkatkan menjadi dua kali lipat, dan dalam waktu dekat ini Paselloreng akan diresmikan, sehingga nantinya bisa menghandle 8.000 hekto are persawahan di Wajo, dan saat ini sudah memasuki juga studi layak pemanfaatan air danau Tempe yang akan dinaikkan di Bulu Cepo, sehingga bisa nantinya mengairi persawahan 20.000 hektar.

"Yang tadinya sawah kita adalah tadah hujan sehingga bisa dua kali panen jika itu semua tercapai, demikian juga dengan pengusaha penggilingan kita yang kita intervensi untuk kerjasama dengan pihak pihak perbankan, juga kita menjadikan Wajo kembali menjadi penghasil ikan terbesar di Asia Tenggara, dan juga akan menjadikan Wajo sebagai lumbung daging sehingga kita jadi solusi impor daging di Indonesia," harap Dr. H. Amran Mahmud.

Dikatakan kalau bagaimana CSR dari pihak BRI bisa membina duafa duafa di Wajo ataupun petani-petani di Wajo sehingga jika ini dilakukan secara massif dan berkolaborasi maka ini akan lebih meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dan dikatakan kalau infrastrukturnya bagus utamanya jalanannya, maka juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat petani, karena ketika produksi bagus sementara jalanan jelek maka harga juga akan turun.

"Dalam waktu dekat ini akan digelontorkan kepada 3.200 kepada warga miskin kita, dengan akan dibantu masing-masing 50 ekor ayam kampung super, jika ini dibimbing dengan baik, mereka bisa menjadi dunia usaha yang baik, dan juga ketika didampingi oleh BRI dan stakeholder, dan jika ini berhasil setengahnya saja, itu sudah luar biasa karna bisa menggerakkan roda perekonomian kita, olehnya itu harus dilandasi oleh kerja keras dan kekompakan dari kita semua," kata Dr. H. Amran Mahmud.

Lebih lanjut juga diharapkan kepada BRI untuk lebih membina dan mengedukasi masyarakat untuk berusaha dengan baik, yang ujung ujungnya nanti untuk kesejahteraan, sesuai dengan visi misi kami kedepan dengan menghadirkan pemerintahan yang amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera.

"Maju dalam segala hal, jangan kita selalu tergiring dan terprovokasi dengan berita-berita hoax sekarang ini, mari kita bekerja saja, kekompakan dan kebersamaan kita mohon dijaga, dalam perjalanan 5 tahun pemerintahan kami kedepan dan terakhir penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran BRI dalam penguatan pembangunan di Kabupaten Wajo," tutup Bupati Wajo diakhir sambutannya. (RN)

Sumber : Humas Pemkab Wajo 

© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved