-->

Selasa, 23 Maret 2021

Ini Alasan Pihak Polres Wajo Tidak Menahan 3 Oknum LSM


Portalrakyat.com-3 oknum LSM yang diamankan Sat Res Polres Wajo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), kasus dugaan pemerasan terhadap salah seorang Kades di Wajo, dikabarkan tidak ditahan dan telah dipulangkan setelah sempat dibawa ke Mapolres Wajo, Senin, 22 Maret 2021.

Kasatreskrim Polres Wajo, AKP Muhammad Warpa, yang ditemui sejumlah wartawan, Selasa 23 Maret 2021, di Kantor Polres Wajo, enggan memberikan komentar.

Dia mengarahkan untuk ketemu langsung dengan Kapolres Wajo.

“Ke Kapolreski saja, saya mau shalat dulu,”ujarnya singkat sambil berlalu meninggalkan Wartawan.

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam S.IK, yang dihubungi via WA, membenarkan jika ke 3 orang tersebut tidak ditahan.

” Benar Pak, tidak dilakukan penahanan, tapi kasusnya tetap lanjut,” jawabnya tanpa menjelaskan alasan tidak dilakukannya penahanan terhadap oknum LSM tersebut.

Dikutip dari media Bahana.com Sementara itu, salah satu barang bukti yang sempat diamankan polisi, yaitu satu unit mobil nampak masih terparkir di halaman belakang Kantor Mapolres Wajo dalam kondisi 2 ban belakangnya sudah tercopot.

Ketua DPC Laskar Anti Korupsi (LAKI), Kabupaten Wajo, Muh.Marsose Gala, sangat menyayangkan tidak dilakukannya penahanan terhadap ke 3 oknum LSM tersebut.m

Dia khawatir, jangan sampai pada saat dipanggil kembali, mereka tidak bisa hadir karena berada di luar Wajo.

“Saya sangat menyayangkan Polisi tidak melakukan penahanan, apalagi ini adalah OTT. Saya khawatir jangan sampai dipanggil, mereka tidak bisa hadir,” ujarnya.redaksi

Sabtu, 20 Maret 2021

Megaku Dirinya Polwan,Pria Kumis Tipis Asal Wajo Ditangkap Polisi


Pelaku menautkan halaman medsosnya ke akun pribadinya di WhatsApp sebagai jalur transaksi kepada para korbannya," ujar Kapolres, Sabtu (20/3/2021).

Portalrakyat.com-Seorang pria bernama Abdullah (23) di Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi. Abdullah ditangkap karena telah melakukan tindak penipuan di media sosial.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam mengatakan pelaku ditangkap di rumahnya di Lakadong, Kelurahan Dua Limpoe, Kecamatan Maniangpajo, Wajo, pada Kamis (18/3).

Modus operandi, pelaku melakukan penipuan di media sosial dengan mengatasnamakan seorang Polwan.

"Modus pelaku di sini sebagai bendahara sebuah perusahaan yang menjual produk dengan harga murah di medsos dengan mengatasnamakan seorang Polwan di Bandung.

Kemudian pelaku menautkan halaman medsosnya ke akun pribadinya di WhatsApp sebagai jalur transaksi kepada para korbannya," ujar Kapolres, Sabtu (20/3/2021).

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penipuan online jual-beli motor dan mobil leasing dengan mengatasnamakan sebuah perusahaan Pelelangan Abadi Motor. Modus pelaku melakukan penipuan dengan cara membuat akun Facebook dengan menawarkan leasing motor, mobil, dan pupuk dengan harga murah dan mengatasnamakan Briptu Kiki Widya S yang disebut berdinas di Kota Bandung sebagai pemilik perusahaan.

Pelaku mengaku kepada para korbannya sebagai bendahara di perusahaan tersebut yang kemudian mencantumkan nomor WhatsApp untuk menindaklanjuti transaksi.

Setelah korban mengirim uang, pelaku langsung memblokir nomor WhatsApp-nya.

"Selanjutnya, pelaku meminta uang tanda jadi sesuai harga yang dicantumkan di halaman Facebook, kemudian pelaku memberikan format pemesanan beserta nomor rekening yang terkoneksi dalam aplikasi jenius, dan bilamana korban telah mengirimkan uang yang diminta oleh pelaku, maka pelaku langsung memblokir nomor kontak korban dan mengeluarkan uang korban yang telah dikirim di BRI link tersebut," kata Muhammad.

Selain mengamankan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 1 buah laptop. Polisi juga mengamankan 5 HP dan 8 SIM card.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Wajo. Polisi menahan pelaku untuk proses penyidikan lebih lanjut.redaksi

Selasa, 09 Maret 2021

Kejari Wajo Berhasil Amankan Dua Oknum Pegawai Kemenag Dugaan Dana Bantuan Operasional



Portalrakyat.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo berhasil tangkap tangan dua oknum pegawai dari Kemenag Wajo, yang hendak memulangkan pungutan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Kedua oknum pegawai tersebut yakni Y dan W yang ditangkap di salah satu masjid di Kecamatan Tanasitolo, Selasa (9/3/2021).

Sebelumnya dari laman informasi berbagai sumber,Kasi Pidsus Pidana Khusus yang turun bersama tim melakukan tangkap tangan dan berhasil mengamankan barang bukti Rp12,5 juta.

Uang tersebut rencananya akan dikembalikan kepada lembaga penerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2020, usai Kepala Kemenag Wajo mengakui dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan Kemenag Wajo.

Kasi Pidsus Kejari Wajo, Dermawan Wicaksono, secara singkat membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan tim dari Kejari Wajo terhadap dua orang pegawai Kemenag Kabupaten Wajo.

"Betul kami amankan dua orang dari Kemenag Wajo beserta barang bukti," singkat.

Sekedar diketahui, dugaan pungli ini memang menjadi perhatian setelah salah satu penerima curhat ke DPRD Wajo, bahkan pihak Kejari Wajo mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.redaksi.


Rabu, 10 Februari 2021

Sebanyak 103 Desa Dari 13 Kecamatan di Kabupaten Wajo Bakal Menggelar Pilkades Serentak


Portalrakyat.com-Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan bakal menggelar pemilihan Kepala Desa Serentak (Pilkades) Tahun 2021.

Sebanyak 103 Desa dari 13 Kecamatan bakal di gelar pada 25 Mei mendatang,sementara tahap pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 12 hingga 20 Maret 2021.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wajo,Amran Mahmud saat membuka sosialisasi Pikades serentak yang dilaksanakan diruang pola kantor Bupati Wajo,Selasa (9/2/2021).

"Tahapan awal Pilkades serentak adalah sosialisasi yang kita lakukan hari ini,dimulai pada Camat,Kepala Desa dan BPD terang Bupati Wajo Amran Mahmud.

Lebih lanjut,Amran berharap melalui sosialisasi ini, nantinya semua stackholder terkait,termasuk BPD turun memberikan pemahaman melalui pelaksanakan, persyaratan bakal calon dan pemilih,serta tata cara pemilihan kepada masyarakat.

"Salah satu tugas BPD adalah membentuk panitia Pilkades,karena itu saya berharap anggota BPD segera menfasilitasi panitia Pilkades dan senantiasa mengawasi setiap tahapan Pilkades,pungkas Bupati Wajo.(redaksi)

Selasa, 15 Desember 2020

Viral,Pemuda Di Wajo Rela Rogoh Gocek Hingga 50 Juta Demi Mempersunting Pujaan Hatinya


Portalrakyat.com-Pengantin beda usia gegerkan jagat maya di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dalam unggahan seorang netizen bernama Ikka Dilka tampak pengantin pria masih sangat muda sementara mempelai wanita terlihat jauh lebih tua, Selasa (15/12/20).

Sebelumnya diberitakan salah satu media TIMURKOTA.Com,Pengantin pria belum diketahui namanya sementara sang wanita bernama Hj Subaedah.

"Pengantin wanitanya ini baik sekali dan punya banyak teman makanya banyak orang yang hadir," ungkap, Ikka menjawab pertanyaan rekannya di kolom komentar postingannya.

Bahkan lanjut,Ikka"pemuda tersebut rela mengeluarkan uang panai cukup mahal demi mendapatian cinta Hj Subaedah.

"Kalau uang panaiknya Rp 50 juta bebs, tambahnya.

Unggahan tersebut langsung jadi serbuan warga net. Banyak wanita muda kagum dengan kemampuan HJ Subaedah menggaek pemuda tampan padahal usianya jauh terpaut.

"Jomblowati pasti pada iri, silahkan berguru sama nenek,"tulis, Amr***.

"Sudah nenek 50 juta, gimana kalau muda bisa ratusan juta,"pungkas netizen.


Sabtu, 08 Februari 2020

Menjenguk Pasien, Bupati Wajo Akan Tanggung Semua Biaya RS


Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Bupati Wajo H. Amran Mahmud, didampingi Sekretaris Daerah H. Amiruddin menjenguk Ambo Gau, salah seorang pasien yang mengalami patah tulang kaki dan pendarahan otak, pasien adalah warga desa Lowa kecamatan Tanasitolo kabupaten Wajo, di rumah sakit umum DR. Wahidin Sudirohusodo, ruangan lontara 3 Makassar, pada hari Sabtu 08/02/2020.

Kedatangan Bupati Wajo di RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo disambut oleh Pihak RSU, Ketua dan Pengurus Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Pengurus Hipermawa, Relawan Pendidikan Indonesia serta Komunitas Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin (KPAY FM) 


Bupati Wajo menyampaikan rasa prihatin atas musibah yg dialami oleh Ambo Gau, dan berharap keluarganya tetap sabar menjalani  dan menerima cobaan ini, pemerintah kabupaten Wajo berkomitmen untuk terus membantu pasien selama menjalani perawatan dirumah sakit, 

Kemudian H. Amran Mahmud mendoakan kesembuhan Ambo Gau dan pasien yang ada diruangan tersebut, dan juga melihat kondisi pasien lainnya yang ada diruangan lontara 3 RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Pada kesempatan tersebut H. Amran Mahmud, menyampaikan akan menanggung dan menyelesaikan seluruh biaya yang ada dirumah sakit, selama pasien Ambo Gau dirawat baik secara pribadi maupun melalui donasi yang sementara berjalan, yang jelas keluarga pasien tidak perlu pikirkan persoalan biaya, insyaallah semua akan kami selesaikan termasuk menguruskan kartu BPJSnya.

Bupati Wajo juga menjelaskan bahwa adanya kenaikan iuran BPJS tahun ini, membuat Pemda tidak bisa mengakomodir semua warga, sehingga pemerintah kabupaten Wajo menganggarkan dalam bentuk Jamkesda untuk warga atau masyarakat Wajo yg tidak memiliki BPJS/KIS namun masih ada kendala karena tidak bisa dipakai berobat diluar rumah sakit yang ada di kabupaten Wajo, 

Pemerintah kabupaten Wajo akan melakukan kordinasi dengan pemerintah propinsi Sulawesi Selatan untuk mencari jalan keluar dan solusi jika ada hal-hal seperti ini muncul, dan secepatnya bisa diantisipasi, sehingga warga yang berobat atau dirujuk bisa fokus pada proses penyembuhannya.


Kepada semua relawan, kami minta untuk fokus membantu perawatan dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan keluarga pasien, juga senantiasa memberikan informasi perkembangan pasien, untuk masalah biaya dirumah sakit nanti pak Setda yang berkomunikasi langsung dengan pihak rumah sakit

Ucapan terimakasih pemerintah kabupaten Wajo kepada teman-teman Komunitas Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin (KPAY FM) Makassar bersama Relawan Pendidikan Indonesia (RPI), Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Para Pengurus Hipermawa, media  juga Kepada seluruh elemen masyarakat yang secara bersama-sama bergerak untuk memberikan bantuan kemanusiaan, juga kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah desa atas segala upaya dalam memberikan bantuan kepada warganya, sekali lagi sy ucapkan terimakasih atas sinergitas yang baik ini. Tutur Bupati Wajo.

Rabu, 05 Februari 2020

Mutasi di Lingkup Pemda Wajo Kembali Dilakukan, Ini Kata Bupati Wajo


Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - BKPSDM Kabupaten Wajo dibawah pimpinan Drs. Herman, AL kembali melaksanakan acara Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pejabat Pengawas di Ruang Pola Kantor Bupati Kabupaten Wajo, Rabu 5 Februari 2020.

Dalam acara ini Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. mengambil Sumpah dan melantik Pejabat Pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo, di lingkungan Akademi Keperawatan Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Dinas Sosial, Pengendalian penduduk, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Wajo.


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Dinas Komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Wajo, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wajo, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Wajo.

BKPSDM Kabupaten Wajo, Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukelleng, Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Sekretariat Daerah dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Wajo.


Adapun nama nama Pejabat tersebut yang di Sumpah dan dilantik dalam jabatan Pengawas sebanyak 115 orang.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos, M.Si dalam arahannya menyampaikan kalau penataan birokrasi yang dilakukan dengan reformasi birokrasi di tahun lalu dengan melakukan perubahan perangkat daerah dengan merampingkan, sehingga ini tentunya bisa lincah dan akan lebih efisien dan efektif, untuk menjalankan tugas tugas dan fungsinya dan tentunya ingin mengajak untuk bersama mengawal kebijakan ini dan menyamakan persepsi.

Dikatakan kalau perlu diketahui dan menguasai makna dari reformasi birokrasi, penataan yang dilakukan yang dilanjutkan dengan penataan jabatan dan penataan aparatur yang sementara berlangsung dan cukup melelahkan yang membuat menguras tenaga dan pikiran.

"Kita rata-rata rapat sampai tengah malam sering sampai subuh bersama Wakil Bupati, saya minta apa yang kita lakukan hari ini harus kita jaga dan pelihara bersama dan memahami apa yang kita lakukan sesungguhnya," ungkap Bupati Wajo.

Juga dikatakan kalau Presiden sekarang melakukan perampingan, Presiden instruksikan dan Wajo sudah lakukan bulan 7 kemarin, dan sudah diputuskan di DPRD sementara orang masih wacanakan diskusikan, dan di Wajo sudah dilantik.

"Beda mutasi, beda perampingan dimana satu sisi dengan melakukan perampingan ini, kita bisa menata budgeting kita dari belanja pegawai, puluhan miliar bahkan ratusan miliar pertahun bisa dialihkan menjadi belanja publik, sehingga bisa dinikmati masyarakat langsung dalam bentuk jalanan, infrastruktur, pengairan dan beberapa program program lain," kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Belum lagi hal-hal lain, sehingga ini sangat ekstrem, kami ingin saudara memahami makna, memahami sesungguhnya apa yang kami lakukan ini supaya kita sama-sama satu bahasa," Bupati Wajo menambahkan.

Bupati Wajo juga berharap kerja kompak, kerja Sinergi dan hadirkan etos kerja yang baik, ada 3 etos kerja ingin dia titipkan,  pertama kerja ikhlas, kedua kerja keras dan yang ketiga adalah kerja cerdas, tidak ada yang bisa didapatkan kalau tidak kerja keras, tidak ada yang bisa dihasilkan sesuatu yang besar kalau tidak kerja keras. Demikian juga dengan kerja ikhlas kalau tidak dilandasi kerja ikhlas, maka kita bisa sakit.

"Jadikan pekerjaan kita sebagai ibadah, jadikan amal jariyah untuk kita, abdikan waktu kita dalam menjalankan tugas, ini amanah dan ketiga adalah kerja cerdas, tolong untuk berbenah diri dan menambah terus kapasitas kemampuan kita dan kompetensi kita," harap Bupati Wajo.

Dikatakan kalau sekarang era 4,0 atau era digital, kalau tidak berbenah dan menambah kapasitas, bagaimana bisa bersaing dengan orang lain, bagaimana melaju nanti dengan daerah-daerah lain, ini adalah tantangan yang harus dilakukan dalam kehidupan.

"Saya ucapkan selamat kepada yang dilantik, yang sudah menjadi pilihan, mendapatkan kesempatan untuk bersama berkolaborasi, menjalankan tugas dan fungsi kita, saya berharap kita bangun sinergitas tumbuh terus kan semangat kerja, kompak antara pimpinan dan bawahan, menjaga apa yang menjadi program kita semua," jelas Bupati Wajo.

"Agar tugas-tugas kita bisa mewujudkan visi sampai 2024, untuk menghadirkan pemerintah amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera. Bahasa ini dalam bahasa sederhana, Pemerintah amanah harus Jujur, Setelah anda menjalankan tugas, tolong tidak ada membebani orang-orang disekitar kita harus kerja ikhlas untuk rakyat," Dr. H. Amran Mahmud menambahkan.

Dikatakan kalau Pemerintah amanah adalah Pemerintah yang bertanggung jawab apa yang diamanahkan, maka harus bertanggung jawab, hadirkan pemerintahan amanah untuk Wajo yang maju dan sejahtera, maju layanannya, yang tadinya bertumpuk di kota dibagi ke Kecamatan ada PATEN pelayanan terpadu kecamatan, bahkan desa dan kelurahan bisa terlaksanakan dukcapilnya, intinya bagaimana memudahkan masyarakat.

Termasuk mau membangun Mall pelayanan, mendekatkan semua layanan layanannya, untuk masyarakat dan ini dibutuhkan semangat.

"Ujung-ujungnya adalah mensejahterakan masyarakat. Setelah kita majukan layanan, majukan ekonomi, majukan pariwisata, majukan infrastruktur jalan kita, perbaiki semua layanan, ujung-ujungnya sejahterakan masyarakat, juga dengan menggerakkan semua roda perekonomian," tutur Bupati Wajo.

"Sehingga orang senang datang, ketika jalannya baik, datang berwisata dengan senang, bagaimana kita mau bangun pariwisata kita kalau jalannya jelek, bagaimana kita mau tata kota kita kalau selalu gelap, ini yang menjadi tugas tugas kita, mari kita bangun semua potensi kita mulai dari Pertanian Peternakan dan Perikanan kita," tutup Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

( Humas Pemkab Wajo )

Selasa, 28 Januari 2020

Begini Cara Bupati Wajo Dr.H.Amran Mahmud Tingkatkan Pendidikan di Wilayahnya


Portalrakyat.com, Wajo (Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Wajo, melalui Visi dan Misi Bupati Wajo, menyadari penuh pentingnya Pendidikan Tinggi bagi masyarakat Kabupaten Wajo, hal ini dengan tujuan untuk mencetak Generasi Penerus bangsa berkualitas dan berkaliber Internasional bagi pembangunan Indonesia dan Kabupaten Wajo pada khususnya. Ini merupakan komitmen kuat dari Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, MSi. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di Kantor BKPSDM Kabupaten Wajo, Selasa 28 Januari 2020.

Ini di wujudkan dengan dilakukan inisiasi bersama dengan mendatangani Nota Kesepahaman melalui Program Bantuan Pendidikan Sarjana di Universitas Sampoerna yang di wakili oleh Drs. Wahdi Salasi April Yudhi, M. Dev.Admin, Phd selaku Rektor di Sampoerna University.

“Saya menyambut baik untuk kerjasama Program Bantuan Pendidikan di Universitas Sampoerna, saya berharap dengan adanya program ini dapat memberikan peluang emas bagi siswa lulusan SMA  di Kabupaten Wajo  untuk bisa mengenyam Pendidikan di Universitas Sampoerna yang bekerjasama dengan University of Arizona di Indonesia ,” tutur Bapak Dr. H. Amran Mahmud, MSi, Bupati Wajo.


Universitas Sampoerna merupakan Universitas berstandar internasional yang telah bekerjasama dengan University of Arizona di Amerika. 

“Melalui kerjasama ini, Founder Putera Sampoerna Foundation, Bapak Putera Sampoerna mempunyai Visi dan Misi agar semakin banyak anak-anak Indonesia dapat mengenyam Pendidikan setaraf Internasional di Indonesia dan dapat menciptakan lulusan yang berkarakter dan berkompetensi dalam menghadapi tantangan global,”tutur Ibu Mutmainna Syahril, selaku Government Relations Manager yang mewakili Putera Sampoerna Foundation dan Sampoerna University untuk melaksanakan Test tahap 2 yaitu LOEP test online yang dilaksanakan di Kabupaten Wajo.

Kerjasama Program bantuan Pendidikan di Universitas Sampoerna merupakan sistem sharing dari sisi pembiayaan, dimulai dari Tuition fee sampai Living allowance. Dan disepakati bahwa dari Pemerintah Kabupaten Wajo akan membiayai 2 siswa dan Putera Sampoerna akan membiayai 2 siswa sehingga total menjadi 4 siswa-siswi champion dari Kabupaten Wajo yang akan mewakili Kabupaten Wajo untuk berkuliah di Universitas Sampoerna. 

Di Bulan November 2019 telah dilakukan tahap awal Seleksi, dimulai dengan pembukaan pendaftaran melalui online portal bagi siswa-siswi Kabupaten Wajo yang memiliki nilai rapor SMA rata-rata 80 ke atas, dari Jangka waktu yang sudah ditentukan,

Siswa-siswi melakukan Diagnosis test (DT) yang dilakukan secara manual dan dari 120 siswa-siswi yang mengikuti tahap awal seleksi, terdapat 16 siswa-siswi lolos seleksi tahap awal dan hari ini melanjutkan test ke 2 yaitu LOEP Test. Test ini meliputi pelajaran matematika, pengetahuan umum, Bahasa Inggris (reading dan writing dalam Bahasa Inggris).

Berdasarkan hasil LOEP Test, siswa-siswi terpilih setelah lulus SMA akan langsung diterima kuliah di Universitas Sampoerna yang berkurikulum Univesity of Arizona.

Adapun gambaran sekilas tentang Putera Sampoerna Foundation Univesitas Sampoerna

Putera Sampoerna Foundation (PSF) merupakan Sosisl Bisnis Pertama di Indonesia yang memiliki Visi dan Misi untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan dan merupakan penyelenggara dari Universitas Sampoerna.

Universitas Sampoerna (SU) merupakan institusi Pendidikan yang beroperasi berdasarkan lisensi dan otoritas dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Didirikan dengan standar nasional dan internasional.

Universitas Sampoerna memiliki kualifikasi unik untuk memberikan kontribusi yang substansial kepada masyarakat melalui pendidikan. SU memiliki 3 falkultas, yaitu Falkultas teknik (Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri), Fakultas Bisnis (Jurusan Management dan Accounting) dan  Fakultas Pendidikan Keguruan (Jurusan Bahasa Inggris dan Matematika). 

Universitas Sampoerna adalah komunitas belajar yang mempersiapkan siswa untuk berhasil baik secara akademis dan profesional. 

Di sini, siswa tidak hanya akan belajar dan memperoleh ketelitian akademis, mereka akan ditantang untuk berpikir, berprestasi, dan tumbuh ke tingkat yang lebih maju. Dengan program kami, siswa dijamin memiliki keterampilan dan kredensial yang lebih baik yang akan membuka pintu bagi karier nasional atau internasional setelah mereka lulus.

( Humas Pemkab Wajo )
© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved