-->

Rabu, 21 April 2021

Biadab,Pria di Takalar Bacot Imam Masjid Saat di Ceramahi


Ilustrasi celurit (Portalrakyat.com)

Takalar,Portalrakyat.com-Seorang imam masjid di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Baso Daeng Sallang dibacok oleh kemenakannya sendiri, Arsyad. Pembacokan itu dilakukan pelaku karena kesal diceramahi agar salat berjemaah.

"Pelaku kesal diajak berjemaah dan pelaku adalah keponakan korban sendiri," ujar Kapolsek Galesong Selatan, Takalar, Iptu Muhammad Ashar saat dimintai konfirmasi, Kamis (22/4/2021).

Korban awalnya bertemu dengan pelaku alias sang keponakan pada Senin (19/4) sehingga dia diceramahi agar rajin salat berjemaah di masjid. Namun pelaku tak menggubris.

"Dia ingatkan (pelaku) kenapa tidak salat," kata Iptu Ashar.

Rupanya pelaku diduga menyimpan dendam karena ceramah tersebut. Lalu saat korban makan bakso tak jauh dari rumahnya di Desa Saro, Kecamatan Galesong Selatan, pukul 20.30 Wita, Senin (19/4), pelaku tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor dan langsung membacok korban.

"(Korban) dibacok lengannya satu kali," katanya.

Korban sempat dirawat di rumah sakit tapi kini telah dipulangkan ke rumah. Sementara itu, pelaku menyerahkan diri pada keesokan harinya.

"Pada Selasa, tanggal 20 April 2021, sekitar pukul 04.00 Wita, terduga pelaku datang menyerahkan diri di kantor Polsek Galesong Selatan dan diperiksa lebih lanjut," katanya melangsir dari Detik.com sebelumnya.

Menurut Ashar, pelaku sempat diduga tersinggung oleh ceramah sang paman saat kultum di masjid. Namun pelaku tak mengakuinya. Pelaku hanya tersinggung saat diceramahi langsung oleh sang paman, bukan saat korban ceramah di masjid.

"Ah, tidak (tak tersinggung saat korban ceramah di masjid). Pelaku itu diceramahi langsung sama korban, kan keponakannya," jelas Ashar.

Kamis, 02 Juli 2020

LHD Staf Khusus Mentan Ajak Petani dan Penyuluh Tetap Produktif




Portalrakyat.com, Takalar (Sulsel) - Saat ini masyarakat Indonesia bukan hanya dihadapkan pada masalah covid 19, tetapi juga permasalahan potensi terjadinya kemarau panjang yang akan melanda beberapa daerah. Dampak dari kemarau panjang ini terutama bagi sektor pertanian adalah keterbatasan dalam ketersediaan air terutama di lahan-lahan pertanian yang bisa berakibat terjadinya krisis pangan. 

Staf Khusus Menteri Pertanian,  Ir. Lutfi Halide, MP saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka rapat evaluasi LTT di Kabupaten Bantaeng menyempatkan mampir melihat kondisi pertanaman di Kabupaten Takalar, tepatnya di Kelurahan Panrannuangku, Kec. Polut. 

Menurut Lutfi, sepanjang jalan dari Gowa menuju Takalar, kondisi pertanaman khususnya padi sangat menggembirakan. 

"Kita sangat mengapresiasi kinerja petani dan penyuluh yang telah berjuang menjaga ketahanan pangan bangsa,"

"Saya berpesan agar petani dan penyuluh tetap produktif menjaga ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,".

"Dalam kondisi Covid-19 seperti saat ini, semua negara mengalami dampak secara ekonomi, termasuk Indonesia, semua bisnis berhenti dan mengalami kerugian, dan satu-satunya bisnis yang harus terus berjalan adalah pertanian," ungkap Lutfi. Kamis (2/7/2020)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)  senantiasa meminta agar insan pertanian harus tetap bekerja meskipun dalam suasana Pandemi Covid-19.

"Kita saat ini sedang berada dalam kondisi Covid-19 yang mengakibatkan hampir semua  sektor kehidupan bermasalah, termasuk sektor ekonomi. Tapi ada satu sektor yang memiliki efek yang besar jika bermasalah, yaitu jika kebutuhan pangan 267 juta jiwa tidak terpenuhi, maka ini efeknya akan panjang. Oleh karenanya, saya meminta kepada petani untuk tetap bekerja memproduksi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan kepada para petugas/penyuluh agar tetap mendampingi petani sehingga bisa diperoleh hasil produksi yang maksimal," ungkap SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi, juga senantiasa mengingatkan bahwa Ketahanan pangan menjadi kunci untuk menghadapi pandemi Covid-19. Karenanya, dibutuhkan percepatan tanam agar kebutuhan pangan terus terpenuhi, termasuk pasca Covid-19 nanti.  Untuk itu dibutuhkan penyuluh yang berkualitas agar proses ini tetap berjalan.

“Dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bermasalah. Petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan. Namun tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan pakai masker. Kenapa pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan,” tutur Dedi. 

Menurut Sekretaris  Dinas Pertanian Kab. Taklaar, Muhammad Ikbal "Dinas Pertanian melalui Bidang Tanaman Pangan dan Penyuluh Pertanian terus berusaha memotivasi petani agar produktif di masa Pandemi, oleh karenanya semua lahan yang memiliki potensi sumber air yang memadai sudah ditanami semua." (Yulisa).
© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved