-->

Sabtu, 30 Mei 2020

DPRD Apresiasi LKPJ Bupati Gowa



Portalrakyat.com, Gowa (Sulsel) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memberikan apresiasi terhadap terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gowa Tahun Anggaran 2020 yang diserahkan beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Gowa, Abdul Razak saat rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Kabupaten Gowa Terhadap Laporan Pertanggungjawaban Bupati Gowa Tahun Anggaran 2020, Sabtu (30/5) malam.

Abdul Razak menyebutkan hal ini setelah dilakukan pengkajian, pendalaman dan pembahasan terhadap LKPJ Bupati Gowa Tahun Anggaran 2009  bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 29-30 Mei 2020.

"DPRD pada prinsipnya memberikan apresiasi yang  setinggi-tingginya kepada seluruh SKPD lingkup pemerintah Kabupaten Gowa dan capaian kinerja tahun anggaran 2019 sangat baik. Secara nyata kami memberikan apresiasi sehingga Kabupaten Gowa dapat berkembang dan sejajar melebihi kabupaten/kota yang lainnya," kata Abdul Razak saat menyampaikan rekomendasi DPRD Kabupaten Gowa.

Seperti urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa, DPRD Gowa memberikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) karena berhasil menjadi pengelola terbaik dan berharap kedepan pembinaan pendampingan serta pengawasan perlu ditingkatkan sehingga di masa yang akan datang penyelenggaraan pemerintahan desa menjadi lebih baik.

Begitupun dengan pengelolaan keuangan daerah. DPRD memberikan apresiasi atas kinerja pengelolaan keuangan daerah atas keberhasilan Pemerintah Daerah meraih WTP 8 kali berturut-turut dari BPK. DPRD berharap kedepan agar terus dipertahankan dengan sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Hal yang sama juga pada bidang kesehatan, DPRD juga memberikan apresiasi atas kinerja layanan kesehatan yang ada di Kabupaten Gowa. DPRD berharap peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Gowa kedepannya lebih baik dan berkualitas serta sarana dan prasarana perlu menjadi perhatian.

Walaupun demikian, Abdul Razak yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra ini menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk diperhatikan agar Pemerintahan Kabupaten Gowa lebih baik kedepannya.

Diantaranya DPRD Kabupaten Gowa berharap Inspektorat dapat melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah termasuk Pemerintah desa dan kelurahan. Di sektor Pendidikan, DPRD Kabupaten Gowa berharap inovasi dan program pendidikan kedepan dapat berjalan dengan baik yang didukung oleh infrastruktur atau sarana dan prasarana.

Kemudian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diharapkan dapat melakukan upaya-upaya peningkatan pendapatan di sektor pajak, dan mengindentifikasi sumber-sumber pajak.  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk senantiasa terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Begitupun dengan Dinas Sosial, DPRD Kabupaten Gowa berharap agar dilakukan pembaharuan data penerima bantuan sosial. Hal ini agar penyaluran bantuan ke masyarakat dapat tepat sasaran. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) agar melakukan pengawasan terhadap pengembang yang tidak melakukan kegiatan sesuai dengan aturan yang ada.

Selanjutnya DPRD Kabupaten Gowa juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar perencanaan dan pengawasan lebih ditingkatkan agar kegiatan bisa berjalan dengan baik.

DPRD Gowa juga meminta pengelolaan sampah lebih maksimal. Kemudian dinas perhubungan agar melengkapi papan bicara dan meminta Satpol PP dalam melakukan pengawasan terkait pelaksanaan Peraturan Daerah.

"Kita berharap pembuatan Perda harus disertai dengan faktor pendukung lainnya agar penerapan setelah ditetapkan sebagai Perda dapat dilaksanakan secara maksimal," tandasnya.(JN).

Jumat, 24 April 2020

Kepala BPPSDMP Dorong Penyuluh dan Petani Untuk Hasilkan Pangan Lokal


Portalrakyat.com, Mentan Sapa Petani dan Penyuluh, merupakan salah satu Program Kementerian Pertanian yang rutin dilaksanakan secara online setiap hari Jum'at.  Mentan Sapa Petani dan Penyuluh kali ini Jumat (24/04/2020) dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursamsi, dengan tema Pangan Lokal Lawan Covid-19.


Pangan lokal merupakan pangan yang telah lama diproduksi, berkembang dan dikonsumsi di suatu daerah atau kelompok masyarakat lokal tertentu. Umumnya produk pangan lokal diolah dari bahan baku lokal, teknologi lokal, dan pengetahuan lokal. Selain itu, pangan lokal juga berkaitan erat dengan budaya lokal setempat yang berasal dari dalam negeri.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak masyarakat mencintai pangan lokal untuk menekan angka kehilangan dan pemborosan pangan.

Dalam arahannya, Prof. Dedi Nursamsi menyatakan bahwa potensi sumber pangan lokal sangat besar, hal ini karena agroekosistem Indonesia sangat mendukung pengembangan komoditas pangan lokal sebagai sumber pangan alternatif maupun pangan utama. Selain itu pangan lokal mudah dibudidayakan, dan setiap daerah memiliki ragam pangan yang khas.

"Mari kita optimalkan potensi pangan lokal, negeri ini memiliki potensi pangan lokal yang luar biasa besar dan bisa menjadi substitusi beras sebagai makanan pokok," jelas Dedi.

Lebih Prof Dedy menjelaskan bahwa ada banyak keuntungan mengkonsumsi pangan lokal, diantaranya adalah lebih segar, khas dan rasanya tidak kalah dengan pangan impor. Manfaat lainnya adalah lebih aman dari kontaminasi zat berbahaya. Selain itu memiliki waktu yang lebih pendek antara panen dan konsumsi tingkat resiko kerusakannya juga kecil, serta mendukung ekonomi lokal untuk berkembang.

"Para penyuluh, saya harapkan agar mendorong petani untuk menghasilkan pangan lokal. Singkong, sagu, empon-empon, ubi ungu merupakan bahan dasar pangan lokal yang mudah dibudidayakan. Selain itu mengkonsumsi pangan lokal khususnya empon-empon dapat memperkuat imunitas tubuh sehingga bisa menjadi sarana untuk menangkal serangan Covid-19" terang Dedi.

"Saat ini, kami di Kementerian Pertanian sudah rutin mengkonsumsi pangan lokal, khususnya dalam rangka menjaga imunitas tubuh, diantaranya minum jamu dari empon- empon. Pak Mentan juga sudah rutin minum, bahkan Pak Presiden Jokowi setiap hari rata-rata minum 2 kali," ujar Dedi.(JML) BBPP-BK.

Senin, 20 April 2020

Adnan Instruksikan Perketat Pemeriksaan di Perbatasan Kabupaten Gowa - Makassar

Portalrakyat.com, Humas Gowa - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menginstruksikan untuk memperketat pengawasan aktivitas masyarakat Kabupaten Gowa yang akan ke Kota Makassar dengan mendirikan posko pemeriksaan.

Ada lima posko yang nantinya akan didirikan di wilayah perbatasan Kabupaten Gowa - Kota Makassar. Masing-masing di antara Jalan Sultan Hasanuddin - Jalan Sultan Alauddin, perbatasan Jalan Tun Abdul Razak dan Jalan Hertasanisng, kemudian Jalan Tamangapa Antang, perbatasan Kabupaten Gowa - Kota Makassar di Kecamatan Barombong dan Desa Jenemadingin, Kecamatan Pattallassang.

"Posko ini mulai diberlakukan hari ini, untuk memeriksa warga yang keluar masuk di perbatasan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar," katanya saat memimpin rapat bersama jajaran Forkopimda dan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa melalui video telekonferensi, Senin (20/4).

Menurut Adnan, kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar. Apalagi Kabupaten Gowa juga memiliki kepentingan dengan penerapan PSBB ini.

"Jika pelaksanaan PSBB di Kota Makassar berhasil maka dampaknya akan ke masyarakat kita juga," terang Bupati Adnan.

Lanjutnya, disetiap posko akan melibatkan anggota TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan dan organisasi kemasyarakatan. Tak hanya itu, petugas posko akan melakukan pembagian masker kain kepada pengendara yang didapat tidak menggunakan masker.

"Kita berharap posko ini betul betul melaksanakan pemeriksa bagi warga Gowa yang ingin ke Makassar. Mereka diperiksa terkait tujuanya ke Makassar. Kalau tidak terlalu urgent minta putar balik saja," tegasnya.

Selanjutnya, ia pun berharap agar seluruh petugas posko mengetahui aturan saat menjalankan PSBB di suatu wilayah. Salah satunya jika menemukan pengendara motor berboncengan harus diperiksa apakah mereka satu rumah atau tidak, kemudian untuk pengendara yang menggunakan mobil sedan tidak boleh lebih dari tiga penumpang.

"Termasuk wajib menggunakan masker kain," tegasnya.

Sementara Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola menyebutkan, pada pengawasan ini akan melibatkan sebanyak 1200 personil dan 120 personil dari Polda Sulsel. Personel ini akan ditempatkan di lima posko dengan tugas melakukan patroli di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

"Setiap kecamatan kita juga bentuk tim terpadu patroli. Sementara khusus untuk di Kecamatan Somba Opu kita bentuk 3 tim terpadu patroli. Ini kita lakukan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan," tambahnya. (JN).

Selasa, 31 Maret 2020

Pemkab Gowa Distribusi Bantuan Sembako untuk Warga ODP, PDP dan Positif Covid-19


Portalrakyat.com, Humas Gowa-Pemerintah Kabupaten Gowa mulai melakukan pendistribusian sembako kepada warga yang sedang melakukan isolasi dirumah karena terkategorikan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif Covid-19. Pengiriman sembako hari ini, Selasa (31/3) telah memasuki hari kedua dimulai sejak kemarin Senin (30/3) di Kecamatan Somba Opu, Pallangga dan Bajeng.

Kepala Dinas Sosial H. Syamsuddin Bidol menjelaskan terkait pengiriman sembako bagi mereka yang sementara isolasi diri

"Sejak Senin kami sudah melakukan pengiriman sembako kepada mereka yang ada namanya dalam kategori ODP, PDP maupun positif. Hari ini pun kami terus melakukan pengantaran sembako dan terus berlanjut hingga semua daftar yang diberikan kepada kami dituntaskan," jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Media Centre Penanganan Covid 19 Kab Gowa update data Senin (30/3), yang terdaftar sebagai ODP sebanyak 122 orang, PDP 17 orang dan Positif 8 orang.

"Jumlah sembako yang diberikan berdasarkan jumlah orang dalam satu keluarga, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan selama 14 hari masa isolasi. Sedangkan paket sembako yang diberikan berupa beras, telur, ikan kaleng, minyak goreng, kecap dan sambel juga multivitamin," jelas Syamsuddin Bidol.

Selain pemberian paket sembako, Pemkab juga memberikan perhatian kepada keluarga yang memiliki balita dengan menyiapkan kebutuhan atau perlengkapan bayi seperti makanan bayi, susu bayi, popok dan keperluan lainnya.

"Pendistribusian ini dilakukan dengan berkoordinasi antara Dinas Sosial bersama Tagana dengan camat yang warganya ada dalam ketegori ini. Camat menjemput paket sembako dan kemudian akan diantar langsung ke warganya bersama lurah/kepala desa," tambahnya.

Sementara itu, Camat Pallangga, Taufik M Akib menyebutkan khusus Kecamatan Pallangga jumlah warga terkategorikan ODP PDP dan Positif Covid-19 beserta keluarganya yang menerima bantuan sembako sebanyak 86 orang pada hari pertama penyaluran sembako.

"Keseluruhan yang mendapat bantuan kategori ODP 15 orang,  PDP 1 orang dan positif 1 orang. Jadi keseluruhan ada 17 keluarga. Kalau keseluruhan beserta keluarga pasien ada 86 orang," kata Taufik M Akib saat dihubungia via telepon Selasa (31/3).

Olehnya itu, ia berharap dengan adanya bantuan sembako ini, warga yang tergolong ODP, PDP dan positif Covid-19 tersebut dapat fokus untuk tinggal di rumah mengingat penularan Covid-19 ini sangat cepat dan sulit terdeteksi.(JN)

Sabtu, 28 Maret 2020

Mari Bersama Lakukan Pencegahan Covid 19 Dengan Tidak Beraktifitas Dalam Sehari Diluar Rumah

Portalrakyat.com, Gowa - Untuk mendukung meminimalisir COVID-19 Polres Gowa terus melakukan serangkaian kegiatan diberbagai lokasi baik yang berada di daerah dataran tinggi hingga dataran rendah.

Upaya yang telah dilakukan diantaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan maupun memberikan himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat bahkan melakukan kegiatan patroli dan membubarkan sekelompok warga yang berkumpul sesuai maklumat Kapolri yang telah dikeluarkan.

Jika hal itu tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan virus akan terus meluas ke berbagai daerah dan korbannya adalah masyarakat sendiri.

Harapan kepolisian Polres Gowa kepada seluruh warga untuk dapat ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan virus tersebut dengan melakukan pelarangan pengumpulan orang dalam setiap kegiatan serta berbagai himbauan lainnya.

Namun satu yang menjadi harapan pihak Kepolisian kepada seluruh warga Gowa adalah kekompakan.

Kami mengajak dengan penuh kesadaran kepada setiap individu untuk tidak keluar rumah dalam sehari.  Jika hal itu dapat dilakukan maka virus secara otomatis akan berhenti di 1 orang dan upaya untuk pencegahan atau pengobatan lebih mudah dilakukan, ungkap Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M. Tambunan.

Tidak ada cara lain yang dapat meminimalisir penyebaran virus ini tanpa kesadaran dan kekompakan seluruh warga Gowa.

"Ayo, mari bersama kita lakukan pencegahan dengan tidak beraktifitas dalam sehari diluar rumah dan tetap berdoa agar Allah memberi pertolongan bagi kita untuk terhindar dari virus Corona ini serta, percayakan kepada Polri dan TNI sebagai pejuang kemanusiaan untuk bekerja untuk anda," harap Kapolres Gowa AKBP Boy Samola.

Biarlah kami bekerja untuk anda dan kamu dirumah untuk semua untuk Indonesia, pungkasnya.

Jumat, 27 Maret 2020

Petugas Kebersihan DLH Dapat Pembagian Masker dan Handsanitizer


Portalrakyat.com, Gowa - Masker dan handsanitizer menjadi komoditas baru yang diburu dan paling dicari. Kedua benda ini pun sulit ditemukan di pasaran. Jika pun ada biasanya dijual dengan harga yang melambung tinggi.

Menyusul merebaknya virus corona atau COVID-19 di tanah air, termasuk di Kabupaten Gowa, berdampak terhadap mulai langkanya masker dan hand sanitizer di sejumlah apotik dan toko obat.


Menyikapi kondisi ini, Managemen Pasar Rewa A'Kio di bawah binaan Organisasi Jurnalis Group Wartawan Media Online "GoWa-MO" Indonesia bersama dengan Polres Gowa  mengambil inisiatif dengan membagi bagikan ratusan masker dan hand sanitizer secara gratis, kepada petugas kebersihan (penyapu jalanan dan petugas pengangkut sampah) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Jumat (27/3/2020). Bertempat di kantor Dinas Lingkungan Hidup, Jl. Mangka Dg Bombong.

Petugas kebersihan sangat rentan dan rawan terinveksi Covid-19 dalam menjalankan tugas setiap harinya.


" Diketahui petugas kebersihan tetap bekerja dan tidak mengenal libur untuk menjaga kebersihan wajah kabupaten Gowa agar tetap bersih

Pengelola Pasar Rewa A'Kio, Nuki mengatakan pembagian masker dan hand sanitizer ini kepada petugas kebersihan bagian dari ucapan terima kasih dan penghargaan atas pengorbanannya setiap hari.

Jumlahnya tidak seberapa, tapi setidaknya bisa melindungi mereka dan keluarganya. Jika mereka sehat tentu saja orang lain disekitarnya juga ikut sehat,"ujar Nuki yang juga pengurus di GoWa-MO Indonesia.

Meskipun kesehatan bahkan nyawa dan keluarganya terancam namun mereka tetap bekerja membersihkan jalan dan mengangkut sampah masyarakat Gowa.

Perlu diketahui kami dalam menjalankan setiap kegiatan tidak mengesampingkan prinsip dan tujuan Sosial Distance dan Physical Distance,"pungkasnya.


Sementara pihak Polres Gowa di wakili Kasat resnarkoba, AKP Maulud dalam sambutannya mewakili Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi segala bentuk kegiatan dalam upaya pencegahan dan mengatasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gowa.

Terima kasih kepada managemen Pasar Rewa A'Kio dan GoWa-MO yang ikut bersama sama berkontribusi pada kegiatan ini, masyarakat lebih baik dirumah saja biar kami yang berjuang diluar,"tutupnya.

Covid-19 Menjadi Darurat Nasional, Adnan Tetapkan Gowa Status Siaga


Portalrakyat.com, Gowa - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan akhirnya menetapkan Kabupaten Gowa sebagai status siaga covid-19. Hal ini diungkapkannya saat melakukan video conference bersama Forkopimda dan para pimpinan SKPD dan camat se-Kabupaten Gowa, Jumat (27/3).

Ia menyebutkan bahwa penetapan status siaga kerena melihat perkembangan virus jenis baru ini di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Gowa.

"Sekarang ini sudah menjadi darurat bencana nasional dan kita juga sudah tetapkan ini masuk pada kondisi siaga karena mengingat dalam dua hari ini sudah terjadi penambahan masyarakat yang positif," kata orang nomor satu di Gowa ini.

Khusus di Kabupaten Gowa, Adnan mengungkap saat ini kasus covid-19 juga mengalami peningkatan. Dimana sebelumnya positif covid-19 sebanyak 3 (tiga) orang dan per hari ini bertambah satu sehingga menjadi empat orang positif covid-19.

Sebelumnya, pada Kamis (26/3) kemarin tercatat untuk Gowa hingga saat ini Orang dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 12 orang dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang.

Sebagai langkah antisipasi penularan covid-19 di Kabupaten Gowa, Pemerintah Kabupaten Gowa akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhadap ODP dan PDP dan keluarga pasien. Agar isolasi mandiri betul-betul berjalan dengan baik Pemerintah Kabupaten Gowa akan memberikan bantuan sembako.

"Semua yang masuk dalam ODP, PDP dan positif keluarganya ini akan diberikan bantuan sembako untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya selama 14 hari kedepan atau selama masa isolasi," ungkapnya Adnan.

Langkah antisipasi lain yang akan dilakukan Pemkab Gowa, kata Adnan yaitu penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan penyemprotan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Gowa yang rencananya akan dilakukan pada 1 April mendatang di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

"Kita lakukan persiapannya dari sekarang supaya ini betul-betul serentak. Pertama yang perlu disiapkan memang mulai dari sekarang alat penyemprot pinjam dulu alat penyemprot di mana yang punya kita kalau perlu adakan sendiri  kita lakukan penyemprotan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan setempat yang kita lakukan ini adalah penyemprotan secara bersama," lanjutanya.

Bupati Adnan menambahkan Pemerintah Kabupaten Gowa juga akan menambah masa isolasi selama 7 hari yang sebelumnya berakhir pada 31 Maret 2020 akan diperpanjang mulai 1 hingga 7 April 2020 mendatang.(JN).

Sumber : Humas Pemkab Gowa

Kamis, 26 Maret 2020

Sebanyak 33.109 KPM Program Sembako di Gowa Dapat Tambahan Nilai Bansos Rp.50 Ribu


Portalrakyat.com, Gowa-----Sebanyak 33.109 peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako di Kabupaten Gowa mendapat tambahan nilai bantuan sosial (bansos) pangan sebesar Rp50.000,- per KPM per bulan.

Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Yasser Azhari mengatakan penambahan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan mulai berlaku pada bulan ini.

Yasser menyebutkan dengan adanya penambahan ini maka peserta KPM akan menerima Rp. 200.000,- perbulannya yang sebelumnya Rp. 150.000,- per bulan.

"Ini akan berlaku mulai bulan Maret ini sampai Agustus 2020 mendatang dari Rp 150.000,- menjadi Rp 200.000,-. Tujuannya adalah untuk pemenuhan gizi kepada KPM dalam mengantisipasi kebutuhan akan bahan pangan dalam menjaga kesehatan KPM sekaligus upaya mencegah virus corona," kata Yasser, saat dihubungi via whatsapp Rabu (25/3).

Sementara itu, Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara dalam sambutannya pada siaran TV Nasional mengatakan kenaikan nilai bansos per Maret 2020 ini sebagai bagian dari instrumen fiskal untuk ikut mengatasi dampak penyebaran virus corona (covid-19) terhadap perekonomian Indonesia. 

Ia menyebutkan pemerintah menyiapkan instrumen fiskal senilai Rp 10 triliun, dimana Kementerian Sosial mendapatkan Rp 4,56 triliun. Tambahan sembako Rp 50.000,- ditambahkan ke rekening 15,2 juta KPM Program Sembako selama enam bulan ke depan, atau sampai bulan Agustus 2020.

"Kebijakan ini ditempuh, karena diperkirakan dampak dari penyakit yang disebabkan virus corona itu cukup serius, yakni dikhawatirkan menimbulkan perlambatan perekonomian Indonesia," Juliari P. Batubara.

Tentu saja, hal ini kata Juliari P. Batubara perlu diantisipasi, agar tingkat konsumsi masyarakat, termasuk KPM penerima bansos, terjaga. Ia juga meminta kepada KPM Program Sembako, agar segera memberlanjakan uang tersebut untuk menggerakkan perekonomian.

“Ini crash programme, yakni merupakan respon pemerintah untuk menjaga konsumsi di lapisan terbawah agar tidak terganggu oleh perlambatan ekonomi. Jika dalam enam bulan prospek ekonomi sudah membaik maka nilai bantuan Program Sembako akan kembali ke angka Rp150.000 per bulan,” kata Mensos Juliari P. Batubara.

Tetapi jika dirasa kenaikan bantuan itu masih diperlukan untuk menjaga konsumsi maka kenaikan tersebut kata Mensos RI ini akan diperpanjang sesuai dengan keputusan pemerintah.

Ia menambahkan mulai tahun 2020, pemerintah telah melakukan transformasi dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Program Sembako. Langkah ini merupakan salah satu terobosan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bila pada BPNT nilai indeks bantuan sebesar Rp110.000,-/KPM/bulan, maka pada Program Sembako indeks  meningkat menjadi Rp150.000/KPM/bulan. 

Jika komoditas yang dapat dibelanjakan sebelumnya hanya beras dan atau telur, maka pada Program Sembako tahun kni ditambahkan dengan komoditas bahan pangan yang mengandung karbohidrat (jagung, singkong, ubi, sagu serta umbi-umbian lainnya), protein hewani (daging ayam, daging, ikan), protein nabati (tahu, tempe dan kacang-kacangan) dan vitamin mineral (sayuran dan buah-buahan).(JN)
© Copyright 2019 PORTAL RAKYAT.COM | All Right Reserved